PT Vale: Kolaborasi dengan Unhas, Perkuat Peternakan Berbasis Masyarakat di Lingkar Tambang

  • Whatsapp
Ilustrasi Khaerul Ikhsan oleh Pelakita.ID

PELAKITA.ID – PT Vale Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam mengembangkan usaha peternakan berbasis masyarakat di wilayah lingkar tambang.

Kemitraan ini dipandang sebagai bagian penting dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mendorong ketahanan pangan dan penguatan ekonomi pedesaan.

Hal tersebut disampaikan Khaerul Ikhsan, perwakilan Unit Community Development (Comdev) PT Vale Indonesia, saat memberikan tanggapan dalam Focus Group Discussion (FGD) pengembangan inovasi peternakan yang melibatkan akademisi, peneliti, dan pelaku industri dengan basis pengembangan ayam ALOPE Unhas, di Unhas Hotel and Convention, Jumat, 17 Juli 2026.

Menurut Khaerul, sejak awal PT Vale melihat pengembangan inovasi peternakan sebagai agenda strategis yang sejalan dengan tujuan pembangunan perusahaan, khususnya dalam menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi.

“Kami sejak awal berkomitmen bekerja sama dengan Fakultas Peternakan karena melihat inovasi di sektor peternakan memiliki kaitan erat dengan ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi perdesaan. Dua hal ini juga menjadi bagian dari tujuan pembangunan yang kami dorong melalui program PPM,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam kolaborasi tersebut PT Vale memosisikan diri bukan sebagai pelaku riset, melainkan sebagai akselerator yang menjembatani hasil-hasil penelitian agar dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.

Menurutnya, inovasi yang lahir dari kampus akan memiliki nilai lebih ketika mampu diimplementasikan menjadi aktivitas ekonomi produktif yang memberikan manfaat langsung bagi kelompok peternak di desa-desa binaan perusahaan.

“Peran kami adalah menjadi penyambung estafet antara inovasi dan implementasi. Kami ingin memastikan hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar menjadi sumber penghidupan masyarakat,” katanya.

Khaerul berharap model pengembangan yang tengah dijalankan bersama Unhas nantinya dapat direplikasi oleh berbagai pihak, baik sektor usaha lainnya maupun masyarakat di wilayah operasi perusahaan.

Selain aspek ilmiah mengenai pengembangan varietas ayam, ia juga menilai masih banyak ruang penelitian yang dapat dikembangkan untuk memperkuat keberhasilan program di lapangan.

Salah satunya adalah bagaimana inovasi teknologi dapat diterima dan diadopsi oleh masyarakat melalui pendekatan sosial, ekonomi, dan pemberdayaan.

“Ke depan kami berharap ada keterlibatan berbagai disiplin ilmu. Tidak hanya peternakan, tetapi juga ilmu sosial, pemberdayaan masyarakat, ekonomi, hingga komunikasi sehingga proses diseminasi inovasi kepada peternak menjadi lebih efektif,” ujarnya.

PT Vale juga mendorong agar setiap inovasi yang dikembangkan sejak awal telah mempertimbangkan model bisnis dan sistem operasional yang mudah diterapkan oleh masyarakat.

Menurut Khaerul, inovasi yang baik seperti ayam Alope ini bukan hanya layak diterapkan pada skala industri, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan ekonomi rumah tangga di pedesaan.

“Program CSR kami bergerak di sektor riil yang menyentuh langsung ekonomi masyarakat. Karena itu, model bisnis yang dikembangkan perlu sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan kapasitas peternak skala rumah tangga,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai temuan ilmiah terbaru, termasuk penelitian mengenai pengendalian penyakit ternak, juga menjadi informasi penting bagi PT Vale dalam mendampingi kelompok-kelompok peternak binaannya agar mampu meminimalkan risiko usaha.

Menutup penyampaiannya, Khaerul menegaskan bahwa PT Vale siap melanjutkan kolaborasi dengan Fakultas Peternakan Unhas dalam pengembangan program peternakan berbasis masyarakat.

“Kami siap menjadi mitra sejak tahap inisiasi hingga implementasi. Harapannya, kolaborasi ini terus berkembang dan mampu melahirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah lingkar tambang,” pungkasnya.

(KA)