Mahasiswa KKN Unhas Usung Insinerator sebagai Solusi Pengelolaan Sampah di Desa Lompo Tengah

  • Whatsapp
Pembangunan insinerator sampah oleh mahasiswa KKN merupakan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs. Kegiatan ini relevan dengan setidaknya SDGs 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan), SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas).

PELAKITA.ID  – Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan di banyak desa, termasuk di Desa Lompo Tengah, Kabupaten Barru.

Penumpukan sampah yang belum tertangani secara optimal berpotensi mengganggu kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggagas pemanfaatan insinerator untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Insinerator merupakan alat atau mesin yang dirancang khusus untuk memusnahkan sampah melalui pembakaran pada suhu sangat tinggi (biasanya antara 800°C hingga 1.200°C). Teknologi ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah secara drastis (hingga 90%) dan mengubahnya menjadi abu.

Pembangunan insinerator sampah oleh mahasiswa KKN merupakan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs. Kegiatan ini relevan dengan setidaknya SDGs 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan), SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas).

Abid Muwaffaq Akhmad, selaku Koordinator Desa menjelaskan bahwa ide tersebut lahir dari hasil observasi lapangan dan diskusi bersama pemerintah desa serta masyarakat sebelum penyusunan program kerja. Dalam proses identifikasi kebutuhan, persoalan sampah menjadi salah satu isu prioritas yang disampaikan pemerintah desa.

Untuk itu, Tim Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 kemudian merancang pembangunan insinerator sebagai alternatif untuk mengurangi volume sampah. Dengan pemanfaatan mesin ini, proses pembakaran sampah lebih terkontrol, sehingga pengelolaan sampah lebih efektif sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan.

“Kami tidak ingin datang hanya membawa program yang sudah disiapkan. Melalui pembangunan insinerator, kami berharap dapat membantu mengurangi penumpukan sampah sekaligus menjadi langkah awal membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan,” jelas Abid.

Dosen Pendamping, Dr. Alpiani, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga harus menghasilkan inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya berharap nantinya bukan hanya menjadi kenangan bahwa pernah ada mahasiswa KKN di Desa Lompo Tengah, tetapi juga ada inovasi dari adik-adik mahasiswa yang dapat dilihat, dimanfaatkan, dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat sebagai hasil dari program kerja KKN,” jelas Alpiani.

Kepala Desa Lompo Tengah, Arifudin Pabiseang, mengapresiasi pendekatan mahasiswa yang mengawali penyusunan program dengan observasi dan diskusi bersama pemerintah desa. Menurutnya, penanganan sampah dengan metode ini diharapkan dapat mengatasi masalah sampah di daerahnya.

“Kami mengapresiasi mahasiswa KKN Unhas yang tidak langsung datang membawa program, tetapi terlebih dahulu melakukan observasi dan berdiskusi dengan pemerintah desa. Pendekatan ini menghasilkan program yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan,” jelas Arifudin.

Selain pembangunan insinerator sebagai program kerja utama, mahasiswa juga menghadirkan sejumlah program pendukung untuk memperkuat pembangunan Desa Lompo Tengah dari berbagai sektor.

Program tersebut meliputi pengembangan kemasan produk kue khas desa guna meningkatkan nilai tambah produk lokal, penyusunan buku sejarah desa, pelatihan pembuatan Kompos Takakura, pemanfaatan sekam padi menjadi briket, pembuatan fungisida alami yang lebih ramah lingkungan, serta edukasi GEMARI (Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan) bagi siswa sekolah dasar untuk menanamkan kesadaran gizi sejak dini.

Seluruh program tersebut diperkenalkan kepada pemerintah desa dan masyarakat melalui Seminar Program Kerja Mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin yang berlangsung di Desa Lompo Tengah, Kabupaten Barru, Rabu (15/7).

Kegiatan ini menjadi awal kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengimplementasikan berbagai inovasi berbasis potensi lokal untuk mendukung pembangunan desa yang lebih berkelanjutan. (*/alp/mir)