Bupati Takalar Serukan Pengikisan Ego Pribadi demi Kemajuan Daerah pada Salat Idul Adha 1447 H

  • Whatsapp
Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye melakukan refleksi mendalam mengenai esensi Idul Adha yang kini mulai bergeser. Ia memberikan kritik sosial terkait terkikisnya semangat pengorbanan di era modern, di mana banyak individu lebih mengutamakan keuntungan pribadi dibandingkan kepentingan umum.

TAKALAR – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menginstruksikan seluruh lapisan masyarakat untuk mengikis ego pribadi dan orientasi kepentingan sesaat demi mendorong kemajuan pembangunan daerah secara kolektif.

Pesan tersebut menjadi inti arahan Bupati di hadapan ribuan jamaah yang memadati Lapangan H Makkatang Dg Sibali, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, saat pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5/2026).

Suasana pelaksanaan ibadah di jantung Kabupaten Takalar ini berlangsung khidmat sejak pagi hari. Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye menunjukkan kedekatannya dengan warga dengan berjalan kaki dari rumah jabatan menuju lokasi pelaksanaan salat.

Didampingi Anggota DPR RI Achmad Daeng Se’re, Bupati menyempatkan diri menyapa dan berinteraksi langsung dengan warga yang telah memenuhi area lapangan sebelum memasuki saf terdepan bersama Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati tampil rapi mengenakan setelan jas hitam, kemeja putih, yang dipadukan dengan sarung batik bernuansa merah kecokelatan serta kopiah hitam.

Turut bertindak sebagai imam salat adalah Adrian R, seorang mahasiswa dari Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar, sementara khutbah Idul Adha disampaikan oleh Ustadz Baharuddin Zakariyah, S.Ag, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al Munawarah Takalar.

Kritik Sosial dan Refleksi Makna Pengorbanan

Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye melakukan refleksi mendalam mengenai esensi Idul Adha yang kini mulai bergeser.

Ia memberikan kritik sosial terkait terkikisnya semangat pengorbanan di era modern, di mana banyak individu lebih mengutamakan keuntungan pribadi dibandingkan kepentingan umum.

Menurutnya, spirit pengorbanan harus dimaknai sebagai fondasi untuk memperkuat ikatan sosial dan solidaritas di tengah masyarakat.

“Melalui hari mulia ini, mari kita meneladani kisah Nabi Ibrahim AS sebagai teladan dalam menjalankan perintah Sang Pencipta. Spirit yang terlahir sekian ratus tahun lalu itu masih sangat relevan hingga hari ini untuk menjaga ikatan sosial kita,” ujar Bupati.

Menghubungkan nilai spiritual dengan visi pemerintahan, Bupati menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Takalar hanya dapat dicapai melalui pengorbanan yang lebih besar dari setiap elemen masyarakat.

Ia menekankan pentingnya menyingkirkan ego sektoral dan kepentingan pribadi demi visi pembangunan jangka panjang yang lebih luas.

Bupati juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi menjaga stabilitas dan memajukan daerah, di antaranya:

Masyarakat umum dan Tokoh Agama yang senantiasa menjaga harmoni dan solidaritas sosial.
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang konsisten menjalankan roda pemerintahan.
TNI dan Polri yang memastikan keamanan dan ketertiban wilayah.
Pelaku Usaha yang berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk mendoakan jamaah haji asal Kabupaten Takalar yang saat ini tengah berada di Tanah Suci.

Beliau berharap para jamaah diberikan keselamatan, kelancaran dalam ibadah, dan kembali ke tanah air sebagai haji mabrur.

Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Wakil Bupati Hengky Yasin secara resmi menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Kabupaten Takalar.