IKA Unhas gelar FGD Daya Saing Ekonomi Nasional, Husain Abdullah: Alumni berkontribusi pada kesuksesan SDGs

  • Whatsapp
Para peserta FGD Penguatan Daya Saing Ekonomi Nasional (dok: istimewa)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin menggelar Focus Group Discussion (FGD) atau diskusi kelompok terpumpun bertema Penguatan Daya Saing Ekonomi Nasional secara daring pada Selasa, 3 Agustus 2021.

FGD dibuka oleh sekretaris umum IKA Unhas, Husain Abdullah, yang mewakili Ketua Umum IKA Unhas, H.M Jusf Kalla dan dihadiri t99 peserta dan berlangsung selama 2 jam lebih sedari pukul 13.30 WITA.

Read More

Dalam sambutannya, sosok yang akrab disapa Uceng itu menyebut bahwa IKA Unhas hingga kini punya banyak figur, dari kalangan pengusaha hingga birokrat.

Dia menyebut seperti Pak Amran Sulaiman, Syarif Burhanuddin, Haedar A. Karim, Arief Rosyid, Sapri Pamulu, hingga Syahrul Yasin Limpo.

Beberapa nama yang disebutkan tersebut menjadi narasumber FGD seperti Haedar A. Karim (Nindya Karya), Sapri Pamulu (Indah Karya), Syarif ‘Chali’ Burhanuddin (PUPERA), Arief Rosyid (Komisaris BSI), termasuk Alif Abadi (BKN) Subhan (Semen Gresik) hingga Darwis Ismail (Teknocorp).

Perlu sinergi

“Intinya mari bersinergi, saling membantu sesuai kapasitas kita. Hilangkan kekhawatiran orang bahwa sesama Unhas kok tapi tarik ke bawah, kalau bisa dorong, dari Unhas solid insya Allah luar biasa,” lanjut Uceng optimis.

Uceng memuji alumni Unhas yang menurutnya telah mengisi ruang spesifik, hal yang tak banyak disentuh oleh alumni lain, bahkan mendapat penghargaan internasional karena berkontribusi nyata pada pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs (sekarang SDS).

“Alumni Unhas, identik dengan perantau, tidak heran, dalam salah satu hasil survey, salah satu universitas yang dapat menunjukkan kesuksesan program PBB atau SDGs adalah Unhas, selain Universitas Airlangga, dan karena banyak mengabdi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Uceng, alumni Unhas tersebar di tempat yang kurang tersentuh alumni lain, dalam hal ini masyarakat bawah. “Dalam pembangunan berkelanjutan, alumni Unhas punya termpat tersendiri di masyarakat,” katanya.

SDGs (Sustainable Development Goals disingkat SDGs) secara sederhana dapat dimaknai sebagai upaya agar komunitas di desa atau kota dapat mewujudkan entitasnya tanpa kemiskinan dan kelaparan. Jika dia desa, maka dia tumbuh merata, peduli kesehatan, peduli lingkungan, peduli pendidikan, ramah perempuan hingga aktif berjejaring, 

Di mata Uceng, alumni Unhas telah tersebar mulai dari Pulau Sumatera, Kalimantan hingga Papua dan memegang peranan strategis.

Husain ‘Uceng’ Abdullah saat memberi sambutan pada FGD Penguatan Daya Saing Ekonomi Nasional yang digelar PP IKA Unhas dan IKA Samarinda (dok: istimewa)

“Sangat strategis peran alumni Unhas. tentu FGD iini sangat tepat, dan kita bisa lebih dekat, fokus. Mudah-mudahan ada kesimpulan praktis  yang dapat ditindaklanjuti, berlanjut lagi dari dialog ke action,” harap juru bicara JK ini.

Dia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tentu sangat produkif.

“Setelah IKA Samarinda, mungkin Papua, Jatim, Sultra. Di bawah, kita bisa muncul sebagai alumni yang mandiri, tidak harus semuanya di pemerintahan. Cukuplah satu menteri, satu Wapres,” katanya sembari tersenyum.

Dia juga menyampaikan salam dari Pak JK yang telah dilaporinya terkait acara FGD yang digelar IKA Unhas dan IKA Samarinda kali ini. “Saya menyampaikan salam hangat dari Pak JK. Beliau berharap, kegiatan seperti ini bisa dikembangkan dan lebih produktif, banyak event besar ke depan. Salah satunya Mubes Unhas, dan steering sudah bekerja.”

Uceng mengakui bahwa dalam satu tahun terakhir, IKA Unhas belum maksimal karena pandemi. “Yang kita kerjakan berkaitan pandemi, membantu saudara yang tertimpa bencana alam, sebagian besar dilakukan secara online, tapi ini tentu tidak mengurangi produktivitas kita,” katanya.

“Saya berharap FGD bisa melahirkan solusi dan sinergitas yang lebih kuat di antara alumni kita,” harapnya.

Sementara itu, Ketua IKA Samarinda yang menjadi mitra Pengurus Pusat IKA Unhas, H. Mappabali, S.H, menyebut FGD ini dilatari fungsi strategis Kaltim sebagai lokasi IKN atau rencana Ibu Kota Negara.

H. Mappabali, S.H, ketua IKA Unhas Samarinda (dok: istimewa)

“Kami melihat ke depan, ada banyak potensi yang bisa digarap bersama. Bahwa alumni Unhas yang berkiprah di sektor bisnis akan mempunyai korelasi dengan apa yang akan terjadi di sana,” katanya. “Dengan diskusi ini, maka kita akan melihat siapa-siapa sih alumni Unhas yang punya potensi untuk berkolaborasi,.

“Beberapa alumni kita ada beberapa yang punya  posisi strategis. Memang jadi pengusaha harus ril dan harus kita dengarkan. Bagaimana kiprah masing-masing, dan nantinya ada sinergi,” ucapnya.

“Bahkan kalau bisa menginspirasi adik-adik, yang baru selesai kuliah untuk jadi pengusaha ke depan, jangan lagi jadi politisi tapi jadi jadi pengusaha,” pungkas alumni Fakultas Hukum Unhas angkatan 1998 ini.

 

Editor: K. Azis

Related posts