SAR UNHAS 40 Tahun: Menguatkan Peran Relawan Kemanusiaan di Tengah Meningkatnya Risiko Bencana

  • Whatsapp
Ilustrasi kegiatan

40 Tahun SAR Unhas

PELAKITA.ID – Empat dekade bukanlah perjalanan yang singkat. Sejak berdiri pada tahun 1986, Search and Rescue (SAR) Universitas Hasanuddin (UNHAS) telah menjadi bagian penting dari berbagai misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.

Kiprah para relawan SAR UNHAS telah hadir dalam berbagai situasi darurat, mulai dari operasi pencarian dan pertolongan hingga pendampingan masyarakat terdampak bencana.

Memasuki usia ke-40 tahun, SAR UNHAS mengusung tema “Tulus Mengabdi” sebagai refleksi atas dedikasi panjang para anggotanya dalam mengemban tugas-tugas kemanusiaan.

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan organisasi, tetapi juga memperkuat komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat yang semakin dihadapkan pada berbagai ancaman bencana akibat perubahan iklim, degradasi lingkungan, maupun faktor geologis Indonesia sebagai negara rawan bencana.

Salah satu rangkaian utama peringatan tersebut adalah Seminar Kebencanaan dan Aksi Donor Darah yang akan digelar pada Kamis, 11 Juni 2026, bertempat di Gedung IPTEKS Universitas Hasanuddin, Makassar.

Mengangkat tema “Relawan Kemanusiaan dalam Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia”, seminar ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman lapangan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, lembaga pencarian dan pertolongan, serta komunitas relawan.

Tiga narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang kebencanaan akan hadir untuk berbagi perspektif dan pengalaman mereka.

Membangun Ketangguhan Daerah

Narasumber pertama adalah Dr. Amson Padolo, S.Sos., M.Si., Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebagai pejabat yang memimpin koordinasi penanggulangan bencana di tingkat provinsi, Amson Padolo memiliki pengalaman panjang dalam perencanaan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan berbagai bencana yang terjadi di Sulawesi Selatan.

Kehadirannya akan memberikan gambaran mengenai tantangan dan strategi pemerintah daerah dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi risiko bencana.

Pengalaman Operasi Pencarian dan Pertolongan

Narasumber kedua adalah Nurfajri Mursalin, S.I.Kom., perwakilan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kelas A Makassar.

Sebagai bagian dari institusi yang berada di garis depan dalam operasi penyelamatan, Nurfajri akan membagikan pengalaman terkait peran pencarian dan pertolongan dalam situasi darurat, serta pentingnya sinergi antara relawan, masyarakat, dan lembaga resmi dalam mempercepat respons kemanusiaan saat bencana terjadi.

Perspektif Akademik dan Kajian Risiko Bencana

Melengkapi diskusi, hadir pula Ilham Alimuddin, S.T., M.GIS., Ph.D., Kepala Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin.

Akademisi yang menaruh perhatian pada pemetaan risiko, sistem informasi geografis (GIS), dan mitigasi bencana ini akan mengulas pentingnya pendekatan ilmiah dalam memahami ancaman bencana serta bagaimana riset dan inovasi dapat mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Indonesia.

Mengajak Masyarakat Berbuat Nyata

Selain seminar, panitia juga menggelar Aksi Donor Darah sebagai wujud nyata semangat kemanusiaan yang selama ini menjadi ruh gerakan SAR UNHAS. Kegiatan ini terbuka bagi sivitas akademika maupun masyarakat umum yang ingin berkontribusi membantu sesama.

Seminar akan dipandu oleh Maya Alkhaerat, anggota SAR UNHAS, yang bertindak sebagai moderator.

Panitia membuka pendaftaran secara gratis dan peserta akan memperoleh e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Melalui kegiatan ini, SAR UNHAS berharap semangat kerelawanan dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat.

Di era ketika frekuensi dan dampak bencana semakin meningkat, keberadaan relawan yang terlatih, berpengetahuan, dan memiliki kepedulian tinggi menjadi salah satu modal penting dalam membangun Indonesia yang lebih tangguh.

Sebagaimana semboyan yang terus digaungkan dalam peringatan 40 tahun SAR UNHAS:

“Avignam Jagat Samagram” — Damailah Bumi Beserta Isinya.