Melalui pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, budidaya rumput laut tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pembangunan ekonomi wilayah pesisir di Sulawesi Selatan.
Oleh: M. Aminullah
Partnership Officer PT. Daur Algae Indonesia
PELAKITA.ID – Budidaya rumput laut merupakan salah satu sektor perikanan unggulan yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Sulawesi Selatan.
Di berbagai wilayah pesisir, masyarakat menggantungkan sumber pendapatan utama dari aktivitas budidaya rumput laut karena komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi, permintaan pasar yang relatif stabil, serta teknik budidaya yang mudah diterapkan oleh masyarakat lokal.
Salah satu jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan adalah Eucheuma cottonii (E. cottonii). Komoditas ini memiliki manfaat luas sebagai bahan baku berbagai industri, mulai dari industri pangan, kosmetik, hingga farmasi.
Tingginya kebutuhan pasar terhadap produk olahan rumput laut menjadikan sektor ini sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat pesisir.
Selain menjadi sumber pendapatan, budidaya rumput laut juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, termasuk perempuan dan generasi muda di wilayah pesisir.
Aktivitas mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga proses pascapanen memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi lokal. Tidak sedikit keluarga nelayan yang mampu meningkatkan taraf hidup melalui hasil budidaya rumput laut.

Namun demikian, kegiatan budidaya rumput laut masih menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi produktivitas dan kesejahteraan petani.
Perubahan cuaca ekstrem menjadi salah satu hambatan utama karena dapat memengaruhi pertumbuhan rumput laut dan menyebabkan gagal panen.
Selain itu, serangan hama dan penyakit, kualitas bibit yang kurang stabil, serta keterbatasan teknologi budidaya modern juga menjadi persoalan yang kerap dihadapi petani.
Di sisi lain, fluktuasi harga jual rumput laut turut memengaruhi pendapatan masyarakat. Ketergantungan terhadap tengkulak dan lemahnya sistem distribusi menyebabkan posisi tawar petani masih rendah dalam rantai pemasaran.
Kondisi tersebut membuat sebagian besar keuntungan lebih banyak dinikmati oleh pihak perantara dibandingkan pembudidaya.
Meski demikian, peluang pengembangan budidaya rumput laut di Sulawesi Selatan masih sangat besar.
Permintaan industri terhadap produk olahan rumput laut terus meningkat, baik di pasar domestik maupun internasional. Potensi wilayah pesisir yang luas juga menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan sektor ini secara berkelanjutan.
Karena itu, diperlukan dukungan yang lebih kuat dari pemerintah, lembaga pendamping, dan sektor swasta.
Dukungan tersebut dapat berupa penyediaan bibit unggul, pelatihan teknik budidaya yang efektif, akses pembiayaan bagi petani, hingga penguatan sistem pemasaran dan distribusi hasil panen.
Kolaborasi antarpihak menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem budidaya rumput laut yang lebih produktif dan berdaya saing.
Melalui pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, budidaya rumput laut tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pembangunan ekonomi wilayah pesisir di Sulawesi Selatan.
Kata Kunci: budidaya rumput laut, Eucheuma cottonii, masyarakat pesisir, peluang, hambatan, Sulawesi Selatan.















