PELAKITA.ID – Desa Bulucenrana, Sidenreng Rappang – Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin, Safrina Inayah, dari Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, melaksanakan program kerja individu bertajuk “Aku Kenal Emosiku”, sebuah kegiatan psikoedukasi literasi emosi bagi siswa kelas IV sekolah dasar di Desa Bulucenrana.
Program ini dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026 di SD Negeri 4 Otting dan SD Negeri 6 Otting, serta Kamis, 30 Juli 2026 di SD Negeri 2 Otting dan SD Negeri 9 Otting, dengan melibatkan 88 siswa kelas IV dari keempat sekolah tersebut.
Literasi emosi merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak usia sekolah dasar karena berperan dalam mendukung kesehatan mental, perkembangan sosial, serta keberhasilan belajar anak.
Pada usia sekitar 9–10 tahun, anak mulai mampu mengenali, memahami, dan mengelola emosinya dengan lebih baik sehingga menjadi periode yang tepat untuk diberikan edukasi mengenai emosi.
Berangkat dari pentingnya penguatan keterampilan sosial-emosional sejak dini, program “Aku Kenal Emosiku” dirancang untuk membantu anak-anak mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi secara sehat melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi emosi siswa sekolah dasar agar mampu mengenali berbagai jenis emosi, memahami penyebab munculnya emosi, mengenal konsep Zona Emosi, serta menerapkan strategi sederhana dalam mengelola emosi secara sehat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa memiliki keterampilan dasar dalam mengekspresikan perasaan dengan cara yang positif sebagai bekal untuk mendukung perkembangan sosial dan kesehatan mental mereka.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pre-test sebagai pengukuran awal pemahaman peserta mengenai emosi. Selanjutnya, peserta memperoleh materi interaktif mengenai pengenalan emosi, jenis-jenis emosi, konsep zona emosi, serta teknik regulasi emosi sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk memperkuat pemahaman, siswa mengikuti berbagai aktivitas melalui lembar kerja yang berisi permainan mencocokkan emosi dan teka-teki silang bertema emosi.
Kegiatan kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu “Aku Kenal Emosiku”, mengucapkan Janji Emosi bersama-sama sebagai bentuk komitmen untuk mengelola emosi dengan baik, dilanjutkan dengan pengerjaan post-test, pembagian reward, serta sesi foto bersama.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berpartisipasi dalam permainan dan kuis, serta berani menceritakan pengalaman emosinya di depan teman-teman. Salah satu aktivitas yang paling menarik perhatian adalah permainan “Temukan Emosimu”, yaitu teka-teki mencari kata yang berisi berbagai jenis emosi.
Melalui permainan ini, siswa berhasil menemukan 10 jenis emosi dengan benar dan sangat antusias mempraktikkan ekspresi dari setiap emosi yang ditemukan.
Sebagian besar siswa juga mengaku baru mengetahui bahwa emosi tidak hanya terdiri dari senang, sedih, marah, dan takut, tetapi masih banyak jenis emosi lain yang dapat mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kelas berlangsung interaktif dan penuh semangat, sehingga materi dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, siswa mampu menyebutkan dan membedakan berbagai jenis emosi, memahami konsep zona emosi, serta mempraktikkan teknik regulasi emosi sederhana, seperti berhenti sejenak, menarik napas, dan mengungkapkan perasaan kepada orang yang dipercaya.
Keberhasilan siswa dalam menemukan dan mengenali 10 jenis emosi melalui permainan Temukan Emosimu menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang interaktif dapat membantu meningkatkan literasi emosi anak sejak usia sekolah dasar.
Kepala SD Negeri 6 Otting menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin atas pelaksanaan program tersebut. Menurut beliau, kegiatan ini memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi siswa serta menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan mengenai pentingnya mengenali dan mengelola emosi.
Sementara itu, Safrina Inayah berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak. “Melalui program ini, saya berharap anak-anak memahami bahwa semua emosi boleh dirasakan. Yang terpenting adalah mereka mengetahui cara mengekspresikan dan mengelola emosi tersebut dengan tepat,” ujarnya.
Melalui program kerja “Aku Kenal Emosiku”, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berupaya memberikan kontribusi dalam mendukung penguatan kesehatan mental dan perkembangan sosial-emosional anak sejak usia sekolah dasar.
Diharapkan edukasi mengenai literasi emosi dapat terus diperkenalkan di lingkungan sekolah sehingga anak-anak memiliki bekal yang baik untuk mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosinya secara sehat dalam kehidupan sehari-hari.









