PELAKITA.ID – Penguatan kapasitas kepemimpinan daerah menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Lemhannas RI, yang secara resmi dibuka di Lapangan Tengah Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/7).
Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Purnomo Yusgiantoro Center, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, dan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) sebagai upaya memperkuat kompetensi para kepala daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH., Ph.D., selaku Wakil Sekretaris Jenderal I Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas sekaligus Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, hadir mendampingi Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas, Prof. Purnomo Yusgiantoro, Ir., M.Sc., M.A., Ph.D., IPU.

Turut hadir dalam rombongan pengurus DPP IKAL Lemhannas antara lain Sekretaris Jenderal Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA., CES., Inspektur Utama Komjen Pol (Purn.) Drs. Togar M. Sianipar, M.Si., Wakil Ketua Umum II Dr. Ir. H. M. Amran Aminullah, S.P., M.M., serta Koordinator Bidang Pembinaan Daerah Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P.
Kehadiran jajaran pengurus tersebut menunjukkan dukungan nyata IKAL Lemhannas terhadap pengembangan kualitas kepemimpinan nasional melalui peningkatan kapasitas para pemimpin daerah.
Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, M.Si., yang menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, adaptif terhadap dinamika global, serta mampu menghadirkan kebijakan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui KPPD, para kepala daerah diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pembangunan di tingkat lokal sekaligus mampu memperkuat ketahanan daerah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.
Program KPPD tahun ini diikuti oleh 25 kepala daerah yang terpilih melalui proses seleksi yang kompetitif.
Selama mengikuti program, para peserta akan memperoleh pembekalan mengenai kepemimpinan strategis, tata kelola pemerintahan, geopolitik, kebijakan publik, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Selain memperkaya wawasan dan pengalaman, program ini juga menjadi ruang kolaborasi antarpemimpin daerah dalam merumuskan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan pembangunan sekaligus mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Prof. Sukri Palutturi menyampaikan bahwa penguatan kapasitas kepala daerah merupakan investasi strategis bagi masa depan Indonesia.
Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kompetensi teknokratis, tetapi juga kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor dan menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan ini, DPP IKAL Lemhannas kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sumber daya kepemimpinan Indonesia.
Sinergi antara IKAL Lemhannas, Lemhannas RI, pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin daerah yang berintegritas, visioner, serta memiliki kapasitas untuk mendorong pembangunan yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.









