Gubernur Sulsel Kerahkan Dukungan Penuh, Pencarian Korban KM Nurul Salsa Terus Berlanjut

  • Whatsapp
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman (dok: Istimewa)

KM Nurul Salsa diketahui bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA. Dalam perjalanan, kapal mengalami mati mesin saat berada di perairan sebelah barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng.

PELAKITA.ID – MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memberikan dukungan penuh terhadap operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Sejak menerima laporan insiden tersebut, Pemprov Sulsel langsung berkoordinasi dengan Basarnas Makassar untuk memperkuat operasi pencarian terhadap para penumpang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

“Kami berkoordinasi dan telah mengerahkan kapal bersama Basarnas Makassar. Mohon doanya agar penumpang yang masih dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Andi Sudirman, Jumat (17/7/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pihaknya terus melaporkan perkembangan operasi SAR kepada Gubernur Sulsel yang memberikan perhatian serius terhadap proses pencarian.

Menurut Arif, sinergi seluruh unsur yang terlibat menjadi faktor penting dalam mempercepat upaya penyelamatan dan pencarian korban.

“Kami berharap sinergi seluruh unsur yang terlibat dapat mempercepat proses pencarian. Tim di lapangan akan terus bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Kami juga memohon doa dari masyarakat agar seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” ujarnya.

Berdasarkan data terbaru Basarnas hingga Kamis (16/7/2026), insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa melibatkan 74 penumpang. Dari jumlah tersebut, 49 orang berhasil ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, sementara 24 orang lainnya masih dalam pencarian.

KM Nurul Salsa diketahui bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.

Dalam perjalanan, kapal mengalami mati mesin saat berada di perairan sebelah barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng.

Kondisi cuaca di lokasi kejadian turut menjadi tantangan dalam operasi penyelamatan. Gelombang laut yang mencapai sekitar 2,5 meter membuat proses evakuasi maupun pencarian korban berlangsung dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Untuk mempercepat operasi SAR, Basarnas mengerahkan berbagai unsur pencarian, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Selayar, KN SAR Kamajaya 104, KRI Marlin, KM Harapan Kita GT 104, serta Pesawat Boeing B737-200 TNI Angkatan Udara yang melakukan penyisiran melalui jalur laut dan udara.

Hingga kini, operasi pencarian masih berlangsung sesuai Search and Rescue Action Plan (SARMAP) dengan fokus utama menemukan 24 penumpang yang masih dinyatakan hilang.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Basarnas dan seluruh unsur terkait terus mengintensifkan koordinasi serta mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia dengan harapan seluruh korban segera ditemukan.