Edukasi “Anak Cerdas Keamanan Pangan” Perkuat Kewaspadaan Siswa Penerima MBG di SDN 13 Kassiloe

  • Whatsapp
Program ini memiliki arti penting bagi UPTD SDN 13 Kassiloe yang merupakan salah satu sekolah penerima manfaat MBG. Selain itu, sekolah ini pernah mengalami kejadian keracunan makanan pada Desember 2025. Karena itu, penguatan kapasitas siswa diharapkan dapat menjadi salah satu lapisan kewaspadaan dini dalam mendukung keamanan pangan di lingkungan sekolah.

PELAKITA.ID – Upaya meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap keamanan pangan di lingkungan sekolah terus dilakukan melalui kegiatan edukasi bagi siswa penerima Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan bertajuk “Anak Cerdas Keamanan Pangan” ini dilaksanakan di UPTD SDN 13 Kassiloe, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Jumat (7/8/2026), dan diikuti oleh 169 siswa.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat pada Ruang Lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.

Program ini bertujuan meningkatkan literasi serta keterampilan dasar siswa dalam mengenali makanan yang berpotensi tidak aman, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk melaporkan temuan kepada guru atau pihak sekolah.

Pelaksanaan edukasi dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan berbasis praktik dengan memanfaatkan Paket Edukasi “Anak Cerdas Keamanan Pangan”.

Paket tersebut terdiri atas poster, flipchart, kartu edukatif, modul panduan deteksi dini keamanan makanan, serta alat bantu simulasi untuk membedakan makanan yang aman dan makanan yang perlu diwaspadai.

Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada berbagai indikator sederhana yang dapat diamati sebelum mengonsumsi makanan, seperti perubahan warna, bau yang tidak normal, perubahan tekstur, tingkat kebersihan makanan dan wadah, hingga kondisi kemasan.

Siswa juga dilatih untuk mengambil tindakan yang tepat apabila menemukan makanan yang mencurigakan melalui pesan utama, “Kenali – Jangan Konsumsi – Laporkan.”

Program ini memiliki arti penting bagi UPTD SDN 13 Kassiloe yang merupakan salah satu sekolah penerima manfaat MBG.

Selain itu, sekolah ini pernah mengalami kejadian keracunan makanan pada Desember 2025. Karena itu, penguatan kapasitas siswa diharapkan dapat menjadi salah satu lapisan kewaspadaan dini dalam mendukung keamanan pangan di lingkungan sekolah.

Kepala UPTD SDN 13 Kassiloe, H. Irwan, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi keamanan pangan sangat penting diberikan kepada siswa karena mereka merupakan penerima langsung manfaat Program MBG.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan edukasi keamanan pangan ini. Anak-anak bukan hanya perlu mendapatkan makanan yang bergizi, tetapi juga perlu mengetahui bagaimana mengenali makanan yang aman dan apa yang harus dilakukan jika menemukan makanan yang mencurigakan. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat menjadi kebiasaan bagi siswa dan terus diterapkan di sekolah,” ujar H. Irwan.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan guru menjadi faktor penting dalam keberlanjutan edukasi. Guru diharapkan dapat terus mengingatkan siswa mengenai prinsip-prinsip keamanan pangan serta memberikan respons cepat apabila terdapat laporan terkait makanan yang dikonsumsi siswa.

Tim pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem pengawasan keamanan pangan yang dilakukan oleh penyedia maupun pengelola MBG.

Sebaliknya, siswa ditempatkan sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini melalui kemampuan melakukan pengamatan sederhana dan melaporkan kondisi makanan yang mencurigakan kepada orang dewasa yang bertanggung jawab.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi simulasi. Siswa diberikan contoh berbagai kondisi makanan dan diminta mengidentifikasi karakteristik yang perlu diwaspadai.

Melalui metode ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga berlatih mengambil keputusan dalam situasi yang menyerupai kondisi nyata sehari-hari.

Program ini sekaligus menjadi bentuk hilirisasi hasil penelitian dan pengalaman pengabdian tim pelaksana di bidang pangan, gizi, dan lingkungan sekolah. Berbagai media edukasi yang digunakan dikembangkan untuk membantu anak memahami konsep keamanan pangan secara sederhana, visual, menarik, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Pelaksanaan kegiatan diharapkan memberikan manfaat pada dua tingkat.

Pada tingkat individu, siswa diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mengenali makanan yang berpotensi tidak aman. Sementara pada tingkat sekolah, kegiatan ini diharapkan memperkuat peran guru dalam membangun budaya kewaspadaan terhadap keamanan pangan.

Melalui kegiatan “Anak Cerdas Keamanan Pangan”, siswa tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat Program Makanan Bergizi Gratis, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan sehat. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam mendukung penyelenggaraan MBG yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.