Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Luncurkan Program LENTERA untuk Percepat Penanganan Stunting di Desa Garessi

  • Whatsapp
Seminar dihadiri Kepala Desa Garessi Abdul Wahid beserta perangkat desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Puskesmas, staf Puskesmas Pembantu (Pustu), kader Posyandu, serta masyarakat Desa Garessi.

PELAKITA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin memulai rangkaian pengabdian kepada masyarakat di Desa Garessi, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, dengan menggelar Seminar Program Kerja yang berfokus pada upaya percepatan penanganan stunting, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Garessi tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan program KKN sekaligus wadah memperkenalkan berbagai program kesehatan yang akan dijalankan selama masa pengabdian.

Seminar dihadiri Kepala Desa Garessi Abdul Wahid beserta perangkat desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Puskesmas, staf Puskesmas Pembantu (Pustu), kader Posyandu, serta masyarakat Desa Garessi.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Garessi Abdul Wahid berharap mahasiswa memanfaatkan KKN sebagai ruang belajar yang sesungguhnya sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya berharap mahasiswa menjadikan KKN sebagai sarana pembelajaran yang sesungguhnya. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami permasalahan kesehatan, bekerja sama dengan berbagai pihak, serta menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai program unggulan, mahasiswa memperkenalkan LENTERA (Langkah Edukasi Terpadu Menuju Keluarga Sehat), sebuah program pendampingan keluarga yang berfokus pada pencegahan dan penanganan stunting di Desa Garessi.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Garessi Abdul Wahid berharap mahasiswa memanfaatkan KKN sebagai ruang belajar yang sesungguhnya sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program ini disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan identifikasi kebutuhan masyarakat sehingga diharapkan mampu menjawab persoalan kesehatan yang dihadapi warga.

Selain pendampingan keluarga, mahasiswa juga menghadirkan Pojok Informasi, berupa media edukasi berbasis poster dengan kode QR (barcode) yang memuat informasi mengenai pencegahan stunting, jadwal pelayanan Posyandu, leaflet kesehatan, serta berbagai materi edukasi yang dapat diakses masyarakat secara mudah.

Koordinator Desa KKN Profesi Kesehatan Unhas, Achmad Adlansyah Ramadhan, menjelaskan bahwa seluruh program kerja dirancang dengan pendekatan partisipatif agar dapat berjalan berkelanjutan.

“Program kerja yang kami rancang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat Desa Garessi. Karena itu, kami berharap setiap kegiatan tidak hanya menjadi milik mahasiswa, tetapi menjadi kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” katanya.

Stunting hingga kini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan nasional yang memerlukan pendekatan multidisiplin. Kehadiran mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan diharapkan dapat memperkuat edukasi masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat di tingkat keluarga.

Pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3, yaitu Good Health and Well-being atau kehidupan sehat dan sejahtera.

Melalui berbagai program yang dijalankan, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam penguatan sistem kesehatan, percepatan penurunan angka stunting, pengendalian penyakit menular maupun tidak menular, serta peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Seminar program kerja tersebut menjadi titik awal pengabdian mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin Tahun 2026 di Desa Garessi. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu di tengah kehidupan masyarakat.

Penulis: Friska Mahasiswa FKM Unhas