Mengenal Prof. Sukri Palutturi, Guru Besar Kebijakan Kesehatan yang Kini Memimpin Pascasarjana Universitas Hasanuddin

  • Whatsapp
Prof Sukri Palutturi (dok: Pelakita.ID)

PELAKITA.ID – Pelantikan Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH., Ph.D sebagai Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) pada 7 Juli 2026 menandai babak baru dalam kepemimpinan pendidikan tinggi di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia Timur.

Sosok yang selama ini dikenal sebagai Guru Besar Kebijakan Kesehatan sekaligus Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas itu dipercaya membawa pengalaman akademik, riset, dan tata kelola kelembagaan menuju penguatan Pascasarjana Unhas sebagai pusat unggulan pendidikan multidisiplin.

Penunjukan Prof. Sukri bukan tanpa alasan. Selama lebih dari dua dekade, ia membangun reputasi sebagai akademisi produktif, peneliti, sekaligus pemimpin yang berhasil memperkuat posisi FKM Unhas sebagai salah satu fakultas kesehatan masyarakat terdepan di Indonesia.

Kiprahnya tidak hanya di ruang kuliah dan laboratorium, tetapi juga dalam penyusunan kebijakan kesehatan, pengembangan kota sehat (Healthy Cities), hingga penguatan kolaborasi internasional.

Meniti Karier dari Unhas hingga Australia

Prof. Sukri Palutturi lahir di Tanatoa, Sulawesi Selatan, pada 29 Mei 1972. Jalur pendidikannya menunjukkan konsistensi pada bidang kesehatan masyarakat. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana (SKM) dan Magister Kesehatan (M.Kes.) di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin masing-masing pada 1998 dan 2002.

Keinginan memperluas perspektif global membawanya melanjutkan studi ke Griffith University, Australia, tempat ia meraih gelar Master of Science in Public Health (MSc.PH) pada 2009 dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) pada 2013 di Center for Environment and Population Health.

Pada 2022, ia juga mengikuti Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXIII di Lemhannas RI sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan strategis.

Karier akademiknya berkembang pesat. Menjadi dosen tetap sejak 2001, ia dipercaya menduduki berbagai jabatan penting, mulai dari Sekretaris Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan, hingga akhirnya menjabat Dekan FKM Unhas periode 2022–2026.

Pada 2017, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar dan menjadi salah satu profesor termuda di Universitas Hasanuddin saat itu.

Legacy: Membawa FKM Unhas Menjadi Rujukan Nasional

Jika ditanya apa warisan (legacy) terbesar Prof. Sukri di Universitas Hasanuddin, jawabannya tidak hanya terletak pada jabatan yang diemban, tetapi pada transformasi yang ia bangun.

Di bawah kepemimpinannya, FKM Unhas semakin dikenal sebagai pusat pengembangan kebijakan kesehatan masyarakat berbasis bukti (evidence-based policy).

Ia mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan penelitian yang tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah, terutama terkait jaminan kesehatan nasional, pengendalian stunting, pelayanan kesehatan primer, hingga kesehatan lingkungan.

Legacy berikutnya adalah pengembangan konsep Healthy Cities (Kabupaten/Kota Sehat). Prof. Sukri dikenal sebagai salah satu pelopor implementasi konsep tersebut di Indonesia.

Melalui pendampingan kepada berbagai pemerintah daerah, ia membantu mendorong lahirnya indikator kota sehat, penguatan partisipasi masyarakat, hingga keberhasilan sejumlah daerah meraih penghargaan nasional Swasti Saba.

Pendekatan yang dikembangkannya tidak hanya menempatkan kesehatan sebagai urusan rumah sakit, tetapi sebagai hasil kolaborasi lintas sektor—lingkungan, pendidikan, tata kota, ekonomi, dan partisipasi warga.

Di lingkungan internal kampus, Prof. Sukri juga dikenal memperkuat tata kelola kelembagaan. Salah satu inisiatif penting adalah mendorong pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di FKM Unhas.

Komitmen terhadap transparansi, pelayanan akademik, dan reformasi birokrasi menjadikan fakultas tersebut sebagai salah satu unit yang mendapat perhatian khusus dalam program penguatan tata kelola Universitas Hasanuddin.

Akademisi Produktif Berkelas Internasional

Nama Prof. Sukri juga identik dengan produktivitas ilmiah. Ia memiliki H-index Scopus 12 dengan lebih dari 2.100 sitasi, sementara di Google Scholar H-index-nya mencapai 25.

Bidang risetnya meliputi politik kesehatan, administrasi kesehatan, stunting, pelayanan kesehatan primer, kesehatan lingkungan, hingga implementasi filosofi lokal Bugis dalam pelayanan kesehatan modern.

Selain aktif menulis artikel ilmiah, ia juga menghasilkan sejumlah buku yang menjadi referensi mahasiswa dan praktisi kesehatan masyarakat, di antaranya Kesehatan itu Politik, Public Health Leadership, Health Politics: Theory and Practice, Healthy Cities: Global Concept, Local Implementation for Indonesia, hingga Indonesia’s War Against COVID-19. Buku-buku tersebut memperlihatkan komitmennya menjembatani teori akademik dengan praktik kebijakan publik.

Kiprah di Tingkat Nasional dan Internasional

Kontribusi Prof. Sukri melampaui ruang kampus. Ia aktif menjadi narasumber nasional dalam pengembangan kebijakan kesehatan, implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), penguatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer.

Di tingkat internasional, ia terlibat dalam berbagai konferensi dan forum di Australia, Malaysia, Thailand, Nepal, Tunisia, Swiss, dan sejumlah negara lainnya, dengan fokus pada pembangunan kota sehat, tata kelola kesehatan perkotaan, serta kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Memimpin Pascasarjana Unhas

Mendapat kepercayaan dari Rektor Prof Jamaluddin Jompa untuk memimpin Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin dipandang sebagai kelanjutan dari rekam jejak kepemimpinan Prof. Sukri.

Tantangan yang dihadapi bukan hanya meningkatkan mutu akademik program magister dan doktor, tetapi juga memperkuat riset multidisiplin, memperluas jejaring internasional, meningkatkan publikasi bereputasi, serta menghasilkan inovasi yang memberi solusi terhadap persoalan pembangunan nasional.

Dengan pengalaman sebagai akademisi, peneliti, administrator, dan pemimpin institusi, Prof. Sukri Palutturi membawa modal yang kuat untuk menjadikan Sekolah Pascasarjana Unhas semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Pelantikannya bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan bagian dari estafet kepemimpinan yang diharapkan mampu memperkuat posisi Universitas Hasanuddin sebagai pusat keunggulan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi di Indonesia.

Redaksi