Unhas Himpun 24 PTNBH Bahas Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi

  • Whatsapp
Universitas Hasanuddin menjadi tuan rumah Temu Nasional Jaringan Penjaminan Mutu (JPM) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) ke-7 yang berlangsung di Hotel Aston Makassar, pada Rabu-Kamis (6–7/8).

PELAKITA.ID  – Universitas Hasanuddin menjadi tuan rumah Temu Nasional Jaringan Penjaminan Mutu (JPM) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) ke-7 yang berlangsung di Hotel Aston Makassar, pada Rabu-Kamis (6–7/8).

Ketua LPMPP Unhas, Prof. Rini Rachmawaty, S.Kep., Ns., M.N., Ph.D., mengatakan forum ini merupakan forum bagi PTNBH untuk menyamakan persepsi dalam merespons perubahan kebijakan sekaligus memperkuat budaya mutu di perguruan tinggi.

“Melalui forum ini, setiap PTNBH dapat saling berbagi pengalaman dan praktik baik sehingga lahir rekomendasi yang dapat memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi secara nasional,” kata Prof. Rini.

Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., hadir membuka kegiatan. Dalam sambutannya, Prof JJ menegaskan bahwa peningkatan kualitas perguruan tinggi harus dibangun melalui semangat bertumbuh bersama.

“Target kita adalah membawa perguruan tinggi Indonesia agar semakin maju. Kita tidak perlu saling bersaing, tetapi bagaimana seluruh perguruan tinggi dapat tumbuh bersama melalui kolaborasi dan saling belajar,” kata Prof. JJ.

Perubahan kebijakan hendaknya dipandang sebagai peluang untuk melakukan pembenahan. Perguruan tinggi dituntut menghadirkan berbagai inovasi dalam pembelajaran, tata kelola akademik, hingga penyusunan instrumen akreditasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

“Jangan menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti berkembang. Justru dari tantangan lahir berbagai solusi yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi,” kata Prof. JJ.

Prof. JJ berharap diskusi yang berkembang selama forum akan menghasilkan rekomendasi sebagai masukan bagi pemerintah dalam penyempurnaan kebijakan penjaminan mutu.

“Kami berharap berbagai gagasan yang lahir dari forum ini dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan nasional sehingga sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi semakin adaptif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran,” kata Prof. JJ.

Rangkaian forum diisi dengan paparan best practice pengusulan Akreditasi Internasional Perguruan Tinggi (AIPT) oleh Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta.Melalui pemaparan tersebut, peserta mendiskusikan berbagai strategi dalam membangun budaya mutu yang berdaya saing global.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan penyusunan rekomendasi implementasi Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 dan Peraturan BAN-PT Nomor 35 Tahun 2025, yang diharapkan dapat memperkuat tata kelola penjaminan mutu di lingkungan PTNBH.(*/dhs)