PELAKITA.ID – Kota Makassar mencatat total 7.663 hewan kurban pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Data tersebut terdiri dari 7.261 ekor sapi dan 402 ekor kambing yang tersebar di 15 kecamatan di Kota Makassar.
Berdasarkan rekapitulasi data, Kecamatan Biringkanaya menjadi wilayah dengan jumlah hewan kurban terbanyak, yakni 1.351 ekor sapi dan 73 ekor kambing.
Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Manggala dengan 1.140 ekor sapi dan 43 ekor kambing, disusul Kecamatan Rappocini sebanyak 940 ekor sapi.
Sementara itu, Kecamatan Tamalate tercatat memiliki jumlah kambing kurban tertinggi dengan 79 ekor.

Potensi Nilai Ekonomi Sangat Besar
Di balik tingginya jumlah hewan kurban tersebut, tersimpan perputaran ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat.
Jika diasumsikan rata-rata harga sapi kurban berada di kisaran Rp25 juta hingga Rp35 juta per ekor, maka nilai ekonomi dari 7.261 ekor sapi diperkirakan mencapai sekitar Rp181 miliar hingga Rp254 miliar.
Sementara untuk kambing, dengan asumsi harga rata-rata Rp3 juta hingga Rp5 juta per ekor, maka total transaksi dari 402 ekor kambing diperkirakan berkisar Rp1,2 miliar hingga Rp2 miliar.
Dengan demikian, total nilai ekonomi hewan kurban di Kota Makassar tahun 2026 diperkirakan dapat menembus lebih dari Rp200 miliar.
Menggerakkan Banyak Sektor
Momentum Iduladha bukan hanya menjadi ibadah keagamaan, tetapi juga menggerakkan banyak sektor ekonomi masyarakat. Perdagangan hewan ternak mengalami peningkatan signifikan, mulai dari peternak lokal, pedagang sapi, jasa transportasi ternak, rumah potong hewan, hingga penjual pakan.
Perputaran uang yang besar tersebut juga memberi dampak langsung kepada pelaku usaha kecil dan masyarakat pedesaan yang selama ini bergantung pada sektor peternakan.
Tingginya jumlah hewan kurban di Makassar menunjukkan daya beli masyarakat yang tetap kuat sekaligus tingginya semangat berbagi dan solidaritas sosial pada momentum Iduladha.
Distribusi Kurban dan Solidaritas Sosial
Selain nilai ekonomi, distribusi hewan kurban juga mencerminkan aktivitas sosial dan keagamaan yang sangat besar.
Ribuan ekor hewan kurban nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Kota Makassar.
Kegiatan kurban tidak hanya memperkuat nilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana pemerataan konsumsi protein hewani bagi masyarakat kurang mampu.
Dengan jumlah ribuan ekor hewan kurban tersebut, Makassar kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu kota dengan aktivitas ekonomi dan sosial keagamaan terbesar di kawasan Indonesia Timur.
Redaksi









