Membangun Fondasi Institusi Berkelas Dunia dengan Kepemimpinan yang Mengayomi
PELAKITA.ID – Empat tahun kepemimpinan bukanlah waktu yang panjang bagi sebuah institusi pendidikan tinggi. Dalam rentang 2022–2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin mengalami transformasi yang meninggalkan jejak kuat dalam tata kelola, reputasi akademik, riset, hingga internasionalisasi.
Di bawah kepemimpinan Prof. Sukri Palutturi, S.KM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D., FKM Unhas tidak hanya mencatat capaian administratif yang impresif, tetapi juga membangun budaya akademik yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu berkelanjutan.

Memori akhir jabatan yang disusun menjelang berakhirnya masa kepemimpinan tersebut menunjukkan bahwa warisan terbesar Prof. Sukri bukan hanya deretan penghargaan atau indikator kinerja, melainkan fondasi institusi yang semakin kokoh untuk menghadapi tantangan pendidikan kesehatan masyarakat di tingkat nasional maupun global.
Tentang Buku
Buku Memori Akhir Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Periode 2022–2026 merupakan dokumentasi perjalanan kelembagaan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin selama lima tahun kepemimpinan periode 2022–2026.
Di dalamnya terekam berbagai dinamika, capaian, pembelajaran, dan ikhtiar bersama dalam memperkuat peran FKM Unhas sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan masyarakat yang unggul, adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemanfaatan bagi masyarakat.
Disebutkan Sukri Palutturi, periode 2022–2026 merupakan masa yang penuh dengan tantangan sekaligus peluang.
Pada masa ini, dunia pendidikan tinggi dituntut untuk semakin responsif terhadap perubahan, memperkuat mutu akademik, meningkatkan rekognisi nasional dan internasional, memperluas jejaring kemitraan, serta menghadirkan kontribusi nyata dalam menjawab persoalan kesehatan masyarakat.
“Dalam konteks tersebut, FKM Unhas terus berupaya meneguhkan posisinya sebagai fakultas yang tidak hanya kuat dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga aktif dalam membangun budaya akademik yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing global,” sebutnya.
Berbagai agenda strategis telah dilaksanakan melalui kerja kolektif seluruh unsur fakultas.
Penguatan mutu program studi, peningkatan akreditasi, pengembangan program pendidikan baru, perluasan kerja sama, peningkatan kapasitas laboratorium, pembinaan kemahasiswaan, pengembangan sarana dan prasarana, Zona Integritas, serta penguatan tata kelola menjadi bagian penting dari perjalanan FKM Unhas selama periode ini. Seluruh capaian tersebut tidak lahir dari kerja perseorangan, melainkan dari kolaborasi, dedikasi, dan komitmen bersama seluruh sivitas akademika.
Penyusunan buku memori ini ujar Sukri, dimaksudkan bukan hanya sebagai catatan akhir masa jabatan, tetapi juga sebagai ruang refleksi kelembagaan.
“Buku ini diharapkan dapat menjadi arsip akademik, sumber informasi, sekaligus inspirasi bagi keberlanjutan pengembangan FKM Unhas pada masa mendatang. Apa yang telah dicapai selama periode ini kiranya dapat menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh, memperkuat tradisi keunggulan, serta membuka ruang inovasi baru bagi generasi kepemimpinan berikutnya.” ucapnya.

“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Rektor Universitas Hasanuddin beserta jajaran pimpinan universitas atas arahan, dukungan, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada FKM Unhas,” kata dia.
“Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada para Wakil Dekan, Senat Akademik Fakultas, Gugus Penjaminan Mutu, Ketua dan Sekretaris Departemen, Ketua Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh mitra kerja sama yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan fakultas selama periode 2022–2026,” tambahnya.
“Saya menyadari bahwa setiap proses kepemimpinan tentu tidak terlepas dari berbagai keterbatasan. Tidak semua harapan dapat diwujudkan secara sempurna, dan tidak semua rencana dapat diselesaikan sepenuhnya. Oleh karena itu, dengan penuh kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjalankan amanah sebagai Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin,” kata Sukri.
“Semoga buku memori ini menjadi penanda kebersamaan, pengingat atas kerja kolektif yang telah dilalui, serta penyemangat untuk terus menjaga dan mengembangkan FKM Unhas sebagai rumah akademik yang unggul, humanis, berintegritas, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Semoga segala ikhtiar dan pengabdian yang telah dilakukan menjadi amal kebaikan serta memperoleh ridha Allah SWT,” tutupnya.
