Pembekalan Tim Survei KNMP 2027, Pemkab Nabire dan Perguruan Tinggi Dukung Penyiapan Pembangunan KNMP 2027

  • Whatsapp
Dukungan tersebut mengemuka dalam kegiatan Pembekalan Tim Survei dan Mitra Pembangunan KNMP yang berlangsung di Nabire pada 27–29 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan tim untuk melaksanakan survei dan menilai kesiapan calon lokasi sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan KNMP Tahun 2027.

PELAKITA.ID – PAPUA TENGAH — Pemerintah Kabupaten Nabire bersama perguruan tinggi mendukung penyiapan pembangunan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2027 yang direncanakan mencakup 39 titik lokasi di Papua Tengah.

Dukungan tersebut mengemuka dalam kegiatan Pembekalan Tim Survei dan Mitra Pembangunan KNMP yang berlangsung di Nabire pada 27–29 Oktober 2026.

Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan tim untuk melaksanakan survei dan menilai kesiapan calon lokasi sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan KNMP Tahun 2027.

Dalam pembekalan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai mekanisme survei, identifikasi potensi wilayah, penilaian kesiapan lokasi, fasilitasi diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) di tingkat desa, serta mekanisme komunikasi, koordinasi, dan pengelolaan data hasil survei.

Tim survei diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat dan menggambarkan kondisi riil setiap calon lokasi. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan status dan legalitas lahan, potensi sumber daya perikanan, kondisi sosial ekonomi masyarakat, ketersediaan infrastruktur pendukung, aksesibilitas, serta kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nabire, Yohanis Pigoma, S.Sos., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap perencanaan pembangunan KNMP Tahun 2027. Program ini diharapkan dapat mendorong pembangunan kawasan pesisir sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor kelautan dan perikanan.

Program ini diharapkan dapat mendorong pembangunan kawasan pesisir sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor kelautan dan perikanan.

Kesiapan perlu dipastikan sejak tahap awal. Karena itu, survei tidak hanya berfokus pada identifikasi potensi perikanan, tetapi juga mencakup kepastian status lahan, kebutuhan infrastruktur, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang akan menjadi penerima manfaat program.

Koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kampung, mitra pembangunan, dan masyarakat juga diperlukan agar proses perencanaan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan menjadi penting untuk memastikan pembangunan KNMP sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan nelayan, bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif.

Perguruan Tinggi Dukung Perencanaan KNMP

Dekan Fakultas Perikanan Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire, Sefnat Marey, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pelibatan perguruan tinggi dalam proses persiapan dan perencanaan KNMP Tahun 2027.

Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat proses identifikasi potensi perikanan, analisis kondisi sosial ekonomi masyarakat, penilaian kesiapan lahan dan infrastruktur, serta pemetaan peluang pengembangan ekonomi lokal.

Data teknis perlu dilengkapi dengan informasi mengenai kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Dengan demikian, perencanaan calon lokasi dapat mempertimbangkan kondisi aktual sekaligus peluang pengembangan kawasan dalam jangka panjang.

Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas masyarakat serta pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.

Survei Jadi Dasar Penyiapan KNMP 2027

Program KNMP diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan akses terhadap sarana dan prasarana perikanan, pengembangan usaha, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di kawasan nelayan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, survei dan penilaian calon lokasi menjadi tahapan strategis. Hasilnya diharapkan memberikan gambaran mengenai potensi wilayah, kesenjangan kesiapan, dan kebutuhan intervensi yang perlu diperhatikan dalam proses perencanaan berikutnya.

Selain kesiapan teknis dan administratif, keberlanjutan program juga membutuhkan pengelolaan yang jelas, koordinasi lintas sektor, serta partisipasi masyarakat. Faktor-faktor tersebut penting agar pembangunan yang direncanakan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Melalui pembekalan tim survei dan penguatan kemitraan, penyiapan 39 titik calon lokasi KNMP di Papua Tengah diharapkan berjalan lebih terarah, objektif, dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

Program ini diharapkan tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat produktivitas nelayan, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Papua Tengah.