Dr. Fachrie Rezka Ayyub, Sosok Pengawal Tata Kelola Lingkungan dan Kelautan Sulawesi Selatan

  • Whatsapp
Fahrie Reskha Ayyub (Ilustrasi Pelakita.ID)
  • Latar belakang ilmu kelautan memberikan perspektif tersendiri dalam memahami persoalan lingkungan. Wilayah pesisir dan laut merupakan ekosistem yang sangat penting bagi masyarakat, tetapi pada saat yang sama menghadapi tekanan dari berbagai aktivitas manusia.
  • Pemahaman mengenai ekosistem pesisir, pengelolaan sumber daya dan dinamika lingkungan menjadi bekal untuk melihat persoalan lingkungan secara lebih menyeluruh. Lingkungan tidak berdiri sendiri, melainkan berhubungan dengan aktivitas ekonomi, masyarakat, tata ruang dan kebijakan pembangunan.

PELAKITA.ID – Persoalan lingkungan hidup membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan. Dibutuhkan sumber daya manusia yang memahami aspek akademik sekaligus mampu menerjemahkan regulasi menjadi praktik pengelolaan lingkungan yang efektif di lapangan. Sosok itu salah satunya adalah Dr. Fachrie Rezka Ayyub, S.Kel., M.Si.

Fachrie Rezka Ayyub merupakan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Selatan.

Latar belakang pendidikan dan pengalaman profesionalnya mempertemukan tiga bidang penting, yakni kelautan, lingkungan hidup, serta tata kelola kebijakan lingkungan.

Perjalanan akademiknya dimulai dari bidang kelautan. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Kelautan di Universitas Hasanuddin. Fondasi tersebut kemudian diperkuat melalui pendidikan Magister Manajemen Pesisir di Universitas Muslim Indonesia.

Tidak berhenti di jenjang magister, Fachrie melanjutkan pendidikan doktoral pada bidang Kependudukan dan Lingkungan Hidup di Universitas Negeri Makassar.

Lintasan pendidikan tersebut memperlihatkan perhatian yang konsisten terhadap hubungan antara manusia, wilayah pesisir, sumber daya alam dan keberlanjutan lingkungan.

Bekal akademik tersebut menjadi modal dalam menjalankan perannya sebagai aparatur yang berkecimpung dalam pengendalian dampak lingkungan.

Dalam pekerjaannya, ia berkarya dan berkontribusi langsung di bawah DLHK Provinsi Sulawesi Selatan, terutama dalam pengelolaan persoalan lingkungan yang membutuhkan pemahaman terhadap regulasi dan implementasi kebijakan.

Fachrie dikenal sebagai peneliti sekaligus praktisi di bidang kelautan dan lingkungan hidup. Kombinasi tersebut menjadi penting karena persoalan lingkungan tidak hanya membutuhkan pendekatan teoritis, tetapi juga kemampuan memahami kondisi lapangan dan menerapkan regulasi secara tepat.

Salah satu kompetensi yang menjadi perhatian utamanya adalah tata kelola regulasi lingkungan.

Penguasaan terhadap regulasi menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan pembangunan tetap memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat dan ekosistem.

Pengendalian dampak lingkungan

Selain tata kelola regulasi, Fachrie memiliki pengalaman dalam pengendalian dampak lingkungan, evaluasi dokumen lingkungan dan penerapan regulasi lingkungan di daerah.

Keahlian tersebut menempatkannya pada posisi strategis dalam menjembatani kebutuhan pembangunan dengan kepentingan perlindungan lingkungan.

Latar belakang ilmu kelautan memberikan perspektif tersendiri dalam memahami persoalan lingkungan. Wilayah pesisir dan laut merupakan ekosistem yang sangat penting bagi masyarakat, tetapi pada saat yang sama menghadapi tekanan dari berbagai aktivitas manusia.

Pemahaman mengenai ekosistem pesisir, pengelolaan sumber daya dan dinamika lingkungan menjadi bekal untuk melihat persoalan lingkungan secara lebih menyeluruh. Lingkungan tidak berdiri sendiri, melainkan berhubungan dengan aktivitas ekonomi, masyarakat, tata ruang dan kebijakan pembangunan.

