Dari Reuni ke Revolusi: Fateta Unhas Menyiapkan Lompatan Eksponensial Menuju Era Smart Farming

  • Whatsapp
Salah satu agenda penting dalam Munas adalah pemilihan Ketua IKA Fateta periode 2026–2030. Melalui mekanisme musyawarah yang berlangsung kondusif, Raja terpilih secara aklamasi untuk memimpin organisasi alumni selama empat tahun ke depan.

PELAKITA.ID – Makassar — Kampus Universitas Hasanuddin di Tamalanrea, Makassar, pada Minggu, 31 Mei 2026, tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya reuni alumni.

Di balik suasana hangat temu kangen yang mempertemukan ratusan alumni Teknologi Pertanian, tersimpan semangat besar untuk membangun masa depan baru Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Unhas.

Sebanyak 254 alumni hadir dalam Reuni dan Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni (IKA) Fateta Unhas 2026.

Pertemuan tersebut bukan hanya menjadi ruang nostalgia, tetapi juga momentum strategis untuk menyatukan gagasan, memperkuat jejaring, dan merumuskan arah baru pengembangan teknologi pertanian di Indonesia.

Di tengah tantangan ketahanan pangan, perubahan iklim, dan percepatan transformasi digital, Fateta Unhas tampaknya tidak ingin sekadar mengikuti perubahan. Fakultas ini tengah menyiapkan diri untuk menjadi salah satu motor inovasi pertanian nasional.

Raja dan Mandat Perubahan

Salah satu agenda penting dalam Munas adalah pemilihan Ketua IKA Fateta periode 2026–2030. Melalui mekanisme musyawarah yang berlangsung kondusif, Raja terpilih secara aklamasi untuk memimpin organisasi alumni selama empat tahun ke depan.

Terpilihnya Raja tidak hanya menandai pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, ia membawa mandat besar untuk mendorong apa yang disebut sebagai “perubahan eksponensial” dalam tubuh organisasi alumni maupun kontribusinya terhadap perkembangan Fateta Unhas.

Di era ketika perubahan teknologi berlangsung sangat cepat, alumni tidak lagi cukup berperan sebagai jejaring sosial semata.

Mereka dituntut menjadi katalisator pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan kemitraan strategis yang dapat memperkuat daya saing fakultas.

Ketua IKA Fateta periode 2021–2026, Taufik Anwar, menyampaikan optimismenya terhadap kepengurusan baru.

“Selamat kepada Adinda Raja yang terpilih secara aklamasi. Semoga formasi kepengurusan baru segera rampung agar roda organisasi bisa langsung berjalan maksimal,” ujarnya.

Dukungan yang mengalir dari berbagai generasi alumni menunjukkan kuatnya kepercayaan terhadap kepemimpinan baru untuk membawa organisasi memasuki fase yang lebih progresif.

Buah Penantian Panjang Selama 12 Tahun

Munas tahun ini juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang Fateta sebagai fakultas mandiri.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengingatkan bahwa lahirnya Fateta merupakan hasil perjuangan yang tidak singkat. Selama 12 tahun, program studi Teknologi Pertanian berada di bawah naungan Fakultas Pertanian sebelum akhirnya berdiri sebagai fakultas tersendiri.

Menariknya, bahkan sebelum resmi menjadi fakultas mandiri, program studi Teknologi Pertanian telah menjadi salah satu program studi dengan tingkat peminat tertinggi di Universitas Hasanuddin.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa Fateta memiliki modal akademik yang kuat sejak awal. Kemandirian fakultas bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperluas ruang gerak dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi.

Dengan otonomi yang lebih besar, Fateta kini memiliki keleluasaan untuk merancang agenda pengembangan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan tantangan global.

Menyongsong Era Smart Farming

Visi masa depan Fateta semakin terlihat jelas melalui pemaparan Dekan Fateta Unhas, Prof. Salengke.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan rencana pembukaan program studi baru bernama Smart Farming, sebuah langkah yang dinilai sangat relevan dengan perkembangan teknologi pertanian modern.

Smart Farming merupakan pendekatan pertanian berbasis teknologi yang memadukan ilmu agrikultur dengan kecerdasan buatan, sensor digital, Internet of Things (IoT), analisis data, serta sistem automasi.

Kehadiran program studi ini akan melengkapi tiga pilar akademik yang selama ini menjadi kekuatan Fateta, yaitu:

  • Teknologi Pengolahan Pangan;
  • Keteknikan Pertanian;
  • Teknologi Industri Pertanian; dan
  • Smart Farming sebagai program studi baru yang berorientasi pada pertanian masa depan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa Fateta tidak hanya berfokus pada kebutuhan hari ini, tetapi juga tengah mempersiapkan generasi profesional yang mampu menjawab tantangan pertanian beberapa dekade mendatang.

Keputusan Berbasis Data

Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian dalam forum tersebut adalah rencana fakultas untuk melakukan survei khusus guna memetakan minat masyarakat dan kebutuhan industri.

Pendekatan ini mencerminkan transformasi cara pandang dalam pengelolaan pendidikan tinggi.

Jika sebelumnya pengembangan program studi banyak bertumpu pada pertimbangan akademik internal, kini Fateta mulai mengintegrasikan data pasar kerja sebagai dasar pengambilan keputusan.

Melalui pendekatan berbasis data atau data-driven decision making, fakultas dapat memastikan bahwa kurikulum dan kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Strategi ini menjadi penting mengingat perubahan teknologi yang sangat cepat sering kali menyebabkan kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja.

Dengan memahami tren industri sejak awal, Fateta berupaya menciptakan hubungan yang lebih kuat antara dunia akademik dan dunia profesional.

Kekuatan Alumni sebagai Modal Sosial

Kesuksesan penyelenggaraan Munas dan Reuni 2026 juga menunjukkan besarnya modal sosial yang dimiliki keluarga besar Fateta.

Meskipun waktu persiapan relatif singkat, kegiatan dapat berlangsung sukses berkat kerja sama berbagai pihak. Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), mahasiswa HIMATEPA, serta para alumni lintas angkatan berhasil membangun kolaborasi yang solid.

Tokoh-tokoh seperti Thahir Adam, Ichal, Amri Hidayat, Ikrom giE, Reza Asra, Nabil Putra, dan Ocha menjadi bagian dari tim yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.

Di balik suksesnya acara, tersimpan pesan penting bahwa alumni merupakan aset strategis yang tidak ternilai. Mereka bukan hanya bagian dari sejarah fakultas, tetapi juga mitra pembangunan yang dapat membantu memperluas jejaring, membuka peluang kerja sama, hingga mendukung pengembangan sumber daya mahasiswa.

Optimisme tersebut disampaikan kembali oleh Taufik Anwar.

“Semoga ikhtiar yang kita lakukan sepanjang hari kemarin menjadi momentum untuk melakukan perubahan eksponensial pada tubuh IKA. Hal ini tentunya harus berdampak nyata pada tumbuh kembang FATETA sebagai fakultas baru di Unhas. Fateta tumbuh kembang, jaya teknologi!”

Menatap Masa Depan

Perjalanan Fateta Unhas tampaknya baru memasuki babak baru.

Dengan kepemimpinan alumni yang solid, dukungan institusi yang kuat, rencana ekspansi akademik melalui Smart Farming, serta komitmen untuk mengambil keputusan berbasis data, fakultas ini memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat unggulan teknologi pertanian di Indonesia.

Tantangan yang dihadapi sektor pertanian nasional memang tidak ringan. Namun, ketika inovasi akademik, jejaring alumni, dan kebutuhan industri dapat dipertemukan dalam satu visi yang sama, maka peluang untuk menciptakan perubahan besar menjadi semakin terbuka.

Munas dan Reuni 2026 mungkin telah berakhir. Namun bagi keluarga besar Fateta Unhas, momentum yang lahir dari pertemuan tersebut tampaknya baru saja dimulai.

Sebuah momentum untuk melompat lebih jauh, bergerak lebih cepat, dan menghadirkan perubahan eksponensial bagi masa depan teknologi pertanian Indonesia.