Magister Ilmu Gizi FKM Unhas Gelar Webinar Bahas Potensi Pangan Fungsional dan Hilirisasi Riset

  • Whatsapp
Kuliah tamu tersebut menghadirkan Guru Besar Ilmu Gizi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Ir. Annis Catur Adi, M.Si., Nutr., sebagai narasumber utama. Sebanyak 90 peserta yang terdiri atas mahasiswa jenjang sarjana, magister, doktor, serta dosen di lingkungan FKM Unhas mengikuti kegiatan tersebut.

PELAKITA.ID – Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Pangan Fungsional: Potensi dan Peluangnya untuk Riset Intervensi dan Hilirisasi” pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-44 FKM Unhas.

Kuliah tamu tersebut menghadirkan Guru Besar Ilmu Gizi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Ir. Annis Catur Adi, M.Si., Nutr., sebagai narasumber utama. Sebanyak 90 peserta yang terdiri atas mahasiswa jenjang sarjana, magister, doktor, serta dosen di lingkungan FKM Unhas mengikuti kegiatan tersebut.

Webinar ini turut dihadiri Ketua Program Studi Magister Ilmu Gizi FKM Unhas, Rahayu Indriasari, S.KM., MPHCN., Ph.D., serta dua Guru Besar Departemen Ilmu Gizi FKM Unhas, yakni Prof. dr. Veni Hadju, M.Sc., Ph.D. dan Prof. Dr. dr. Citrakesumasari, M.Kes., Sp.GK.

Seluruh dosen Departemen Ilmu Gizi FKM Unhas juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam pemaparannya, Prof Annis menekankan pentingnya pengembangan riset pangan fungsional yang tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat.

Menurutnya, hilirisasi hasil penelitian merupakan langkah strategis untuk menjembatani temuan akademik dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

“Hilirisasi yang kita inginkan adalah hilirisasi yang punya dampak, sehingga slogan berdampak bukan hanya sekadar omon-omon,” tegasnya.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi untuk menghasilkan penelitian dan inovasi yang relevan serta memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai permasalahan di masyarakat.

Lebih lanjut, Prof Annis menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya pangan lokal yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk pangan fungsional. Namun, pemanfaatan potensi tersebut perlu didukung oleh penelitian yang komprehensif, terutama dalam pembuktian manfaat kesehatan, pengujian keamanan dan mutu, serta pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Sebagai contoh penerapan hasil penelitian, Prof Annis membagikan pengalamannya dalam pengembangan produk pangan berbasis bahan lokal, antara lain Biskuit Bidari dan Biskuit Le Mori.

Pengembangan produk tersebut memanfaatkan berbagai bahan pangan, seperti ikan lele, kedelai, dan daun kelor, sekaligus menggambarkan peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menghasilkan inovasi pangan yang bernilai tambah.

Materi yang disampaikan juga memiliki relevansi dengan potensi sumber daya pangan lokal Sulawesi Selatan, khususnya komoditas perikanan, rumput laut, dan berbagai hasil pertanian yang berpeluang dikembangkan menjadi produk pangan fungsional.

Potensi tersebut membuka ruang bagi pengembangan penelitian intervensi gizi dan inovasi produk berbasis pangan lokal yang berorientasi pada peningkatan kesehatan masyarakat.

Melalui penyelenggaraan kuliah tamu ini, Program Studi Magister Ilmu Gizi FKM Unhas memberikan ruang pengayaan wawasan akademik bagi mahasiswa dan dosen mengenai perkembangan riset pangan fungsional serta peluang hilirisasi hasil penelitian.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya penguatan atmosfer akademik dan pengembangan keilmuan gizi yang berorientasi pada pemanfaatan hasil penelitian bagi masyarakat.

Kuliah tamu ini diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan penelitian yang inovatif, kolaboratif, dan aplikatif, khususnya dalam pemanfaatan potensi pangan lokal untuk mendukung perbaikan gizi dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.