Nelayan pulau jauh Selayar sulit dapat BBM, bagaimana pola distribusinya?

  • Whatsapp
Kapal barang asal Pulau Rajuni menuju perairan Selayar (dok: K. Azis)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Bagi yang sering bepergiaan ke dan dari Selayar naik kapal malam dari Lappe Bulukumba tahun 90-an, pasti pernah melihat kapal kayu yang membawa bahan bakar dari daratan Sulawesi dan sandar di pelabuhan itu.  Rutin saban pekan.

Bagaimana dengan potret peroleh BBM Selayar saat ini? Yang pasti, belakangan ini, masyarakat atau nelayan di pulau-pulau dalam kawasan Taka Bonerate Selayar mengeluh terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak di pulau mereka.

Hal tersebut setelah kapal-kapal ikan asal Bantaeng, Bulukumba hingga Sinjai yang selama ini memasok mereka tak lagi berani membawa dalam jumlah banyak atau berlebih karena bisa saja dianggap illegal.

Read More

Selama ini, di tingkat desa atau pulau jauh, proses jual beli ikan kerap dibarter dengan BBM. Uang untuk ikan, kerap ditukar dengan BBM, tergantung berapa kesepakatan.

Pemeriksaan yang ketat dari aparat keamanan membuat banyak kapal ikan dari daerah yang disebutkan itu tak lagi berani membawa BBM, akibatnya nelayan kesulitan.

Berdasarkan pantauan media SelayarMedia.Com, selama ini nelayan masih tetap mengandalkan penjual solar pasokan dari pusat kabupaten Selayar, sayangnya, akhir-akhir ini stok sangat minim dan harganya juga mahal di atas sepuluh ribu perliter, Sabtu (8/10/2022).

Hal tersebut diperparah dengan telah naiknya harga BBM per bulan lalu. Hal serupa juga atau bahkan lebih mahal di pulau seperti Tarupa, Pulau Pasitallu dan Pulau Latondu.

Saat ini, pasca kenaikan bahan bakar, nelayan adalah salah satu yang sangat terdampak. Mereka kesulitan melaut karena harga solar tidak terjangkau.

Disebutkan, harga bahan bakar dijual pedagang bervariasi, antara 11 ribu hingga 14 ribu perliter, sementara untuk bahan bakar pertalite dan pertamax menembus angka 20 ribu per liter.

Lalu bagaimana sesungguhnya pasokan BBM selama ini yang terjadi di Selayar Kepulauan? Bagaimana sesungguhnya peta distribusi dan pihak yang terlibat dalam urusan BBM ini di Selayar?

Apakah pendistribusian BBM oleh pelaku usaha seperti koperasi atau swasta yang mengambil dari  daratan seperti Bulukumba, Bantaeng atau yang punya kapal pemasok dari Makassar?

Bagaimana dengan kuota BBM untuk nelayan? Berapa per tahun yang harus disiapkan untuk Selayar melalui skema subsidii atau untuk industri?

Apakah ada bepot BBM khusus yang mampu menampung kuota Kabuparen Selayar.sebelum didistribusi ke pulau-pulau? Apakah itu tanggung jawab Pemda, Pertamina, Perusda atau siapa?

Sejatinya, khusus untuk nelayan, BBM subsidi tiap tahun sudah diberikan Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP ke kabupaten-kota. sesuai usulan kuota berdasarkan jumlah kapal dan waktu operasi.

Berdasarkan wawancara dengan salah seorang ASN di lingkup Dinas Perikanan Selayar, diperoleh informasi BBM untuk nelayan dari luar Selayar didistribusi langsung oleh Pertamina sementara yang keluar pulau dari daratan Selayar oleh swasta.

Menurutnya, dari hasil beberapa kali koordinasi, BBM subsidi kuotanya sebenarnya sudah mencukupi untuk kebutuhan nelayan dan lain sebagainya namun untuk Selayar belum ada kuota untuk  BBM industri (non subsidi) sehingga kebutuhan industri mengambil dr ketersediaan BBM non subsidi yang ada.

Terkait pendistribusian untuk Selayar sepenuhnya menjadi domain Pertamina sementara untuk kuota yang dibolehkan ada di BPH Migas.

Begitulah pembaca sekalian, Pemda sSelayar sudah berupaya untuk meminta penambahan kuota (non subsidi) namun belum diberikan.

Yang perlu dicek adalah apakah pihak industri tidak mengambil kebutuhan operasionalnya dari BBM subsidi yang ada di lokasi sejauh ini.

 

Penulis: K. Azis

Related posts