PONTIANAK – Peran pemimpin dalam menghadapi perubahan organisasi menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/6/2026).
Dalam forum tersebut, Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg ke-64, Muliati, tampil sebagai pembicara dengan mengangkat tema Optimalisasi Peran Pemimpin Sebagai Penggerak Perubahan.
Dalam paparannya, Muliati menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak hanya bertugas mengelola organisasi, tetapi juga menjadi role model yang mampu mengarahkan langkah, kebijakan, dan strategi jangka panjang guna mewujudkan visi organisasi.
Kepemimpinan yang efektif, menurutnya, harus mampu membaca dinamika lingkungan sekaligus menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
Salah satu pendekatan yang dipaparkan dalam diskusi tersebut adalah manajemen strategi berbasis Strategy Factor Analysis Summary (SFAS).
Muliati menjelaskan bahwa SFAS merupakan kerangka kerja yang sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi faktor-faktor strategis, baik yang berasal dari lingkungan internal maupun eksternal organisasi.
Pendekatan ini dinilai penting karena membantu memastikan bahwa seluruh faktor yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi dapat terpetakan secara komprehensif dan tidak ada aspek penting yang terabaikan.
“Dalam strategi SFAS, kita diwajibkan menyediakan kerangka kerja yang sistematis untuk memeriksa faktor internal dan eksternal yang dinilai sangat penting. Dengan demikian, organisasi dapat menentukan prioritas strategi secara lebih tepat dan terukur,” ujar Muliati.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa implementasi strategi tidak berhenti pada tahap perencanaan.
Proses pengawasan dan evaluasi harus dilakukan secara berkala agar organisasi mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan yang terus berkembang. Melalui mekanisme tersebut, strategi yang telah dirancang dapat tetap relevan dan efektif dalam menjawab berbagai tantangan yang muncul.
Muliati juga menjelaskan bahwa penerapan strategi SFAS dapat mendukung optimalisasi penganggaran berbasis kinerja.
Pendekatan ini memungkinkan penggunaan sumber daya yang lebih efektif dan terarah sehingga mampu menunjang pelaksanaan tugas organisasi, termasuk dalam meningkatkan efektivitas penegakan hukum.
Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
FGD ini menjadi ruang berbagi gagasan dan pengalaman mengenai pentingnya kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan berbasis strategi dalam menghadapi tantangan organisasi modern.
Melalui penguatan kapasitas pemimpin sebagai agen perubahan, organisasi diharapkan mampu terus bertransformasi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. (*)









