Mahasiswa KKN-PK Unhas Tanamkan Budaya Siaga Kebakaran Sejak Dini kepada Siswa SD Negeri 2 Benteng

  • Whatsapp
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Kelurahan Panreng menggelar edukasi kesiapsiagaan bencana kebakaran bagi siswa UPT SD Negeri 2 Benteng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang.

PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Kesadaran menghadapi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab orang dewasa. Anak-anak pun perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar agar mampu mengenali potensi bahaya serta mengambil tindakan yang tepat saat menghadapi situasi darurat.

Berangkat dari semangat tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Kelurahan Panreng menggelar edukasi kesiapsiagaan bencana kebakaran bagi siswa UPT SD Negeri 2 Benteng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan yang mengusung tema “Gerakan Edukasi Dini Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran pada Siswa Sekolah Dasar” ini menyasar siswa kelas V dan VI. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun budaya keselamatan sejak usia dini melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif, komunikatif, dan mudah dipahami.

Dalam sesi edukasi, mahasiswa KKN memperkenalkan berbagai materi dasar mengenai kebakaran, mulai dari pengertian, penyebab, potensi bahaya, hingga langkah-langkah pencegahan dan tindakan penyelamatan diri apabila terjadi kebakaran.

Seluruh materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar sehingga lebih mudah diterima dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Agar suasana belajar lebih menarik, penyampaian materi dipadukan dengan presentasi visual dan video animasi edukatif.

Pendekatan tersebut berhasil menciptakan suasana kelas yang hidup, sekaligus membantu siswa memahami berbagai situasi yang dapat memicu kebakaran maupun cara menghindarinya.

Tidak hanya mendengarkan materi, para siswa juga diajak terlibat aktif melalui sesi diskusi dan identifikasi berbagai kondisi aman maupun berisiko di lingkungan sekitar. Dalam kegiatan ini, mereka didorong untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat, serta menerapkan pengetahuan yang baru diperoleh melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran, tim mahasiswa melaksanakan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah kegiatan berakhir. Evaluasi tersebut menjadi indikator untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa sekaligus menjadi bahan penilaian keberhasilan program edukasi yang dilaksanakan.

Menurut tim KKN, edukasi kesiapsiagaan kebakaran memiliki peran penting karena anak-anak termasuk kelompok yang rentan ketika menghadapi situasi darurat.

Pengetahuan mengenai sumber penyebab kebakaran, cara mencegahnya, hingga langkah penyelamatan diri diharapkan mampu membentuk perilaku yang lebih waspada, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa tampak aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari menyimak materi, menyaksikan video edukasi, menjawab pertanyaan, hingga berpartisipasi dalam diskusi interaktif. Semangat mereka juga terlihat ketika mengikuti post-test sebagai evaluasi akhir terhadap materi yang telah dipelajari.

Pihak UPT SD Negeri 2 Benteng memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin. Program ini dinilai memberikan manfaat nyata dalam memperkaya pengetahuan siswa mengenai kesiapsiagaan bencana, sekaligus menumbuhkan budaya keselamatan sejak usia sekolah.

Metode pembelajaran yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik anak dinilai mampu meningkatkan minat belajar sekaligus memudahkan siswa memahami materi yang disampaikan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin yang berfokus pada upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Melalui edukasi tersebut, mahasiswa berharap pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi bekal yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu mengenali potensi bahaya kebakaran, melakukan langkah-langkah pencegahan, serta mengambil keputusan yang tepat untuk melindungi diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya ketika menghadapi keadaan darurat.