PELAKITA.ID – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Expo Praktik Belajar Lapangan (PBL) III sekaligus Penarikan Mahasiswa PBL Tahun 2026 di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPELITBANGDA) pada hari Selasa (7/7).
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Praktik Belajar Lapangan mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat yang telah melaksanakan implementasi, monitoring, dan evaluasi program kesehatan masyarakat di berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Soppeng.
Kegiatan mengusung tema “Akselerasi Derajat Kesehatan: Mobilisasi Aset, Realisasi Program, dan Pengukuran Dampak”, yang menekankan pentingnya pemanfaatan potensi lokal sebagai fondasi pembangunan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Soppeng yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Drs. Muhammad Evinuddin, MPA; Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang diwakili oleh Sekretaris Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi, Dr. Nurzakiah, S.KM., M.KM.
Hadir pula, Sekretaris Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM Unhas, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Soppeng, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Soppeng, para Camat se-Kabupaten Soppeng, Lurah, Kepala Desa, Pengelola PBL III, supervisor, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin atas komitmennya dalam mendukung pembangunan kesehatan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga merupakan bentuk kolaborasi nyata dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan juga menegaskan bahwa pendekatan PBL III yang dimulai dari identifikasi masalah, pemetaan aset masyarakat, implementasi program, hingga monitoring dan evaluasi sangat sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Soppeng yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.
Ia berharap berbagai inovasi yang dipamerkan dalam Expo PBL III dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merancang program kesehatan yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Mewakili Dekan FKM Universitas Hasanuddin, Sekretaris Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi menyampaikan bahwa Praktik Belajar Lapangan merupakan salah satu implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang membekali mahasiswa dengan kemampuan mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kepemimpinan dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat secara komprehensif.
Sementara itu, Pengelola PBL III FKM Universitas Hasanuddin, Basir, S.KM., M.Sc menjelaskan bahwa PBL III merupakan tahapan akhir dari rangkaian Praktik Belajar Lapangan yang menitikberatkan pada implementasi program kesehatan berbasis aset masyarakat, disertai proses monitoring dan evaluasi untuk mengukur keberhasilan program yang telah dilaksanakan.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar mengidentifikasi masalah kesehatan, tetapi juga mengembangkan kemampuan memberdayakan masyarakat, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menghasilkan inovasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Expo PBL III menjadi wadah bagi setiap kelompok mahasiswa untuk mempresentasikan berbagai hasil implementasi program kesehatan yang telah dilaksanakan di lokasi PBL. Berbagai inovasi yang dipamerkan merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa dan kelurahan, puskesmas, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Selain menjadi ajang diseminasi hasil pembelajaran, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penarikan resmi mahasiswa PBL III dari seluruh lokasi praktik di Kabupaten Soppeng.
Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya proses pembelajaran lapangan sekaligus bentuk apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng beserta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan, pendampingan, dan kesempatan belajar bagi mahasiswa selama pelaksanaan PBL.
FKM Universitas Hasanuddin menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng, Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta seluruh masyarakat yang telah menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan Praktik Belajar Lapangan.
Kolaborasi yang terjalin selama kegiatan diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pembangunan kesehatan masyarakat berbasis potensi lokal.
Melalui Expo dan Penarikan PBL III Tahun 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin kembali menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif, membangun kemitraan dengan berbagai pihak, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan









