Belanda Mengamuk, Swedia Dibantai 5-1 di Houston

  • Whatsapp
Bintang kemenangan Belanda adalah Brian Brobbey yang mencetak dua gol pada babak pertama. Sementara tiga gol lainnya disumbangkan oleh Cody Gakpo (dua gol) dan Crysencio Summerville.

Masuknya Crysencio Summerville menggantikan Donyell Malen menjadi titik balik yang semakin memperkuat dominasi Belanda. Pada menit ke-47, Cody Gakpo mencetak gol ketiga setelah menerima umpan dari Dumfries. Tujuh menit kemudian, Gakpo kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui kerja sama apik dengan Summerville.

PELAKITA.ID – HOUSTON – Tim nasional Belanda menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kandidat kuat juara setelah menghancurkan Swedia dengan skor telak 5-1 pada laga putaran kedua Piala Dunia FIFA 2026 di NRG Stadium, Houston, Minggu (21/6/2026) dini hari WIB.

Di hadapan 68.777 penonton yang memadati stadion, skuad Oranje tampil sangat efektif. Meski tidak sepenuhnya mendominasi penguasaan bola, anak asuh Ronald Koeman mampu mengubah peluang menjadi gol dengan efisiensi yang nyaris sempurna.

Read More

Bintang kemenangan Belanda adalah Brian Brobbey yang mencetak dua gol pada babak pertama. Sementara tiga gol lainnya disumbangkan oleh Cody Gakpo (dua gol) dan Crysencio Summerville.

Belanda langsung menggebrak sejak menit-menit awal pertandingan. Baru lima menit laga berjalan, Cody Gakpo mengirim umpan matang yang diselesaikan dengan tenang oleh Brobbey untuk membuka keunggulan 1-0.

Gol cepat tersebut membuat Belanda semakin percaya diri. Swedia berusaha bangkit dan beberapa kali membangun serangan melalui Alexander Isak dan rekan-rekannya. Namun lini pertahanan Belanda tampil disiplin dan sulit ditembus.

Pada menit ke-17, Denzel Dumfries kembali menunjukkan peran pentingnya dari sisi kanan lapangan. Umpan akuratnya berhasil dimanfaatkan Brobbey untuk mencetak gol kedua sekaligus menggandakan keunggulan Belanda menjadi 2-0.

Skor tersebut bertahan hingga turun minum. Meski tertinggal dua gol, Swedia sebenarnya tidak sepenuhnya kalah dalam permainan.

Statistik menunjukkan penguasaan bola berlangsung relatif seimbang, bahkan tim Skandinavia itu mampu melepaskan lebih banyak tembakan. Namun penyelesaian akhir yang buruk membuat peluang mereka terbuang sia-sia.

Harapan Swedia untuk bangkit pada babak kedua langsung sirna hanya beberapa saat setelah peluit restart dibunyikan.

Masuknya Crysencio Summerville menggantikan Donyell Malen menjadi titik balik yang semakin memperkuat dominasi Belanda. Pada menit ke-47, Cody Gakpo mencetak gol ketiga setelah menerima umpan dari Dumfries. Tujuh menit kemudian, Gakpo kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui kerja sama apik dengan Summerville.

Dalam waktu kurang dari sepuluh menit setelah jeda, Belanda sudah unggul telak 4-0.

Swedia akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-59. Anthony Elanga yang baru masuk sebagai pemain pengganti berhasil memanfaatkan umpan Alexander Isak untuk menaklukkan kiper Belanda dan mengubah skor menjadi 4-1.

Namun gol tersebut tidak cukup untuk membangkitkan perlawanan. Belanda tetap mengendalikan jalannya pertandingan. Ronald Koeman bahkan leluasa melakukan rotasi pemain dengan memasukkan Memphis Depay dan Teun Koopmeiners tanpa mengurangi daya serang timnya.

Menjelang laga berakhir, Summerville melengkapi penampilan impresifnya. Pada menit ke-89, ia menerima umpan dari Memphis Depay sebelum melepaskan penyelesaian akhir yang sempurna untuk menutup pesta gol Belanda menjadi 5-1.

Menariknya, skor telak tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan statistik pertandingan. Swedia justru mencatatkan 16 tembakan dibandingkan 10 milik Belanda. Mereka juga lebih sering menyentuh bola di area penalti lawan, yakni 26 kali berbanding 20 kali.

Namun Belanda menunjukkan kualitas yang membedakan tim besar dengan tim biasa: efektivitas. Dari peluang yang lebih sedikit, mereka mampu menghasilkan lima gol. Nilai expected goals (xG) Belanda mencapai 2,60, jauh lebih tinggi dibandingkan Swedia yang hanya 1,01.

Brobbey memang layak menjadi sorotan berkat dua golnya. Akan tetapi kemenangan besar ini juga tidak lepas dari kontribusi Cody Gakpo yang mencetak dua gol dan satu assist, Denzel Dumfries yang menyumbang dua assist, serta Summerville yang tampil luar biasa sebagai supersub dengan satu gol dan satu assist.

Bagi Swedia, kekalahan telak ini menjadi pelajaran berharga. Mereka mampu menciptakan sejumlah peluang, tetapi rapuh dalam bertahan dan gagal memanfaatkan kesempatan yang ada.

Sebaliknya, bagi Belanda, kemenangan ini menjadi pernyataan tegas kepada para pesaingnya. Dengan lini serang yang tajam, kedalaman skuad yang kuat, serta performa pemain-pemain kunci yang sedang menanjak, Oranje semakin menunjukkan diri sebagai salah satu penantang serius gelar juara dunia.

Di malam musim panas Houston, Swedia datang dengan harapan membuat kejutan. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Mereka menjadi korban terbaru dari permainan Belanda yang sedang berada pada performa terbaiknya.

Related posts