Kepemimpinan yang Mengayomi, Bukan Sekadar Mengelola
Ada pujian atas kepemimpinan Sukri di FKM Unhas selama empat tahun itu sebagaimana digambarkan di buku itu.
Bagi banyak dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa, Prof. Sukri dikenal bukan hanya sebagai seorang dekan, melainkan sebagai sosok yang hadir sebagai pembimbing dan pengayom. Kepemimpinannya dibangun melalui pendekatan yang sederhana, terbuka, dan mengedepankan hubungan kemanusiaan.
Berbagai testimoni menggambarkan karakter tersebut.
Salah satunya datang dari Dian Sidik Arsyad, Ph.D., yang mengenang bagaimana Prof. Sukri bersedia hadir langsung sebagai penguji pada sidang promosi doktornya di Belanda. Kehadiran tersebut bukan sekadar memenuhi tugas akademik, tetapi menjadi bentuk dukungan moral yang sangat berarti bagi seorang dosen muda.
Pandangan serupa disampaikan oleh Dr. Masyita Muis dan Dr. Irwandy. Keduanya melihat Prof. Sukri sebagai pemimpin yang mampu menghadirkan suasana kerja yang sejuk dan harmonis, namun tetap konsisten menjaga disiplin, prinsip, serta mendorong percepatan kemajuan institusi.

Model kepemimpinan seperti inilah yang kemudian menjadi modal sosial penting dalam menggerakkan seluruh unsur fakultas menuju target-target yang semakin tinggi.
Prestasi Kinerja yang Menempatkan FKM Unhas di Barisan Terdepan
Keberhasilan kepemimpinan tentu tidak hanya diukur melalui persepsi, tetapi juga melalui capaian yang dapat diukur secara objektif.
Dalam rekapitulasi Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2025, FKM Unhas berhasil memenuhi 45 dari total 52 indikator atau mencapai 86,5 persen. Capaian tersebut menempatkan FKM sebagai salah satu fakultas dengan performa terbaik di lingkungan Universitas Hasanuddin, bahkan melampaui sejumlah fakultas yang memiliki skala lebih besar.
Keberhasilan tersebut menjadi refleksi bahwa tata kelola yang dibangun mampu menghasilkan organisasi yang efektif, produktif, sekaligus adaptif terhadap berbagai perubahan kebijakan pendidikan tinggi.
Mengukuhkan Reputasi Akademik Melalui Akreditasi Internasional
Salah satu warisan penting selama periode kepemimpinan Prof. Sukri adalah semakin kuatnya pengakuan mutu akademik.
Program Sarjana Kesehatan Masyarakat, Sarjana Ilmu Gizi, Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, hingga Program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat berhasil memperoleh akreditasi internasional dari ASIIN sekaligus mempertahankan predikat Unggul dari LAM-PTKes.
Pada jenjang pascasarjana, Program Magister Administrasi Rumah Sakit, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, serta Magister Ilmu Gizi juga mempertahankan predikat Unggul.
Penguatan sistem mutu tidak berhenti pada program studi. Laboratorium Kimia Biofisik memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk periode 2026–2031, sementara sistem manajemen mutu fakultas berhasil mempertahankan sertifikasi ISO 9001:2015 hingga tahun 2028.
Rangkaian capaian tersebut memperlihatkan bahwa kualitas akademik FKM Unhas dibangun melalui sistem yang terstandar dan diakui secara nasional maupun internasional.
Kepercayaan Publik yang Terus Bertumbuh
Peningkatan reputasi akademik berdampak langsung terhadap tingginya kepercayaan masyarakat.
Jumlah mahasiswa aktif menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten selama masa kepemimpinan Prof. Sukri. Dari 2.182 mahasiswa pada tahun 2022, jumlah tersebut meningkat menjadi 2.326 mahasiswa pada 2023, kemudian menjadi 2.463 mahasiswa pada 2024, dan mencapai 2.594 mahasiswa pada 2025.
Data sementara tahun 2026 yang menunjukkan 2.489 mahasiswa lebih dipengaruhi oleh siklus wisuda dan pembaruan data akademik, sehingga tidak mengubah kecenderungan pertumbuhan jangka panjang yang tetap positif.
Pertumbuhan kuantitas tersebut berjalan beriringan dengan kualitas lulusan yang tetap terjaga. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif lulusan berada pada kisaran 3,75 hingga mendekati 4,00.
Lulusan Program Sarjana Kesehatan Masyarakat mencatat rata-rata IPK sekitar 3,85, sedangkan lulusan program magister dan doktor mencapai rata-rata 3,96 hingga 3,97.
