Kepergiannya meninggalkan kehilangan yang mendalam, namun juga warisan keteladanan tentang pentingnya menjaga silaturahmi, membangun organisasi, dan memberi manfaat bagi sesama.
PELAKITA.ID — Kabar duka menyelimuti keluarga besar alumni Universitas Hasanuddin (Unhas). Dr. Amirullah Tahir, SH., MM., yang dikenal luas sebagai salah satu tokoh alumni yang aktif mengabdikan diri bagi organisasi dan jejaring alumni Unhas, wafat di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta, pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kabar berpulangnya Amirullah Tahir, alumni Fakultas Hukum Unhas angkatan 85, pertama kali disampaikan oleh dosen FH Unhas, Dr. Hasrul Lulu melalui grup alumni.
“Innalillahi wa innailaihi rajiun, telah berpulang ke Rahmatullah saudara kita Dr. Amirullah Tahir, SH., MM. di RS Sumber Waras Jakarta, tadi siang sekitar jam 14.00 WIB,” tulisnya.
Kepergian sosok yang akrab disapa “Ka Ulla” itu meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan, terutama keluarga besar Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas).
Berbagai ungkapan belasungkawa dan kenangan tentang almarhum segera mengalir dari para sahabat, kolega, dan sesama alumni yang pernah merasakan kebaikan serta perhatian darinya.
Busman Rahman mengenang almarhum sebagai salah satu tokoh penting yang terlibat dalam Steering Committee Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas empat tahun lalu.
Menurutnya, kontribusi Amirullah Tahir terhadap organisasi alumni tidak dapat dipisahkan dari berbagai proses penting yang pernah dilalui IKA Unhas.
Sementara itu, Kepala Ombudsman Gorontalo, Muslimin B. Putra, mengenang almarhum sebagai pribadi yang ringan tangan membantu sesama.
Ia menceritakan pengalaman saat mengikuti proses seleksi Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jakarta.
“Almarhum orang baik. Waktu saya mendaftar komisioner LPSK di Jakarta, saya meminta bantuan almarhum jika saya lolos masuk istana sebelum mengikuti fit and proper test DPR untuk dibantu berkomunikasi dengan tim Presiden Jokowi saat itu,” kenangnya.
Bagi banyak juniornya, Amirullah Tahir bukan sekadar senior dalam organisasi, tetapi juga sosok pengayom yang selalu membuka ruang kebersamaan.
Anno Suparno mengingat bagaimana almarhum selalu memberikan perhatian kepada para junior, baik ketika berada di Makassar maupun Jakarta.
“Ka Ulla orang yang sangat baik. Saat di Makassar dan Jakarta, beliau selalu perhatian pada yuniornya. Setiap berada di Jakarta, beliau pasti mengajak nongkrong dan berbincang bersama,” ujarnya.
Kenangan serupa juga disampaikan Kahar Gani, pilar LMP Sulawesi Selatan. Menurutnya, almarhum adalah sosok senior yang senantiasa memikirkan berbagai gagasan dan kegiatan positif untuk kemajuan organisasi maupun masyarakat.
“Beliau selalu mengajak berdiskusi dan membicarakan berbagai rencana kegiatan yang positif, walaupun belum semuanya sempat terlaksana. Saya bersaksi beliau adalah senior yang baik,” tutur Kahar.
Di lingkungan IKA Unhas, nama Amirullah Tahir juga dikenang sebagai salah satu figur yang memberikan kontribusi besar dalam penyusunan berbagai dokumen organisasi.
Bachrianto Bachtiar menyebut almarhum sebagai salah satu tokoh yang paling banyak terlibat dalam penyusunan draft Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IKA Unhas pada momentum Mubeslub yang saat itu dipindahkan ke Makassar.
Kontribusi tersebut menjadi bagian dari jejak pengabdian almarhum dalam memperkuat fondasi kelembagaan organisasi alumni yang menaungi ribuan lulusan Universitas Hasanuddin di berbagai daerah.
Bagi banyak sahabat dan koleganya, Amirullah Tahir akan dikenang bukan hanya karena kiprahnya dalam organisasi, tetapi juga karena karakter pribadinya yang hangat, mudah bergaul, dan selalu menjaga hubungan dengan sesama alumni lintas generasi.
Kepergiannya meninggalkan kehilangan yang mendalam, namun juga warisan keteladanan tentang pentingnya menjaga silaturahmi, membangun organisasi, dan memberi manfaat bagi sesama.
Maqbul Halim turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Amirullah Tahir. Dalam pesannya, ia mengungkapkan duka yang mendalam sembari mendoakan almarhum.
“Innaalillahi wa innaa ilaihi rajiun. Turut berduka cita. Selamat jalan Kak Ulla, Al-Fatihah,” tulisnya, menambah deretan ungkapan kehilangan dari para sahabat dan alumni yang mengenal dekat sosok Amirullah Tahir sebagai pribadi yang baik dan penuh perhatian terhadap sesama.
“Beliau senior saya di Pramuka,” imbuh Mursalim Tahir.
Selamat jalan, Ka Ulla. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahmu, melapangkan kuburmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Al-Fatihah.
Penulis juga sering ngopi bareng mendiang di Phoenam Wahid Hasyim. Dugaan saya beliau orang Selayar, meski tidak pernah tanya asal usulnya.
Informasi yang dibagikan kolega mendiang, M N S Daeng Masiga menyampaikan bahwa jenazah almarhum Amirullah Tahir insyaallah akan diberangkatkan ke Makassar malam ini dan rencananya akan dimakamkan pada esok hari di Makassar.
Ia juga menginformasikan bahwa rumah duka berada di Perumahan Citraland Hertasning.
Redaksi









