Syamril | Keistimewaan Muharram

  • Whatsapp
Syamril, Direktur Sekolah Islam Athirah

Penulis adalah Direktur Sekolah Islam Athirah

Syahrullah berarti bulan Allah. Mengerjakan ibadah di dalamnya memiliki keistimewaan. Khusus ibadah puasa Bulan Muharram kemuliaannya hanya dikalahkan oleh bulan Ramadhan.

PELAKITA.ID – Pekan ini di Masjid Al Ukhuwwah Makassar, dua kali kajian tentang keistimewaan Muharram. Disampaikan oleh Ust. Faizal dan Ust Marzuki Umar. Tulisan ini mencoba merangkum dengan judul Keistimewaan Muharram.

Muharram menjadi satu dari 4 bulan haram dalam Islam. Bulan haram artinya bulan yang mulia. Jika melakukan kebaikan maka pahalanya berlipat ganda.

Jika melakukan kejahatan dosanya juga berlipat ganda. Bahkan dalam bulan haram sejak zaman jahiliyah sudah berlaku aturan tidak boleh melakukan peperangan kecuali membela diri karena diserang pihak lain.

Dalam kalender Hijriyah 4 bulan haram itu ada di awal, tengah dan akhir. Diawali dengan Muharram, di tengahnya ada Rajab.

Di akhir ada Dzulqaidah dan Dzulhijjah. Apa hikmahnya? Menurut para ulama’ ini menunjukkan bahwa sepanjang tahun Allah ingin agar manusia menjaga kemuliaaan dirinya. Menjaga perilakunya di awal, tengah dan akhir. Ada konsistensi dan keberlanjutan.

Bulan Muharram memiliki beberapa keistimewaan. Pertama, selain termasuk bulan haram atau bulan suci, bulan ini juga sering disebut dengan Syahrullah yang artinya bulan Allah.

Kata Syahrullah disebutkan dalam beberapa hadits Rasulullah SAW. Salah satunya yang berasal dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim)

Jika sesuatu dilekatkan nama Allah padanya, maka itu menunjukkan keistimewaan. Rasulullah berarti utusan Allah. Para Nabi dan Rasul adalah manusia terbaik di zamannya. Diutus Allah untuk menyampaikan ajaran agama.

Khusus Muhammad Rasulullah adalah manusia paling mulia dan terbaik di muka bumi sejak Nabi Adam hingga akhir zaman. Baitullah berarti rumah Allah. Tempat paling mulia di mana shalat di dalamnya setara 100.000 kali lipat di tempat biasa.

Syahrullah berarti bulan Allah. Mengerjakan ibadah di dalamnya memiliki keistimewaan. Khusus ibadah puasa Bulan Muharram kemuliaannya hanya dikalahkan oleh bulan Ramadhan.

Rasulullah bersabda “Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan sebaik-baik sholat setelah sholat fardhu adalah sholat malam,” (HR. Muslim).

Keutamaan kedua bulan Muharram adalah terdapat hari Asyura di dalamnya. Hari Asyura adalah hari yang sangat dimuliakan dengan berpuasa sehari penuh.

Berpuasa sebagai bentuk penghormatan atas kemenangan yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Musa AS. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW yang berasal dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura. Beliau bertanya, ‘Hari apa ini?’

Mereka menjawab, ‘Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Akhirnya, Nabi Muhammad SAW. bersabda, ‘Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa daripada kalian.’ Kemudian, Nabi Muhammad SAW berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.” (HR. Muslim). Untuk membedakan dengan puasa orang Yahudi maka Rasulullah meminta berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Apa keistimewaan puasa Asyura’? Dalam sebuah hadits riwayat Abu Qatadah, Rasulullah SAW menyebutkan secara langsung keutamaan luar biasa dari puasa di tanggal 10 Muharram.

Beliau bersabda, “Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Tahun 1448 H ini ada perbedaan awal bulan antara NU dan Muhammadiyah. Jika mengacu ke Muhammadiyah maka Hari Asyura’ 10 Muharram 1448 H akan jatuh pada hari Kamis, 25 Juni 2026. Jika mengacu ke NU maka jatuh pada Jumat 26 Juni 2026.

Menurut Ust Marzuki Umar, akomodir saja semua dengan puasa pada Kamis dan Jumat. Bahkan bisa Rabu, Kamis dan Jumat 24-26 Juni 2026. Jadi masuk 8, 9, 10 atau 9, 10, 11 Muharram. Bukankah puasa di bulan Muharram memang lebih baik? Wallahu a’lam.

Makassar, 20 Juni 2026