PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar program KOMPAK (Kelola Organik Menjadi Pupuk Kompos) di Desa Bulucenrana, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga sekaligus mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Bertempat di Kantor Desa Bulucenrana, kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang merupakan perwakilan dari enam dusun di desa tersebut.
Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, mahasiswa KKN-PK mengajak masyarakat melihat sampah organik bukan lagi sebagai limbah, melainkan aset yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian dan perkebunan.
Program KOMPAK lahir dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan bahwa pembakaran sampah masih menjadi cara utama sebagian warga dalam mengurangi timbunan sampah rumah tangga. Kebiasaan tersebut dinilai berpotensi mencemari lingkungan sekaligus menghasilkan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Kondisi ini juga diperkuat oleh data Puskesmas Dongi yang menunjukkan bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan di wilayah kerjanya.

Di sisi lain, mayoritas masyarakat Desa Bulucenrana berprofesi sebagai petani dan pekebun sehingga memiliki peluang besar untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang bernilai guna.
Dalam sesi edukasi, mahasiswa KKN-PK memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga secara benar, dampak negatif pembakaran sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta pengenalan jenis-jenis sampah beserta metode penanganannya.
Peserta diajak memahami bahwa sampah organik dan anorganik memerlukan perlakuan yang berbeda agar tidak menjadi sumber pencemaran dan justru dapat dimanfaatkan kembali.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti demonstrasi pembuatan pupuk kompos menggunakan sampah organik rumah tangga serta bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Melalui praktik tersebut, masyarakat diperlihatkan tahapan pengolahan sampah organik hingga menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman pekarangan, kebun, maupun lahan pertanian.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Seluruh rangkaian acara diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi, demonstrasi pembuatan kompos, dan diakhiri dengan post-test sebagai evaluasi peningkatan pemahaman setelah mengikuti edukasi.
Sebagai bahan pembelajaran lanjutan, setiap peserta juga memperoleh leaflet yang berisi ringkasan materi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga berdasarkan jenisnya serta panduan praktis pembuatan pupuk kompos. Leaflet tersebut diharapkan menjadi referensi yang dapat digunakan masyarakat untuk menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri di rumah.
Melalui Program KOMPAK, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Bulucenrana semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos diharapkan mampu mengurangi kebiasaan membakar sampah, menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus menghasilkan pupuk yang bermanfaat untuk mendukung produktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat.
Lebih jauh, program ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.
Dengan mengubah cara pandang terhadap sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan ekologis, masyarakat diharapkan mampu membangun kebiasaan baru yang memberikan manfaat bagi kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan bersama.