Dalam konteks tersebut, pengalaman Fachrie di bidang kelautan berpadu dengan keahliannya dalam tata kelola lingkungan. Pendekatan ini relevan bagi Sulawesi Selatan yang memiliki wilayah pesisir dan laut luas serta aktivitas pembangunan yang terus berkembang.

Sebagai Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda, salah satu fokus keahliannya adalah memastikan aspek lingkungan menjadi bagian penting dalam proses pembangunan.

Pengendalian dampak lingkungan tidak sekadar berkaitan dengan kepatuhan administratif. Lebih jauh, proses tersebut membutuhkan pemahaman terhadap potensi dampak kegiatan, evaluasi dokumen lingkungan, penerapan regulasi serta pengawasan terhadap pelaksanaan komitmen lingkungan.

Karena itu, kompetensi dalam evaluasi dokumen lingkungan menjadi bagian penting dari pekerjaannya. Dokumen lingkungan menjadi salah satu instrumen untuk memastikan potensi dampak suatu kegiatan dapat diidentifikasi dan dikelola sejak awal.

Di sisi lain, penerapan kebijakan lingkungan berbasis daerah juga menjadi perhatian. Setiap daerah memiliki karakteristik sosial, ekonomi dan ekologis yang berbeda sehingga implementasi kebijakan membutuhkan pemahaman terhadap konteks lokal.

Fachrie menempatkan tata kelola regulasi hijau, pengelolaan lingkungan hidup, pengendalian dampak lingkungan dan implementasi kebijakan lingkungan berbasis daerah sebagai bagian dari fokus keahliannya.

Keempat aspek tersebut saling berkaitan. Regulasi memberikan kerangka, pengelolaan lingkungan memastikan sumber daya tetap terjaga, pengendalian dampak mengantisipasi konsekuensi kegiatan pembangunan, sementara kebijakan berbasis daerah memastikan seluruh proses dapat diterapkan sesuai karakteristik wilayah.

Dengan latar belakang akademik di bidang kelautan, manajemen pesisir serta kependudukan dan lingkungan hidup, Fachrie memiliki perspektif lintas disiplin dalam melihat tantangan lingkungan.

Ia tidak hanya melihat lingkungan sebagai persoalan ekologis, tetapi juga sebagai bagian dari hubungan antara manusia dan ruang hidupnya. Perspektif tersebut menjadi penting ketika pembangunan harus berjalan beriringan dengan perlindungan sumber daya alam.

Posisi Fachrie sebagai peneliti dan praktisi juga menjadi kekuatan tersendiri. Memberikan ruang untuk mengembangkan pengetahuan, penelitian membantu memahami persoalan berdasarkan bukti, sementara pengalaman birokrasi memberikan pemahaman mengenai bagaimana kebijakan diterapkan.

Tantangan ke depan

Di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan berkelanjutan, sosok dengan latar belakang lintas disiplin seperti Fachrie memiliki peran penting. Tantangan lingkungan membutuhkan kemampuan untuk memahami ekosistem sekaligus membaca regulasi, kebijakan dan dinamika masyarakat.

Perjalanan pendidikan dan profesional Dr. Fachrie Rezka Ayyub menunjukkan satu benang merah: lingkungan hidup membutuhkan pengelolaan yang berbasis pengetahuan, regulasi dan praktik yang konsisten.

Dari ilmu kelautan, manajemen pesisir hingga kependudukan dan lingkungan hidup, perjalanan akademiknya memperkuat kapasitas untuk berkontribusi dalam pengendalian dampak lingkungan. Dari ruang DLHK Provinsi Sulawesi Selatan, kompetensi tersebut kemudian diterapkan dalam konteks kebijakan dan tata kelola lingkungan di daerah.

Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, penguatan kapasitas sumber daya manusia seperti Fachrie menjadi bagian penting dari upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan hidup di Sulawesi Selatan.

___
Penulis Kamaruddin Azis