Dari Laut Selayar, Salam Lestari untuk Jenderal Nefra

  • Whatsapp
Ilustrasi ucapan Sileya Scuba Divers (dok: Istimewa)
  • Di tengah lanskap itulah kedekatan Nefra dengan dunia bahari dikenang oleh sejumlah warga dan pegiat lingkungan laut. Salah satunya adalah keluarga besar Sileya Scuba Divers, komunitas penyelam dan pegiat lingkungan yang selama ini ikut merawat pesisir serta ekosistem laut Kepulauan Selayar.
  • Bagi keluarga besar Sileya Scuba Divers, laut bukan sekadar tempat menyelam untuk menikmati keindahan bawah air. Laut adalah ruang kehidupan yang membutuhkan kepedulian, pengetahuan, kolaborasi, dan keberanian untuk menjaganya dari berbagai ancaman.
  • Karena itu, ketika kabar tentang perjalanan karier Nefra kembali membawa namanya ke panggung nasional, ada rasa bangga yang tumbuh dari komunitas bahari Selayar. Kebanggaan itu bukan semata karena pangkat dan jabatan, tetapi karena ada bagian dari perjalanan sang jenderal yang pernah bersentuhan dengan kehidupan kepulauan dan laut Selayar.

Jejak Bahari, Persahabatan, dan Amanah Baru Seorang Prajurit

PELAKITA.ID — Ada orang yang datang ke sebuah daerah untuk menjalankan tugas, kemudian pergi setelah masa pengabdiannya selesai. Ada pula yang meninggalkan sesuatu yang lebih panjang dari sekadar catatan jabatan: kenangan, persahabatan, dan hubungan emosional dengan masyarakat serta alam tempat ia pernah bertugas.

Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M. termasuk sosok yang meninggalkan jejak semacam itu di Kepulauan Selayar.

Jauh sebelum menyandang pangkat mayor jenderal dan dipercaya memimpin Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Nefra pernah menjalankan tugas sebagai Dandim 1415/Selayar pada 2010–2012.

Bagi Selayar, dua tahun mungkin bukan waktu yang terlalu panjang. Namun bagi sebuah wilayah kepulauan yang kehidupan masyarakatnya begitu dekat dengan laut, perjumpaan dengan seorang pejabat militer yang memiliki ketertarikan terhadap dunia bahari dapat meninggalkan cerita tersendiri.

Laut Selayar memang sulit dipisahkan dari identitas daerahnya. Pulau-pulau, pesisir, terumbu karang, ikan, nelayan, penyelam, dan para penjaga lingkungan hidup membentuk sebuah lanskap sosial yang membuat siapa pun yang tinggal di sana dalam waktu tertentu akan bersentuhan dengan persoalan kelautan.

Di tengah lanskap itulah kedekatan Nefra dengan dunia bahari dikenang oleh sejumlah warga dan pegiat lingkungan laut. Salah satunya adalah keluarga besar Sileya Scuba Divers, komunitas penyelam dan pegiat lingkungan yang selama ini ikut merawat pesisir serta ekosistem laut Kepulauan Selayar.

Bagi keluarga besar Sileya Scuba Divers, laut bukan sekadar tempat menyelam untuk menikmati keindahan bawah air. Laut adalah ruang kehidupan yang membutuhkan kepedulian, pengetahuan, kolaborasi, dan keberanian untuk menjaganya dari berbagai ancaman.

Karena itu, ketika kabar tentang perjalanan karier Nefra kembali membawa namanya ke panggung nasional, ada rasa bangga yang tumbuh dari komunitas bahari Selayar. Kebanggaan itu bukan semata karena pangkat dan jabatan, tetapi karena ada bagian dari perjalanan sang jenderal yang pernah bersentuhan dengan kehidupan kepulauan dan laut Selayar.

