Gelar Seminar Awal, Mahasiswa FKM Unhas Bangun Sinergi Bersama Pemdes Abokkongang, Siapkan Data untuk Intervensi Tepat Sasaran

  • Whatsapp

PELAKITA.ID – Sidenreng Rappang – Bertempat di kantor Desa Abbokongang, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, posko PBL Desa Abbokongang Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) melaksanakan kegiatan seminar awal sebagai bentuk sosialisasi pelaksanaan praktik belajar lapangan (PBL) I di Desa Abbokongang, Minggu, 5 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan program kerja mahasiswa kepada pemerintah desa serta masyarakat, sekaligus membuka ruang diskusi terkait berbagai permasalahan kesehatan dan lingkungan yang ada di desa.

Kegiatan sosialisasi seminar awal dihadari oleh 20 warga dan dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Abbokongang, yakni  Adiyatma, S.KM., M.Kes.

Read More

Kegiatan sosialisasi seminar awal dihadari oleh 20 warga dan dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Abbokongang, yakni  Adiyatma, S.KM., M.Kes.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa PBL serta harapan agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Abbokongangg khususnya dalam aspek kesehatan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai tujuan pelaksanaan PBL 1, yang dipaparkan Muh. Reyhan Dwi Saputra.

Pemaparan ini berfokus pada pengenalan kegiatan praktik belajar laparangan (PBL) 1 dan tujuannya yaitu pengambilan data kesehatan di Desa Abbokongang dan penentuan prioritas masalah kesehatan yang akan dilaksanakan selama 14 hari sebagai dasar dalam penyusunan intervensi kesehatan yang tepat sasaran.

Saat sesi diksusi berlangsung, kepala Desa Abbokongangg, Adiyatma menyatakan bahwa katika melakukan pengumpulan data primer, identifikasi lebih mendalam terkait aspek kesehatan lingungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga.

Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa titik konsentrasi genangan air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, sehingga dikhawatirkan menjadi salah satu sumber penularan penyakit di wilayah tersebut.

Oleh karena itu, diperlukan solusi yang tepat agar pengelolaan kesehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat dapat dilakukan dengan baik dan berkelanjutan.

Ia berharap mahasiswa pbl dapat melakukan pendataan secara menyeluruh agar penyebab utama permasalahan dapat diidentifikasi dengan jelas, serta mampu memberikan edukasi dan solusi yang berdampak positif bagi masyarakat.

Harapan serupa disampaikan oleh kader posyandu, Ibu Hj. Kurnia. Beliau menginginkan hasil pendataan mahasiswa PBL dapat menyempurnakan data kesehatan warga Desa Abbokongangg.

Nantinya data tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi serta pemicu peningkatan kegiatan layanan kesehatan seperti Posyandu, posbindu, dan pustu, serta dapat menjadi dasar analisis awal dalam merancang langkah antisipasi yang lebih cepat dan tepat di masa mendatang.

Sementara itu, Pak Zainal, selaku pendamping desa, menyampaikan saran mengenai pendataan ekonomi masyarakat.

Ia mengajak agar mahasiswa PBL, ketika melakukan pengumpulan  data primer, dapat turut memberikan pemahaman kepada masyarkat mengenai keterkaitan antara status ekonomi dan tingkat derajat kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan seminar awal ini, diharapkan terjalin sinergi antara mahasiswa PBL, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengidentifikasi serta menangani berbagai permasalahan kesehatan di Desa Abbokongangg.

Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam mewujudkan intervensi berbasis data yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Redaksi

 

Related posts