Oleh: M. Lucky Rubby Sahnur
PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Inovasi Desa Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan fasilitas tempat sampah organik pengolah kompos di area Kantor Kelurahan Lajonga, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Rabu (29/7/2026).
Program ini menjadi salah satu upaya mendorong pengelolaan limbah organik yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan sampah.
Program kerja individu tersebut diinisiasi oleh M. Lucky Rubby Sahnur sebagai solusi atas penumpukan limbah daun kering di lingkungan kantor kelurahan yang selama ini umumnya hanya dikumpulkan dan dibakar. Melalui penyediaan tempat sampah organik ini, limbah daun dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman dan memperbaiki kualitas lingkungan sekitar.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 12, yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui penerapan pengelolaan sampah berbasis pemanfaatan kembali limbah organik.
M. Lucky Rubby Sahnur menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dirancang agar proses pengumpulan dan penguraian limbah organik dapat dilakukan secara lebih mudah, teratur, dan berkelanjutan.
“Selama ini daun-daun kering di sekitar kantor kelurahan umumnya hanya disapu lalu dibakar. Melalui tempat sampah organik ini, limbah daun dapat ditampung dan diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman serta mengurangi pencemaran lingkungan,” ujarnya.
Program ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kelurahan Lajonga. Lurah Lajonga, Hj. Salmiah, S.H., mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
“Kehadiran tempat sampah pengolah kompos ini sangat membantu menjaga kebersihan lingkungan kantor kelurahan. Selain membuat lingkungan lebih rapi, fasilitas ini juga menjadi media pembelajaran bagi masyarakat agar mulai mengolah limbah organik secara mandiri dan bernilai guna,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Inovasi Desa Universitas Hasanuddin berharap fasilitas pengolah kompos tersebut dapat terus dimanfaatkan dan dirawat oleh pemerintah kelurahan bersama masyarakat.
Keberlanjutan pengelolaan kompos diharapkan mampu menciptakan lingkungan Kelurahan Lajonga yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di tingkat masyarakat.
Editor: Aisya Sofianita Kamaruddin









