PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin yang bertugas di Desa Kulo menyelenggarakan program kerja kelompok bertajuk “PEKA ISPA (Peduli Kesehatan dan Cegah ISPA): Gerakan Masyarakat Peduli Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut melalui Edukasi Kesehatan”.
Kegiatan berlangsung pada Kamis (30/7/2026) di Aula Kantor Desa Kulo, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap tingginya angka kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Desa Kulo. Berdasarkan data UPT Puskesmas Kulo tahun 2025, tercatat sebanyak 395 kasus ISPA, menjadikannya penyakit dengan jumlah kasus tertinggi kedua di desa tersebut setelah hipertensi.

Melalui pendekatan kolaboratif lintas disiplin, kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari Program Studi Kedokteran, Keperawatan, Fisioterapi, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Hewan, dan Kedokteran Gigi.
Kolaborasi tersebut menghadirkan edukasi kesehatan yang komprehensif dengan mengintegrasikan berbagai aspek pencegahan dan penanganan ISPA.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pengisian pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal masyarakat.
Selanjutnya, peserta mengikuti lima sesi edukasi yang mencakup deteksi dini dan triase sederhana ISPA, demonstrasi teknik fisioterapi dada mandiri seperti clapping, vibrating, dan postural drainage, identifikasi faktor risiko lingkungan rumah, penerapan pendekatan One Health dalam pencegahan penyakit zoonosis yang berkaitan dengan kesehatan pernapasan, serta pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut dan pengelolaan sikat gigi sebagai bagian dari upaya mencegah infeksi.
Kepala Desa Kulo, Haryanto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi kesehatan masyarakat dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga dalam mencegah penyakit.
“Kami atas nama Pemerintah Desa sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN-PK Unhas yang telah menghadirkan program PEKA ISPA ini. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi warga kami. Kami berharap edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama anak-anak di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif, sesi tanya jawab, pengisian post-test, serta evaluasi untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya promotif dan preventif di tingkat desa, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin juga menyerahkan media edukasi berupa poster interaktif yang dipasang di Posyandu dan UPT Puskesmas Kulo, serta banner edukasi di Kantor Desa Kulo. Media tersebut diharapkan dapat menjadi sumber informasi kesehatan yang dapat diakses masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui program PEKA ISPA, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Kulo semakin memahami pentingnya pencegahan ISPA melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga kualitas lingkungan, serta meningkatkan kesadaran untuk melakukan deteksi dini apabila muncul gejala penyakit.
Upaya promotif dan preventif seperti ini diharapkan mampu menekan angka kejadian ISPA sekaligus mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan tangguh.
Editor: Aisya Sofianita Kamaruddin









