BERDAYA SRIKANDI bukan sekadar program peningkatan pendapatan. Ia telah menjadi gerakan sosial yang mengangkat martabat perempuan pesisir, memperkuat ekonomi keluarga, dan membuka jalan bagi pembangunan yang lebih inklusif.
PELAKITA.ID – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir Indonesia, sebuah program dari Kota Parepare, Sulawesi Selatan, berhasil menarik perhatian dunia.
Program BERDAYA SRIKANDI (A Cultural Approach – Indigenous Scholars and Outreach in Improving the Economy of Coastal Women) yang digagas oleh Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Parepare meraih penghargaan bergengsi United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2026 pada kategori Gender-Responsive Public Services.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan Parepare menghadirkan layanan publik yang responsif gender dan mampu meningkatkan kesejahteraan perempuan pesisir melalui pendekatan budaya yang inovatif.
Menjawab Persoalan Kemiskinan Perempuan Pesisir
Program BERDAYA SRIKANDI lahir dari realitas sosial yang dihadapi banyak perempuan di kawasan pesisir. Sebagian besar merupakan istri nelayan yang hidup dalam kondisi rentan secara ekonomi.
Banyak di antara mereka tidak memiliki pekerjaan tetap, bergantung sepenuhnya pada penghasilan suami, serta menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan, keterampilan usaha, dan pengambilan keputusan dalam keluarga maupun masyarakat.
Kondisi tersebut diperparah oleh norma sosial dan budaya yang masih membatasi ruang gerak perempuan. Akibatnya, potensi ekonomi yang dimiliki kelompok perempuan pesisir belum berkembang secara optimal.
Melalui BERDAYA SRIKANDI, Pemerintah Kota Parepare berupaya memutus mata rantai ketergantungan tersebut dengan membangun kemandirian ekonomi perempuan berbasis komunitas.
Pendekatan Budaya yang Menjadi Kunci Keberhasilan
Keunikan program ini terletak pada pendekatan yang digunakan. Alih-alih mengandalkan pelatihan formal semata, BERDAYA SRIKANDI melibatkan para sarjana perempuan lokal sebagai fasilitator pendamping.
Para fasilitator ini berasal dari latar belakang sosial dan budaya yang sama dengan peserta program. Kesamaan tersebut memudahkan proses komunikasi, membangun kepercayaan, serta mengurangi resistensi yang kerap muncul akibat norma gender tradisional.
Melalui kunjungan rumah ke rumah, edukasi, pendampingan intensif, dan pembentukan kelompok usaha, para perempuan pesisir memperoleh keterampilan baru yang langsung dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mereka mendapatkan pelatihan pengolahan hasil perikanan, diversifikasi produk, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan sehingga tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi berlanjut hingga kelompok usaha mampu berkembang secara mandiri.
Kolaborasi Pemerintah, Swasta, dan Perbankan
Kesuksesan BERDAYA SRIKANDI juga ditopang oleh kemitraan multipihak. Program ini didanai oleh Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Parepare, kemudian diperkuat oleh dukungan sektor swasta yang menyediakan bantuan modal usaha, fasilitas produksi, peralatan, kemasan, hingga bahan baku.
Selain itu, lembaga perbankan turut berkontribusi dalam membuka akses pembiayaan bagi kelompok-kelompok usaha perempuan yang telah berkembang.
Kolaborasi tersebut menciptakan ekosistem pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha yang dibangun.
Dampak Nyata bagi Ekonomi Perempuan
Hasil yang dicapai BERDAYA SRIKANDI menunjukkan dampak yang sangat signifikan.
Jumlah kelompok perempuan yang terlibat meningkat menjadi 40 kelompok, dengan total peserta sekitar 500 perempuan pesisir.
Produksi olahan hasil perikanan mengalami lonjakan hingga mencapai lebih dari 140 ton, sementara variasi produk berkembang menjadi 59 jenis produk.
Dari sisi ekonomi, total nilai penjualan kelompok mencapai Rp8,79 miliar atau sekitar USD 530 ribu. Sementara itu, rata-rata pendapatan anggota meningkat menjadi Rp1,75 juta per orang per bulan.
Peningkatan tersebut tidak hanya mencerminkan keberhasilan usaha, tetapi juga perubahan posisi perempuan dalam ekonomi keluarga. Banyak peserta yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan kini menjadi kontributor utama dalam pendapatan rumah tangga.
Melahirkan Agen Perubahan dari Komunitas Lokal
Selain meningkatkan kesejahteraan ekonomi, program ini juga menghasilkan dampak sosial yang luas.
Perempuan yang telah memperoleh pelatihan teknis dan manajerial mampu mengelola usaha kelompok secara mandiri, meningkatkan kapasitas produksi, serta menjadi mentor bagi perempuan lain di komunitasnya.
Di sisi lain, para sarjana perempuan lokal yang berperan sebagai fasilitator terbukti mampu menjadi katalis perubahan sosial. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi pendampingan, tetapi juga membuka akses bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya kurang tersentuh program pembangunan.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat akan lebih efektif ketika dilakukan oleh individu yang memahami karakter sosial, budaya, dan kebutuhan lokal.
Menjadi Inspirasi Kebijakan yang Lebih Luas
Dampak BERDAYA SRIKANDI tidak berhenti pada kelompok perempuan pesisir. Pendekatan yang sama kini mulai diadaptasi untuk pemberdayaan perempuan di sektor pertanian sebagai bagian dari strategi replikasi program.
Lebih jauh lagi, keberhasilan program ini mendorong Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Parepare untuk memperkuat kebijakan pengarusutamaan gender di kawasan pesisir.
Dengan demikian, pemberdayaan perempuan tidak lagi dipandang sebagai program tambahan, melainkan menjadi bagian integral dari pembangunan daerah.
Pengakuan Dunia untuk Inovasi Daerah
Penghargaan United Nations Public Service Awards 2026 menjadi bukti bahwa inovasi pelayanan publik tidak selalu lahir dari kota-kota besar atau negara maju.
Dari sebuah kota pesisir di Sulawesi Selatan, Parepare menunjukkan bahwa pendekatan yang menghargai budaya lokal, memberdayakan perempuan, dan membangun kolaborasi lintas sektor mampu menghasilkan perubahan nyata.
BERDAYA SRIKANDI bukan sekadar program peningkatan pendapatan. Ia telah menjadi gerakan sosial yang mengangkat martabat perempuan pesisir, memperkuat ekonomi keluarga, dan membuka jalan bagi pembangunan yang lebih inklusif.
Pengakuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadi penegasan bahwa solusi berbasis komunitas dan kearifan lokal dapat menjadi model pembangunan yang relevan bagi banyak daerah di dunia.
Silakan cek di sini
Mantap Parepare!
___
Editor Denun









