Kolaborasi UMPAR, UNHAS, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

  • Whatsapp

PELAKITA.ID – Kolaborasi akademisi dari Universitas Muhammadiyah Parepare, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Patompo Makassar melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) BIMA Kemdiktisaintek Tahun 2026 di Desa Lawallu, Kabupaten Barru.

Program yang mengusung Skema Pemberdayaan Desa Binaan ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui penerapan teknologi penangkapan ikan, penguatan budidaya perikanan ramah lingkungan, serta pengembangan kapasitas manajemen dan pemasaran usaha perikanan.

Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi strategis sebagai kawasan perikanan pesisir di Sulawesi Selatan.

Berada di kawasan Teluk Awerange, desa ini berkembang sebagai sentra budidaya laut dengan keramba jaring apung serta menjadi salah satu pemasok ikan bandeng dan berbagai komoditas ikan laut bagi pasar dan rumah makan di Sulawesi Selatan.

Potensi tersebut menjadi dasar pelaksanaan program pemberdayaan yang mengintegrasikan teknologi penangkapan ikan, budidaya ramah lingkungan, penguatan kelembagaan usaha, dan pemasaran digital sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Namun demikian, masyarakat masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari ketidakpastian daerah penangkapan ikan, tingginya biaya operasional budidaya, lemahnya tata kelola usaha, hingga keterbatasan akses pemasaran produk perikanan.

Sosialisasi Awal Pengabdian Kepada Masyarakat BIMA Kemenrisaintek tahun 2026, SKIM Program Pemberdayaan Desa Binaan dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Juli 2026.

Ketua Tim Pelaksana, Dr. Andi Adam Malik dari Universitas Muhammadiyah Parepare dalam sambutannya pada Acara Pembukaan menjelaskan bahwa program pemberdayaan ini dirancang untuk dilaksanakan selama tiga tahun.

Tahun pertama difokuskan pada transfer ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai fondasi utama keberhasilan program, yang selanjutnya akan diperkuat melalui pendampingan berkelanjutan hingga masyarakat mampu mengelola usahanya secara mandiri.

Ia juga mengajak seluruh mitra, pemerintah desa, dan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Lawallu yang diwakili oleh Kepala Dusun, Pak Ukkas, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Pengabdian atas dipilihnya Desa Lawallu sebagai lokasi pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Kemdiktisaintek Tahun 2026.

Menurutnya, program ini menjadi peluang yang sangat strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang aplikatif.

Ia menjelaskan bahwa Desa Lawallu memiliki potensi besar di sektor perikanan tangkap dan budidaya laut, khususnya kawasan Teluk Awerange yang dikenal sebagai sentra keramba jaring apung dan penghasil berbagai komoditas perikanan.

Oleh karena itu, dukungan perguruan tinggi diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas, kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan usaha perikanan yang berkelanjutan.

Pemerintah Desa juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan program selama tiga tahun ke depan melalui sinergi dengan kelompok nelayan, kelompok pembudidaya ikan, serta seluruh elemen masyarakat, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Muhammad Kurnia, Ph.D. dari Universitas Hasanuddin memperkenalkan pemanfaatan teknologi Fishfinder dan GPS melalui instrumen Garmin FF250 GPS sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi operasi penangkapan ikan.

Teknologi ini memungkinkan nelayan mendeteksi keberadaan ikan sekaligus menentukan dan menyimpan koordinat daerah penangkapan (fishing ground), sehingga waktu pencarian ikan menjadi lebih singkat, konsumsi bahan bakar lebih hemat, dan produktivitas penangkapan meningkat.

Dr. Muhammad Kusnady Tabsir dari Universitas Patompo memaparkan pentingnya transformasi pemasaran digital bagi usaha perikanan masyarakat pesisir.

Melalui pemanfaatan media sosial dan platform pemasaran daring, pelaku usaha diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing produk, serta memperkuat nilai ekonomi hasil perikanan.

Sementara itu, Dr. Henny Setiawati dari Universitas Muhammadiyah Parepare menyampaikan program diversifikasi produk hasil perikanan dan pemanfaatan limbah organik melalui pembuatan pupuk cair organik.

Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk, mengurangi limbah, serta membuka peluang usaha baru yang mendukung peningkatan pendapatan masyarakat pesisir.

Melalui sinergi tiga perguruan tinggi, Program Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Kemdiktisaintek ini diharapkan mampu menghasilkan model pemberdayaan masyarakat pesisir yang berkelanjutan.

Integrasi teknologi penangkapan ikan, budidaya ramah lingkungan, penguatan manajemen usaha, memperluas akses pasar dan pemasaran digital diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas sektor perikanan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Lawallu sebagai salah satu kawasan pesisir potensial di Kabupaten Barru.

Tim ini terdiri dari Ketua Tim Dr. Andi Adam Malik (Universitas Muhammadiyah Parepare) dengan anggota: Muhammad Kurnia, Ph.D. (Universitas Hasanuddin), anggota: Dr. Muhammad Kusnady Tabsir (Universitas Patompo) serta anggota: Dr. Henny Setiawati (Universitas Muhammadiyah Parepare).

___
Editor Denun