Prof JJ menekankan bahwa kompetensi akademik yang dimiliki saat ini tidak akan cukup apabila tidak disertai kemampuan untuk memperbarui pengetahuan dan cara berpikir.
PELAKITA.ID – Di tengah dunia yang bergerak dalam ketidakpastian dan perubahan yang berlangsung sangat cepat, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap dinamika global.
Pesan tersebut menjadi penekanan utama Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., pada pelaksanaan Wisuda Periode Mei 2026, berlangsung di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Tamalanrea, Makassar, Kamis (07/05).
Prof JJ menyampaikan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya.
Ancaman tidak lagi hanya datang dari faktor alamiah, tetapi juga dari sistem yang dibangun manusia sendiri, mulai dari krisis iklim, kerentanan pangan, fluktuasi ekonomi global, hingga disrupsi teknologi yang berkembang secara eksponensial.
Menurutnya, kemampuan paling penting di era saat ini adalah kesediaan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri terhadap perubahan.
Prof JJ menekankan bahwa kompetensi akademik yang dimiliki saat ini tidak akan cukup apabila tidak disertai kemampuan untuk memperbarui pengetahuan dan cara berpikir.
Seiring dengan perkembangan dunia modern, Prof JJ menjelaskan berbagai risiko baru yang membutuhkan generasi adaptif, kreatif, dan terbuka terhadap perubahan. Dalam konteks tersebut, lulusan Unhas dituntut untuk tidak terjebak pada zona nyaman kompetensi yang dimiliki.
“Keterampilan paling berharga hari ini adalah kemampuan untuk terus membongkar pengetahuan lama dan mempelajari hal baru. Learn, unlearn, and relearn menjadi kemampuan yang harus dimiliki setiap lulusan Unhas agar tetap relevan di tengah perubahan global,” jelas Prof JJ.
Mandat perguruan tinggi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kini harus dimaknai secara lebih luas. Pendidikan tinggi, menurut Prof JJ, tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul di ruang kelas, tetapi juga harus mampu melahirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Unhas terus memperkuat inovasi dan hilirisasi riset agar hasil pengembangan ilmu pengetahuan dapat memberi dampak langsung bagi pembangunan nasional.
Berbagai inovasi telah dikembangkan Unhas, mulai dari pengembangan benih jagung unggulan, varietas Ayam Alope, hingga pengelolaan peternakan modern closed house yang menjadi bagian dari penguatan sektor agrokompleks universitas.
“Perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi bangsa. Inovasi yang lahir dari kampus harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberi dampak nyata bagi kehidupan,” tambah Prof JJ.
Pada akhir pidatonya, Prof JJ mengingatkan bahwa gelar akademik dan ijazah bukan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
Dirinya mengajak para lulusan untuk terus menjaga integritas, memiliki keberanian mengevaluasi diri, serta tidak berhenti belajar di tengah dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis. (*/mir)









