Dalam konteks Indonesia Timur, kerja sama semacam ini menjadi sangat penting karena kawasan ini menyimpan potensi sekaligus tantangan pembangunan yang unik. Sulawesi, Maluku, dan Papua merupakan wilayah yang kaya sumber daya kelautan, namun masih menghadapi berbagai persoalan terkait kemiskinan pesisir, akses layanan dasar, hingga dampak perubahan iklim.
PELAKITA.ID – Makassar kembali menegaskan posisinya sebagai pusat pengetahuan dan kolaborasi pembangunan di Indonesia Timur.
Pada 21–23 Juli 2026 mendatang, Kota Daeng akan menjadi tuan rumah PAIR Annual Meeting 2026, forum tahunan utama program Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) yang mempertemukan akademisi, pembuat kebijakan, peneliti, praktisi pembangunan, serta mitra internasional untuk membahas masa depan kawasan pesisir Sulawesi.
Bertempat di UNHAS Hotel & Convention, Universitas Hasanuddin, pertemuan tahun ini mengangkat tema “Coastal Communities Sulawesi: Science, Policy and Action”, sebuah tema yang mencerminkan kebutuhan mendesak untuk menjembatani hasil-hasil riset dengan kebijakan publik dan tindakan nyata di lapangan.
Di tengah tantangan perubahan iklim, tekanan terhadap sumber daya pesisir, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat nelayan, forum ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks.

Mengapa PAIR Penting?
PAIR merupakan singkatan dari Partnership for Australia-Indonesia Research, sebuah program kolaborasi antara Indonesia dan Australia yang berfokus pada penguatan riset terapan untuk mendukung pembangunan berbasis bukti (evidence-based development).
Lebih dari sekadar forum akademik, PAIR berupaya memastikan bahwa hasil penelitian tidak berhenti di ruang seminar atau jurnal ilmiah, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.
Kemitraan ini juga mencerminkan semakin eratnya hubungan Indonesia dan Australia dalam bidang pendidikan, penelitian, pembangunan wilayah, ekonomi, hingga tata kelola sumber daya alam.
Dalam konteks Indonesia Timur, kerja sama semacam ini menjadi sangat penting karena kawasan ini menyimpan potensi sekaligus tantangan pembangunan yang unik. Sulawesi, Maluku, dan Papua merupakan wilayah yang kaya sumber daya kelautan, namun masih menghadapi berbagai persoalan terkait kemiskinan pesisir, akses layanan dasar, hingga dampak perubahan iklim.

Makassar dan Peran Strategis Indonesia Timur
Pemilihan Makassar sebagai lokasi penyelenggaraan PAIR Annual Meeting bukanlah kebetulan.
Sebagai pusat pendidikan, perdagangan, jasa, dan logistik terbesar di Indonesia Timur, Makassar telah berkembang menjadi simpul strategis yang menghubungkan berbagai wilayah di Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.
Kota ini juga menjadi rumah bagi Universitas Hasanuddin yang selama beberapa dekade dikenal sebagai salah satu pusat penelitian terkemuka di kawasan timur Indonesia.
Dengan posisi tersebut, Makassar memiliki peran penting sebagai jembatan antara pengetahuan, kebijakan, dan praktik pembangunan yang dapat diterapkan di berbagai daerah pesisir.
Membahas Masa Depan Komunitas Pesisir
Tema yang diangkat tahun ini menunjukkan perhatian besar terhadap masyarakat pesisir Sulawesi yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kelautan Indonesia.
Komunitas pesisir menghadapi berbagai tantangan, mulai dari degradasi lingkungan, perubahan iklim, konflik pemanfaatan ruang laut, hingga transformasi ekonomi yang memengaruhi kehidupan nelayan dan masyarakat pulau-pulau kecil.
Melalui pendekatan Science, Policy and Action, forum ini berupaya menjawab satu pertanyaan penting: bagaimana hasil-hasil penelitian dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang efektif dan tindakan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat?
Hadirkan Tokoh Nasional dan Internasional
PAIR Annual Meeting 2026 dijadwalkan menghadirkan sejumlah agenda penting, mulai dari Upacara Pembukaan Resmi, Expert Talk Show, hingga Science to Policy Forum yang mempertemukan para peneliti dengan para pengambil kebijakan.
Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah keynote speech oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Brian Yuliarto, yang akan berbicara mengenai peran ilmu pengetahuan dan inovasi dalam mendukung pembangunan nasional.
Forum ini juga akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia dan Australia untuk mendiskusikan hasil-hasil penelitian terbaru terkait pembangunan kawasan pesisir dan penguatan masyarakat lokal.
Dari Riset Menuju Kebijakan
Di tengah derasnya arus pembangunan dan investasi di berbagai wilayah Indonesia Timur, kebutuhan akan kebijakan yang didasarkan pada bukti ilmiah semakin mendesak.
Banyak persoalan pembangunan lahir bukan karena kurangnya program, melainkan karena lemahnya hubungan antara pengetahuan, kebijakan, dan implementasi.
PAIR Annual Meeting 2026 berupaya menjembatani kesenjangan tersebut. Melalui dialog antara akademisi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil, forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga aplikatif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Momentum Kolaborasi Kawasan
Lebih dari sekadar pertemuan tahunan, PAIR Annual Meeting 2026 menjadi simbol pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan pembangunan abad ke-21.
Bagi Makassar dan Indonesia Timur, forum ini merupakan kesempatan untuk memperkuat posisi kawasan sebagai pusat inovasi, penelitian, dan pembangunan berbasis pengetahuan.
Di tengah perubahan yang semakin cepat, masa depan masyarakat pesisir tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan berbagai pihak untuk bekerja bersama, menghubungkan sains dengan kebijakan, dan menerjemahkan pengetahuan menjadi aksi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Selama tiga hari di Makassar, percakapan-percakapan itu akan berlangsung. Dan dari ruang diskusi tersebut, bisa jadi lahir gagasan-gagasan baru yang akan ikut menentukan arah pembangunan pesisir Sulawesi dan Indonesia Timur pada masa depan.
Partisipasi Pelakita.ID
Sebagai bagian dari upaya memperkuat diseminasi pengetahuan kepada publik, Pelakita.ID dan MaritimePosts.com turut diundang secara resmi untuk mengikuti dan meliput sejumlah rangkaian kegiatan PAIR Annual Meeting 2026.
Kehadiran kedua kanal media di bawah Pelakita Group ini mencerminkan pentingnya peran jurnalisme dalam menjembatani hasil riset, kebijakan publik, dan pemahaman masyarakat.
Melalui liputan mendalam dari berbagai sesi diskusi, forum ilmiah, dan pertemuan kebijakan, publik diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai berbagai tantangan dan peluang pembangunan komunitas pesisir di Sulawesi serta kawasan Indonesia Timur secara lebih luas.
Redaksi









