Pelakita Tour: Nyanyi sunyi PPI Polejiawa Barru

  • Whatsapp
Muhlias memanfaatkan dermaga PPI Polejiwa untuk membetulkan jaring (dok: Pelakita.ID)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID –  Reportase ini adalah produk Jurnalisme Warga yang berkaitan dengan realitas Pangkalan Pendaratan Ikan PPI di Sulawesi Selatan dan mendapat dukungan dari publik atau warga biasa.

Pembaca sekalian, saat ini ada 22 pelabuhan perikanan di Sulsel dan sejatinya merupakan asset dan domain Pemerintah Provinsi. Sejatinya fasilitas ini adalah potensi dan bisa menjadi pilar ekonomi daerah. Seperti apa kondisi, potret dan tantangan pangkalan pendaratan ikan di Sulawesi Selatan terutama di Kabupaten Barrru?

***

Read More

Suasana pesisir kawasan Polejiwa di barat Kabupaten Barru sedang terik.  Angin berhembus kencang sekali. Ini bisa dilihat dari tenda yang dipasang Muhlis, 26 tahun, bergerak keras, demikian pula tiang dan tali pengikatnya.

Kamis, 22 September 2022, pria asal Pulau Puteangin Barru itu sedang bekerja membetulkan jaring paggae atau purse sein. Dia tidak sendiri, Di sampingnya ada Hariyadi, 18 tahun.

Hariyadi mengaku asal Polejiwa. Keduanya bekerja pada kapal ikan milik Haji Azis asal Puteangin. “Sedang menjalin jaring. Ini jaring milik Haji Azis, jaring paggae. Harganya sekitar 500 juta,” katanya saat ditanya apa yang sedang dikerjakan dan berapa harga jaring sebesar itu.

Muhlis mengaku sudah sepekan ini di ada di dermaga Polejiwa dan bikin tenda untuk mengerjakan jaring milik Haji Azis, pria yang disebut punya perahu paggae sebanyak dua unit.

“Selama ini beroperasi di perairan Barru, kadang ke luar sedikit. Ikan hasil tangkapan dibawa ke Sumpang Binangae,” sebut Muhlis. Sumpang Binangae yang dimaksud adalah PPI di jantung Kota Barru dan saat ini disebut berdenyut baik dalam memenuhi kebutuhan ikan di Barru dan sekitarnya.

Menurut Muhlis, Pulau Puteangin terkenal karena ada banyak nelayan paggae. Ada puluhan kapal paggae di sana.  Kapal paggae berbobot antara 10 hingga 25 groston. “Tergantung besarnya modal,” imbuhnya.

Satu armada paggae disebut membuthkan modal 700 juta sampai 1 miliar lebih sebab jaringnya sungguh mahal.

Saat ditanya pandangan Muhlis mengenai PPI Polejiwa, dia menggeleng lalu menyebut sudah lama taka da kegiatan. “Kita lihat sendirimi, banyakmi bangunan rusak,” ujarnya.

Bangunan PPI utama untuk membongkar ikan atapnya rusak, bangunan-bangunan seperti kantor dan kios tak beroperasi.

Posisi PPI Polejiwa Barru

PPI Polejiwa telah berdiri selama belasan tahun tapi tak kunjung juga menampakkan aktivitas bongkar muat hasil perikanan selain dermaganya dijadikan tempat mengaso dan membetulkan harapan para nelayan. Muhlis dan Hariyadi adalah contoh pemanfaatnya.

Angin kesiur yang bertiup dari barat laut terasa seperti nyanyi sunyi di Pesisir Polejiwa.  Posisi PPI Sumpang Binangae di Pusat Kota Barru adalah pesaing Polejiwa yang luas, besar namun tak kunjung jua disandari kapal-kapal ikan yang beroperasi di Perairan Barru.

Pembaca sekalian, ke depan, apa yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan lahan, aset atau dermaga yang ada?

 

Penulis: K. Azis

Related posts