Jejak itu terasa semakin menarik karena hubungan Nefra dengan Maluku juga tidak berhenti pada cerita masa lalu. Setelah dipercaya sebagai Kasdam XV/Pattimura pada 2024, ia menjalani pengabdian di wilayah kepulauan Maluku yang memiliki karakter geografis dan sosial yang tidak jauh dari dunia yang pernah dikenalnya di Selayar.

Dalam kapasitasnya sebagai Kasdam XV/Pattimura, Nefra bahkan tercatat menerima brevet Scuba Diver bersama sejumlah pejabat Forkopimda Maluku pada Desember 2024. Momentum itu seperti menghubungkan kembali dirinya dengan dunia yang pernah menjadi bagian dari pengalaman tugasnya di kawasan kepulauan.

Namun perjalanan itu kemudian bergerak ke ruang pengabdian yang berbeda. Pada Juni 2026, Nefra dilepas dari jabatan Kasdam XV/Pattimura, dan perkembangan berikutnya membawanya ke Universitas Pertahanan Republik Indonesia sebagai Dekan Fakultas Keamanan Nasional.

Kini, dengan pangkat Mayjen TNI, Nefra tidak hanya berada dalam ruang komando militer, tetapi juga berada di lingkungan akademik yang mempertemukan pengetahuan, pertahanan, keamanan, kebijakan, dan masa depan bangsa.

Perjalanan tersebut membuat sosoknya menarik untuk dikenang dari Selayar. Dari sebuah kabupaten kepulauan di ujung selatan Sulawesi Selatan, seorang perwira yang dahulu pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat kini melanjutkan pengabdian melalui ruang yang lebih luas.

Bagi para penyelam, laut mengajarkan satu hal penting: kedalaman tidak selalu terlihat dari permukaan. Begitu pula perjalanan manusia. Pangkat dan jabatan yang terlihat hari ini sesungguhnya merupakan bagian dari perjalanan panjang yang dibangun melalui pengalaman, perjumpaan, pembelajaran, dan pengabdian.

Sileya Scuba Divers memahami laut melalui kedalaman. Mereka turun, mengamati, menemukan kehidupan, sekaligus menyaksikan secara langsung bagaimana ekosistem laut membutuhkan perlindungan. Pada 24 Juli 2024, misalnya, kelompok ini bersama personel Kodim 1415/Selayar, Green Youth Movement, dan warga ikut membersihkan pesisir dari sampah plastik di Dusun Saburangia, Desa Mekar Indah, Kecamatan Buki.

Kisah semacam itu memperlihatkan bahwa menjaga lingkungan laut tidak mengenal sekat profesi. Prajurit, penyelam, pemuda, masyarakat pesisir, pemerintah, dan komunitas dapat bertemu dalam satu kepentingan: memastikan laut tetap menjadi ruang kehidupan bagi generasi berikutnya.

Dari perspektif itulah ucapan selamat Sileya Scuba Divers kepada Jenderal Nefra menjadi lebih dari sekadar pesan seremonial. Ia adalah salam dari sebuah komunitas yang pernah berbagi ruang, pengalaman, dan kecintaan terhadap laut.

“Selamat dan sukses untuk Jenderal Nefra. Salam lestari dari Selayar.”

Pesan itu sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam. Ada ingatan tentang Selayar, tentang laut, tentang persahabatan, dan tentang sebuah perjalanan pengabdian yang terus bergerak dari satu ruang ke ruang lainnya.

Selayar mungkin telah lama ditinggalkan dalam perjalanan tugasnya. Tetapi laut tidak pernah benar-benar mengenal istilah pergi. Ia terus menghubungkan pulau dengan pulau, manusia dengan manusia, dan masa lalu dengan masa depan.

Dari laut Selayar, keluarga besar Sileya Scuba Divers menitipkan salam. Semoga amanah baru Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus sebagai Dekan Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan RI membawa energi baru bagi pengembangan pengetahuan, ketahanan nasional, dan pengabdian kepada Indonesia.

Dan dari komunitas yang hidup bersama laut, satu pesan sederhana kembali dikirimkan:

Salam lestari. Salam bahari. Salam dari Selayar untuk Jenderal Nefra.