Mahasiswa KKN-PK Unhas Gelar Edukasi Oral Habits dan Screening Oral Bad Habits bagi Siswa SMP/MTS di Kelurahan Majjelling Wattang

  • Whatsapp
Penanggung jawab kegiatan, Shofiyyah Nabilah, menjelaskan bahwa edukasi dan screening ini dirancang untuk mendorong remaja lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut melalui perubahan perilaku sehari-hari.

PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Permasalahan kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan dalam mewujudkan kualitas hidup yang sehat sejak usia dini.

Rendahnya pengetahuan mengenai kebiasaan buruk pada rongga mulut (oral habits) menyebabkan banyak remaja tanpa sadar melakukan kebiasaan seperti menggigit kuku, menggigit pensil, menggigit bibir, mengunyah es batu, hingga mengunyah hanya pada satu sisi rahang.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan gigi, susunan rahang, dan fungsi rongga mulut apabila dilakukan secara terus-menerus.

Sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan bertajuk “Edukasi Kebiasaan Buruk Rongga Mulut (Oral Habits) dan Screening Oral Bad Habits” bagi siswa SMP/MTS di Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Posko KKN Profesi Kesehatan Kelurahan Majjelling Wattang ini merupakan program kerja individu yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kemampuan siswa dalam mengenali kebiasaan buruk pada rongga mulut yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan gigi dan mulut.

Program ini dilaksanakan berdasarkan hasil survei dan wawancara dengan tokoh masyarakat yang menunjukkan masih tingginya kasus kehilangan gigi (edentulisme) di masyarakat. Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya upaya promotif dan preventif sejak usia remaja agar kesehatan gigi dan mulut dapat dipertahankan hingga dewasa dan lanjut usia.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai oral habits beserta dampaknya terhadap kesehatan gigi dan mulut.

Selanjutnya, mahasiswa KKN-PK melakukan screening oral bad habits melalui observasi dan wawancara singkat guna mengidentifikasi kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan oleh masing-masing peserta.

Setelah proses screening, peserta mengikuti sesi edukasi mengenai pengertian oral habits, berbagai jenis kebiasaan buruk pada rongga mulut, dampaknya terhadap gigi, jaringan penyangga gigi, serta pertumbuhan rahang, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Materi disampaikan secara komunikatif menggunakan media presentasi sehingga lebih mudah dipahami oleh para peserta.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi hingga diskusi. Beragam pertanyaan diajukan mengenai kebiasaan yang sering dilakukan tanpa disadari, dampaknya terhadap pertumbuhan gigi, serta cara menghentikan kebiasaan tersebut agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan di masa mendatang.

Untuk meningkatkan partisipasi peserta, mahasiswa KKN-PK juga mengadakan kuis interaktif yang mengulas kembali materi yang telah disampaikan.

Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk menerapkan kebiasaan yang mendukung kesehatan gigi dan mulut.

Sebagai evaluasi akhir, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai berbagai bentuk oral habits, dampaknya terhadap kesehatan gigi dan mulut, serta pentingnya menghindari kebiasaan tersebut sejak dini.

Program Edukasi Kebiasaan Buruk Rongga Mulut (Oral Habits) dan Screening Oral Bad Habits merupakan salah satu bentuk pengabdian Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan gigi dan mulut.

Penanggung jawab kegiatan, Shofiyyah Nabilah, menjelaskan bahwa edukasi dan screening ini dirancang untuk mendorong remaja lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut melalui perubahan perilaku sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini kami berharap peserta dapat mengenali berbagai kebiasaan buruk pada rongga mulut yang sering dilakukan tanpa disadari serta memahami dampaknya terhadap kesehatan gigi dan mulut. Dengan adanya screening dan edukasi, diharapkan peserta lebih termotivasi untuk menghindari kebiasaan tersebut sehingga kesehatan gigi dan mulut dapat terjaga sejak dini,” ujarnya.

Salah seorang peserta mengaku memperoleh wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Selama ini saya menganggap kebiasaan seperti menggigit kuku atau menggigit pensil adalah hal yang biasa. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya baru mengetahui bahwa kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Edukasi ini sangat bermanfaat dan membuat saya lebih peduli untuk menjaga kesehatan gigi,” ungkapnya.

Program Edukasi Kebiasaan Buruk Rongga Mulut (Oral Habits) dan Screening Oral Bad Habits merupakan salah satu bentuk pengabdian Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan gigi dan mulut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap para siswa SMP/MTS di Kelurahan Majjelling Wattang semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menghindari berbagai kebiasaan buruk pada rongga mulut.

Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran sejak usia remaja, diharapkan tumbuh generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas.

___
Penulis: Shofiyyah Nabilah
Editor: Aisya Sofianita Kamaruddin