Sebagai bagian dari pengembangan akademik, FKM Unhas juga membuka Program Profesi Dietisien pada tahun 2026 sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan profesional di Indonesia.

Memperkuat SDM dan Infrastruktur Akademik
Transformasi institusi juga terlihat dari penguatan sumber daya manusia.
Selama periode kepemimpinan Prof. Sukri, FKM Unhas berhasil menambah tiga guru besar baru sehingga pada tahun 2025 fakultas memiliki 22 profesor, 18 lektor kepala, 36 lektor, dan 17 asisten ahli.
Regenerasi dosen juga diarahkan secara sistematis melalui kebijakan bahwa setiap dosen baru minimal telah memiliki kualifikasi pendidikan magister.
Di sisi lain, penguatan infrastruktur pembelajaran dilakukan melalui modernisasi Laboratorium Komputer yang dilengkapi 50 unit komputer.
Laboratorium tersebut berkembang menjadi pusat pelatihan literasi digital yang memberikan pelatihan penggunaan berbagai perangkat ilmiah seperti Systematic Literature Review (SLR), JASP untuk analisis data, KoBo Toolbox untuk pengumpulan data digital, hingga perangkat Reference Manager dalam pengelolaan sitasi ilmiah.
Menjadi Episentrum Riset dan Pengabdian Masyarakat
Komitmen terhadap Tridarma Perguruan Tinggi juga tercermin dari peningkatan produktivitas riset.
Pada tahun 2025, FKM Unhas berhasil menempati peringkat keempat fakultas dengan jumlah sitasi terbanyak di Universitas Hasanuddin. Sebanyak 44 dosen menghasilkan total 4.289 sitasi, menunjukkan meningkatnya pengaruh karya ilmiah sivitas akademika di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) juga mengalami pertumbuhan yang konsisten. Jumlah kegiatan meningkat dari 363 program pada tahun 2022 menjadi 398 pada 2023, kemudian 435 pada 2024, dan mencapai 476 kegiatan pada 2025.
Secara keseluruhan, terjadi peningkatan sekitar 31,1 persen dibandingkan awal masa kepemimpinan.
Angka tersebut mencerminkan semakin kuatnya peran FKM Unhas dalam memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Membuka Jalan Menuju Kampus Berkelas Dunia
Internasionalisasi menjadi salah satu agenda yang dijalankan secara konsisten.
Program pertukaran mahasiswa dengan Okayama University, Jepang, terus berlangsung setiap tahun dengan pengiriman sekitar empat hingga enam mahasiswa.
Kemitraan internasional juga diperluas melalui penyelenggaraan Nusantara International Summer Course on Public Health 2026 yang melibatkan berbagai perguruan tinggi luar negeri, termasuk Mahidol University dari Thailand dan Soonchunhyang University dari Korea Selatan.
Di tingkat mahasiswa, berbagai organisasi kemahasiswaan juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Prestasi dalam Program Wirausaha Mahasiswa maupun Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan terus meningkat, memperlihatkan bahwa pembangunan karakter kepemimpinan mahasiswa berjalan seiring dengan peningkatan kualitas akademik.
Legacy yang Akan Terus Menjadi Fondasi
Warisan kepemimpinan Prof. Sukri Palutturi tidak semata-mata tercermin dalam statistik, sertifikat akreditasi, ataupun capaian indikator kinerja. Legacy yang paling bernilai adalah tumbuhnya budaya mutu, tata kelola yang transparan, serta semangat kolaborasi yang mengakar di lingkungan FKM Universitas Hasanuddin.
Fondasi tersebut menjadi modal penting bagi kepemimpinan berikutnya untuk melanjutkan perjalanan FKM Unhas menuju fakultas kesehatan masyarakat yang semakin unggul, inovatif, dan diakui di tingkat global.
Sebagaimana disampaikan Dr. Irwandy, rasa syukur seluruh sivitas akademika atas kepemimpinan tersebut terangkum dalam sebuah kalimat sederhana namun penuh makna:
“Terima kasih, Prof., atas fondasi kemajuan luar biasa yang telah dibangun untuk institusi kita.”
Kalimat itu bukan sekadar ungkapan penghormatan kepada seorang dekan yang menuntaskan masa jabatannya.
Ia menjadi penanda bahwa kepemimpinan Prof. Sukri Palutturi telah meninggalkan jejak yang akan terus menjadi pijakan bagi perjalanan panjang FKM Universitas Hasanuddin di masa depan.
Penulis Denun









