Drama Adu Penalti di Dallas: Mesir Singkirkan Australia dan Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia

  • Whatsapp

PELAKITA.ID – DALLAS — Tim Nasional Mesir memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia setelah menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti dengan skor 4-2, usai kedua tim bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB.

Pertandingan berlangsung ketat dan memperlihatkan pertarungan dua tim yang sama-sama mengandalkan disiplin organisasi permainan.

Mesir tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan mampu menciptakan peluang yang lebih berbahaya sepanjang pertandingan.

Mesir membuka keunggulan lebih dahulu pada menit ke-13 melalui Emam Ashour.

Memanfaatkan umpan matang dari Karim Hafez, gelandang serang Mesir itu sukses menaklukkan penjaga gawang Australia dan membawa “The Pharaohs” unggul 1-0.

Australia mencoba bangkit setelah turun minum. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-55 ketika sebuah situasi kemelut di depan gawang berakhir dengan gol bunuh diri bek Mesir, Mohamed Hany, yang gagal mengantisipasi tekanan pemain lawan. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Setelah gol penyama kedudukan tersebut, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga intensitas permainan.

Mesir memasukkan Hassan Hassan dan Hossam Abdelmaguid, sementara Australia memberi kesempatan kepada Ajdin Hrustic, Mohamed Touré, dan beberapa pemain segar lainnya untuk membongkar pertahanan lawan.

Namun hingga waktu normal berakhir, kedua tim gagal mencetak gol tambahan.

Memasuki babak perpanjangan waktu, pertandingan tetap berlangsung sengit. Mesir masih mampu menguasai ritme permainan, sedangkan Australia lebih mengandalkan serangan balik cepat. Meski beberapa peluang tercipta di kedua sisi, tidak ada gol yang lahir sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam babak tos-tosan, Mesir tampil jauh lebih tenang.

Australia langsung berada dalam tekanan setelah eksekusi pertama Harry Souttar berhasil digagalkan.

Mesir kemudian memanfaatkan momentum dengan baik melalui eksekusi Mohamed Saber, Rami Rabia, Mohamed Salah, dan Hossam Abdelmaguid yang seluruhnya sukses menjadi gol.

Australia hanya mampu mencetak dua gol melalui Jackson Irvine dan Awer Mabil. Harapan mereka pupus ketika tendangan Liam Herrington juga gagal menemui sasaran.

Mesir akhirnya memenangkan adu penalti dengan skor 4-2 dan memastikan tiket ke fase berikutnya.

Secara statistik, kemenangan Mesir memang layak diapresiasi. Tim asal Afrika Utara tersebut menguasai 58 persen penguasaan bola, dibandingkan 42 persen milik Australia.

Mesir juga mencatatkan expected goals (xG) sebesar 1,36, lebih tinggi dibanding Australia yang hanya membukukan 0,86.

Meski jumlah tembakan relatif berimbang—Australia melepaskan 16 percobaan berbanding 14 milik Mesir—tim besutan Mesir mampu menciptakan tiga peluang emas (big chances), sementara Australia gagal menghasilkan satu pun peluang yang benar-benar bersih sepanjang laga.

Pertandingan yang dipimpin wasit asal Uruguay, Gustavo Tejera, tersebut disaksikan oleh 70.244 penonton di AT&T Stadium yang berkapasitas hampir 95 ribu kursi.

Atmosfer meriah semakin menambah tensi laga yang berlangsung hingga lebih dari dua jam.

Kemenangan ini membawa Mesir melangkah ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi. Solidnya organisasi permainan, penguasaan bola yang efektif, serta ketenangan saat adu penalti menjadi modal penting bagi The Pharaohs untuk menghadapi lawan yang lebih berat pada fase berikutnya.

Sebaliknya, Australia harus mengakhiri perjalanan mereka dengan rasa kecewa. Meski menunjukkan semangat juang hingga 120 menit, kegagalan memanfaatkan peluang dan buruknya eksekusi penalti membuat Socceroos tersingkir dari persaingan menuju gelar juara dunia.