Film yang diproduksi pada 2025 itu berhasil meraih Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism dalam ajang Golden FEMI Film Festival di Sofia, Bulgaria. Penghargaan tersebut diberikan atas kekuatan narasi yang mengangkat nilai-nilai budaya dan kemanusiaan.
PELAKITA.ID – Film layar lebar Solata dengan tagline Teman Adalah Keluarga yang Kita Pilih menunjukkan fenomena yang tidak biasa.
Di saat film tersebut belum memperoleh pengakuan pada ajang festival film nasional, karya garapan sutradara sekaligus produser Ichwan Persada justru menuai apresiasi di berbagai festival film internasional.
Kepada media Antara, Ichwan menilai kondisi tersebut menjadi bahan refleksi bagi ekosistem perfilman Indonesia.
Menurutnya, tidak semua karya yang mendapat sambutan positif di panggung dunia memperoleh apresiasi yang sama di dalam negeri.
Ia berpandangan bahwa sistem penilaian festival nasional masih menyisakan ruang evaluasi, terutama terkait keseimbangan antara popularitas nama besar dan kualitas artistik sebuah karya.
Sebagai perbandingan, Ichwan mengingatkan bahwa situasi serupa pernah dialami film Women From Rote Island, yang dinilai memiliki kualitas akting dan artistik tinggi, tetapi tidak memperoleh pengakuan yang sepadan pada festival film nasional.
Menurutnya, apabila pola tersebut terus berulang, industri perfilman perlu melakukan introspeksi agar proses apresiasi terhadap karya lebih objektif dan memberikan ruang yang sama bagi sineas independen.
Dikutip dari media Antara, di tingkat internasional, perjalanan Solata justru menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Film yang diproduksi pada 2025 itu berhasil meraih Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism dalam ajang Golden FEMI Film Festival di Sofia, Bulgaria. Penghargaan tersebut diberikan atas kekuatan narasi yang mengangkat nilai-nilai budaya dan kemanusiaan.
Prestasi itu menjadi awal dari kiprah Solata di berbagai forum perfilman dunia. Film produksi Walma Pictures dan Indonesia Sinema Persada tersebut dijadwalkan tampil pada ASEAN Plus Three Film Festival di Cekoslowakia pada September 2026.
Selain itu, Solata juga tengah menunggu hasil seleksi Tirana International Film Festival di Albania, salah satu festival yang memiliki jalur kualifikasi menuju Academy Awards (Oscar).
Tak berhenti di Eropa, Solata juga akan melanjutkan diplomasi budaya Indonesia melalui partisipasinya pada 5th Jordan Children and Youth Film Festival di Amman, Yordania, dengan dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
Kehadiran film tersebut di berbagai festival internasional dinilai menjadi bukti bahwa cerita lokal Indonesia memiliki daya tarik universal dan mampu diterima oleh penonton dari beragam latar belakang budaya.
Bagi Ichwan Persada, capaian tersebut menunjukkan bahwa kualitas sinema Indonesia semakin diperhitungkan di panggung global.
Menurutnya, kekuatan cerita, nilai kemanusiaan, serta kekayaan budaya yang diangkat dalam Solata mampu melampaui batas bahasa dan geografis, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional bagi perfilman Indonesia di masa mendatang.
___
Sumber Antara









