PELAKITA.ID – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara pelaku Usaha Mikro, Kecil, – dan Menengah (UMKM) memproduksi materi promosi. Teknologi ini memungkinkan pengembangan ide, desain visual, hingga video promosi dilakukan dengan lebih cepat dan mudah.
Bagi UMKM, pemanfaatan AI membuka peluang memperkuat pemasaran digital, walaupun masih menghadapi keterbatasan keterampilan desain dan produksi konten.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin memanfaatkan peluang tersebut melalui workshop “Transformasi Pemasaran Digital Berbasis Artificial Intelligence” bagi Kelompok UMKM Wanita Tangguh Desa Minasa Upa.
Workshop merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat skim Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini melibatkan Kepala Desa, pendamping UMKM, konsultan PLUT, serta mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan pada 8–9 Agustus 2026 di Aula Kantor Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.
Ketua Tim Pengabdian, Ir. Baginda Hamzah, S.T., M.B.A., menjelaskan pengenalan AI berangkat dari kebutuhan praktis pelaku UMKM. Peserta didorong memahami penggunaan teknologi melalui tahapan yang dapat diterapkan secara mandiri dalam kegiatan pemasaran sehari-hari.
“Pemanfaatan AI tidak harus dimulai dari sesuatu yang rumit. Dari hal sederhana seperti membuat logo, poster, atau video promosi secara mandiri, pelaku UMKM sudah dapat menghasilkan perubahan dalam cara produk mereka dikenal dan dipasarkan,” jelas Baginda.
Pembelajaran berlangsung melalui praktik langsung. Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan sejumlah platform berbasis AI, seperti ChatGPT, Canva AI, dan CapCut AI. Berbagai perangkat tersebut membantu peserta mengembangkan ide promosi, menyusun konsep konten, merancang identitas visual, sampai menghasilkan materi promosi dalam bentuk gambar dan video.
Lebih lanjut, Baginda menambahkan, pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengurangi ketergantungan pada layanan produksi konten eksternal. Keterampilan tersebut juga memberi ruang bagi pelaku usaha mengelola promosi produk secara lebih mandiri.
Sebagai tindak lanjut workshop, Tim Pengabdian Unhas menyerahkan sejumlah peralatan untuk mendukung branding dan promosi produk UMKM. Tim juga meluncurkan website umkmminasaupa.id sebagai media digital untuk memperkenalkan Kelompok UMKM Wanita Tangguh beserta produk-produknya kepada masyarakat yang lebih luas.
Kepala Desa Minasa Upa, Rusman, S.Sos., menyambut baik program pendampingan tersebut. “Kami berharap pendampingan ini dapat mendorong ibu-ibu pelaku UMKM di Desa Minasa Upa semakin kreatif, mandiri, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan produknya ke pasar yang lebih luas,” jelas Rusman.
Program ini memperkuat kapasitas perempuan pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi digital, yang juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 5 tentang Kesetaraan Gender, SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDGs 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Adapun tim pengabdian yang ikut terlibat, yakni:
Ketua : Ir. Baginda Hamzah, S.T., M.B.A.
Anggota
– Dr. Ibriati Kartika Alimuddin, S.E., M.Si., Universitas Hasanuddin
– Andi Jamiati Paramita, S.T., M.T. Institut Teknologi dan Bisnis Kalla
(*/tim/mir)









