Tingkatkan Keselamatan Petani, Mahasiswa Keperawatan Unhas KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Gelar Edukasi K3 dan Simulasi Pertolongan Pertama di Desa Padangloang

  • Whatsapp
Menyadari pentingnya upaya pencegahan kecelakaan kerja di sektor pertanian, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas), Milza Aulia Azis, menggelar edukasi kesehatan dan simulasi pertolongan pertama bagi petani di Desa Padangloang, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang.

PELAKITA.ID – SIDRAP — Aktivitas bertani di area persawahan tidak hanya menuntut tenaga dan ketekunan, tetapi juga menyimpan berbagai risiko kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Menyadari pentingnya upaya pencegahan kecelakaan kerja di sektor pertanian, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas), Milza Aulia Azis, menggelar edukasi kesehatan dan simulasi pertolongan pertama bagi petani di Desa Padangloang, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Program kerja individu bertajuk “Mengenal dan Menangani Risiko Kesehatan pada Pekerja Tani di Sawah” ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai berbagai risiko kesehatan yang kerap dihadapi saat bekerja di sawah, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama ketika terjadi keadaan darurat.

Mayoritas masyarakat Desa Padangloang menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para petani aktif mengikuti simulasi, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai berbagai kondisi darurat yang berpotensi terjadi saat bekerja di persawahan.

Aktivitas tersebut tidak lepas dari berbagai ancaman, mulai dari sengatan panas (heat exhaustion), dehidrasi, luka yang berisiko infeksi, gigitan hewan berbisa, hingga kecelakaan akibat penggunaan alat pertanian tanpa didukung Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai.

Kegiatan diawali dengan sesi berbagi pengalaman secara interaktif. Para petani diajak menceritakan berbagai kendala kesehatan maupun kecelakaan kerja yang pernah dialami selama beraktivitas di sawah.

Sebelum materi disampaikan, peserta terlebih dahulu mengisi kuesioner awal (pre-test) untuk mengukur tingkat pengetahuan dasar mengenai risiko kesehatan kerja serta langkah-langkah penanganannya.

Selanjutnya, Milza menyampaikan materi edukasi secara komunikatif dan mudah dipahami.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, ia juga membagikan leaflet yang berisi informasi praktis mengenai pencegahan risiko kesehatan kerja dan prosedur pertolongan pertama yang dapat dijadikan panduan di rumah maupun saat berada di lahan pertanian.

Tidak berhenti pada penyampaian teori, kegiatan ini juga menghadirkan simulasi praktik pertolongan pertama.

Materi praktik meliputi teknik bebat bidai sebagai penanganan awal pada dugaan patah tulang akibat kecelakaan kerja, serta prosedur pertolongan pertama pada korban gigitan ular dengan teknik imobilisasi yang benar sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para petani aktif mengikuti simulasi, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai berbagai kondisi darurat yang berpotensi terjadi saat bekerja di persawahan.

Sebagai bentuk evaluasi, kegiatan ditutup dengan pengisian kuesioner akhir (post-test) untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi dan pelatihan.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Padangloang semakin menyadari pentingnya keselamatan kerja di sektor pertanian, membiasakan penggunaan APD saat bekerja, serta memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat apabila terjadi kondisi darurat di area persawahan.

Edukasi semacam ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam menekan risiko kecelakaan kerja sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan para petani di pedesaan.