PELAKITA.ID – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, 1.582 kapal dibangun bertahap mulai 2026 sampai 2028. Dari total itu, sekitar 1.000 unit adalah kapal 30 gross ton (GT) yang diprioritaskan untuk mendukung aktivitas ekonomi di KNMP.
Menurut Trenggono, program ini untuk meremajakan armada perikanan nasional yang mayoritas sudah tua.
“Seluruh kapal akan diproduksi di dalam negeri guna memperkuat industri galangan kapal nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor maritim,”ucapnya di Jakarta, Selasa (12/5).
Selain membangun kapal, KKP juga menyiapkan SDM yang akan mengoperasikan armada modern. Pelatihan awak kapal dilakukan lewat sekolah-sekolah perikanan dan masyarakat pesisir di kawasan KNMP.

Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengatakan tahap awal difokuskan menuntaskan 50 unit kapal modern sepanjang 2026. Pemerintah kini menyiapkan rantai pasok material, peralatan, hingga kesiapan galangan kapal nasional.
“Membangun kapal harus benar benar memenuhi aspek teknis dan pelaksanaan yang profesional dan memenuhi standar pembangunan yang baik dan tersertifikasi. Kita harus siapkan semua mulai dari design, bahan bakunya dan kelengkapan lainnya hingga kesiapan galangan kapal yang akan membangunnya,” ujar Latif.
Program modernisasi armada ini juga dapat dukungan internasional. Saat kunjungan kenegaraan ke London awal 2026, Pemerintah Inggris menyatakan dukungan pembangunan 1.500 kapal ikan Indonesia lewat kerja sama maritim kedua negara. Dukungan itu disampaikan langsung PM Inggris Keir Starmer dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo di Downing Street.
Pemerintah menilai modernisasi kapal ikan penting untuk mendongkrak produktivitas nelayan sekaligus memperkuat ekonomi biru nasional. Kapal modern diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan, memperluas jangkauan melaut, serta menaikkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Bersamaan dengan itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih terus dikebut. Pemerintah menargetkan sekitar 100 KNMP pada 2025 dan 65 lokasi sudah rampung. KNMP dirancang jadi pusat ekonomi pesisir terpadu yang dilengkapi hunian nelayan, fasilitas pengolahan hasil laut, hingga penguatan koperasi masyarakat.
Bagi pemerintah, pembangunan ribuan kapal dan kampung nelayan bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi simbol perubahan arah kebijakan maritim nasional. Lewat program ini, pemerintah ingin memastikan nelayan Indonesia tidak lagi jadi penonton di lautnya sendiri, melainkan pelaku utama dalam mengelola kekayaan laut nasional.
Lewat Koperasi Nelayan
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen membangun sektor kelautan dan perikanan nasional. Saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5), Prabowo mengumumkan rencana pembangunan 1.582 unit kapal ikan modern untuk nelayan di seluruh Indonesia.
Program ini jadi bagian dari upaya pemerintah mendorong nelayan lokal “naik kelas” lewat modernisasi armada tangkap dan penguatan ekonomi pesisir. Di hadapan nelayan dan warga pesisir, Prabowo memastikan bantuan kapal mulai direalisasikan tahun ini.
“Saya sering diejek Prabowo ini, Prabowo itu, tetapi saya tidak ragu-ragu. Untuk rakyat kita tidak ragu-ragu. Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan,” tegas Prabowo.
Ia menyebut kapal dibangun sebagai bentuk keberpihakan ke rakyat kecil sekaligus memperkuat kedaulatan maritim Indonesia. Penyaluran akan dilakukan lewat koperasi nelayan. Pemerintah mendorong nelayan di daerah membentuk kelompok usaha berbasis koperasi agar distribusi bantuan lebih terorganisasi dan berkelanjutan. Kapal yang dibangun beragam ukuran, dari kecil hingga besar sesuai kebutuhan wilayah tangkap.
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini









