Yuk join acara AQUACULTURE NOTES! ‘Menjinakkan’ masa kritis KUDA LAUT bersama pakar FIKP Unhas Dr Syaifuddin

  • Whatsapp
Aquculture Notes bersama pakar kuda laut FIKP Unhas, Dr Syaifuddin (dok: Pelakita.ID)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID –  Salah satu jenis ikan hias laut yang mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah jenis kuda laut atau sering disebut tangkur kuda (Hippocampus sp.).

Dalam sistematika kuda laut termasuk dalam  bangsa Syngnathiformes (Solenichthys) yang dikelompokkan ke dalam   kelompok ikan bermulut tabung (tube mouthed fishes).

Mulutnya panjang demi beradaptasi untuk menghisap dan menyimpan makanan.

Read More

Kuda laut termasuk ke dalam suku Syngnathidae, yang terbagi lagi menjadi 2 anak suku yaitu: Syngnathinae (ikan pipa) dan Hippocampinae (kuda laut).

Kelompok ikan pipa (pipe fishes) biasa hidup di air payau dan air laut, beberapa di antaranya hidup di air tawar sementara kelompok kuda laut (sea horse) hanya hidup di laut, yang terdiri dari 2 marga yaitu : Hippocampus dan Phyllopteryx dengan kurang lebih 25 jenis.

Di laman Kementerian Kelautan dan Perikanan, disebutkan bahwa Kuda Laut sebagai salah satu jenis ‘ikan’ pengelolaannya secara umum dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, namun kuda laut juga sebagai satwa/ikan yang termasuk dalam daftar apendiks CITES.

Maka, selama ini pengelolaannya terutama dalam aspek pemanfaatannya, dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melalui PP No. 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, yang terbatas pada pelayanan perizinan perdagangan internasionalnya. Ditjen PHKA setiap tahunnya mengeluarkan kuota penangkapan dan kuota ekspornya.

Ketentuan ekspor kuda laut juga diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan No.50/M-DAG/PER/9/2013 tentang Ketentuan Ekspor Tumbuhan Alam dan Satwa Liar yang Tidak Dilindungi oleh Undang-Undang dan Termasuk dalam Daftar CITES.

Terdapat lima jenis kuda laut yang masuk dalam daftar ekspor tersebut yaitu Hippocampus barbouri, H. comes, H. histrix, H. kelloggi, H. kuda, dan H. Spinosissimus

Selain pengaturan tentang kuota, LIPI selaku Scientific Authority sudah tidak mengeluarkan rekomendasi penangkapan kuda laut dari habitat alam untuk tujuan perdagangan.

Ekspor kuda laut hanya diperbolehkan dari hasil pengembangbiakan untuk 2 (dua) spesies yaitu H. kuda dan H. comes, dan hanya diperbolehkan dalam kondisi hidup untuk tujuan ornamental akuarium.

Disebutkan pula, Kuda   laut   mempunyai   keunikan   tersendiri sebagai ikan hias, serta mempunyai nilai tambah yang besar, baik sebagai barang antik, perhiasan, souvenir dan juga untuk bahan obat-obatan dalam bentuk tepung.

Kuda   laut   atu   tangkur   kuda   merupakan   jenis   ikan   komersil   untuk   pengobatan, yang di Cina disebut sebagai “Gingseng” dari Selatan.

Kuda laut ini digunakan sebagai tonik untuk memulihkan tubuh dari keletihan dan kelemahan fungsi ginjal dan sangat baik untuk memperbaiki kerusakan sistim syaraf.

 

Hippocampus barbourin

Nah, salah satu yang belakangan ini banyak diteliti adalah kuda laut Hippocampus barbourin adalah salah satu biota laut yang banyak diburu para nelayan karena dianggap merupakan hewan penambah vitalitas padahal populasinya tak sebanyak ikan atau spesies lainnya yang banyak ditemui di rataan terumbu karang atau padang lamun.

Karena itu, sejak bertahun lalu, Universitas Hasanuddin, dalam hal ini Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas telah giat mendorong riset dan tumbuhnya sentra pengembangan budidaya kuda laut ini seperti di Kepulauan Tanakeke Takalar dan Pulau Sabangko Pangkep.

Kuda Laut dari Kepulauan Tanakeke Takalar (dok: K. Azis)

Salah satu akademisi yang dikenal ahli serta telah bertahun-tahun meneliti kuda laut adalah Dr Ir Syaifuddin, M.Si. Dia, Kepala laboratorium penangkaran dan rehabilitasi ekosistem, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin.

Karena itu pula, melalui kegiatan Aquaculture Notes yang diampu akademisi FIKP Unhas, M. Iqbal Djawad, Ph.D,  Dr Syaifuddin akan menguak sisi ekologi dan biologi Sang Kuda Laut yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat luas termasuk praktisi kelautan dan perikanan.P

asti pembaca tergoda untuk ikut menyimak acara bertajuk ‘Memahami Masa Kritis dan Perkembangan Awal Kuda Laut’ ini bukan?

Yuk, sila join pada Hari Jumat, 8 Oktober 2021, pukul 16.00 sampai 17.00 Wita melalui aplikasi Zoom dengan Meeting ID 840 9769 2656 Passcode 021229.

Sila klik link https://bit.ly/AQUACULTURE_NOTE untuk infomasi awal dan mendaftar, yuk!

Related posts