PELAKITA.ID – WAKATOBI – Pemerintah Kabupaten Wakatobi menerima kunjungan Tim Verifikasi Lokasi (Verlok) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai bagian dari proses penilaian usulan pembangunan KNMP Tahun 2026.
Kedatangan tim KKP disambut langsung oleh Bupati Wakatobi, H. Haliana, didampingi Sekretaris Daerah Nadar serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Ruang VIP Bandara Matahora.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Wakatobi untuk memperkuat peluang masuk sebagai salah satu daerah penerima program prioritas nasional tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Haliana menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Wakatobi untuk mendukung penuh pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Kami siap mendukung pembangunan KNMP di Wakatobi dan berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan nelayan serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Haliana.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut perwakilan dari Balai Taman Nasional Wakatobi (BTNW). Kehadiran BTNW menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan pengelola kawasan konservasi dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, termasuk pelaksanaan program KNMP di kawasan yang berada dalam lingkup Taman Nasional Wakatobi.
Tim verifikasi yang dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan, Mohamad Abdi, bersama Irwan Muliawan dari Balai Besar Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan serta tenaga teknis dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah lokasi yang diusulkan.
Menurut Mohamad Abdi, kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan lokasi, kelayakan sosial ekonomi masyarakat, serta kesesuaian rencana proses bisnis yang telah diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Wakatobi.
“Verifikasi ini penting untuk melihat langsung kondisi lapangan, memastikan kesiapan daerah, serta menilai potensi pengembangan kawasan perikanan yang diusulkan dalam program KNMP,” jelasnya.
Proses verifikasi berlangsung selama dua hari, yakni pada 29–30 Mei 2026, dengan menyasar sejumlah titik yang telah diusulkan melalui Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (PDSPHP), Hardin, yang mendampingi tim selama kegiatan menjelaskan bahwa verifikasi dilakukan pada delapan lokasi calon KNMP yang tersebar di empat pulau utama Wakatobi, yakni Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.
Menurutnya, survei lapangan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh persyaratan teknis, sosial, dan ekonomi yang dibutuhkan dalam pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat terpenuhi.
Selama kegiatan berlangsung, tim KKP didampingi langsung oleh Asisten III Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Perikanan, Kabid PDSPHP, Kabid Perikanan Tangkap, serta para penyuluh perikanan yang bertugas di wilayah tersebut.
Hasil verifikasi ini nantinya akan menjadi salah satu dasar bagi KKP dalam menentukan lokasi pembangunan KNMP Tahun 2026.
Tim juga membuka peluang bagi Pemerintah Kabupaten Wakatobi untuk mengusulkan lokasi-lokasi potensial lainnya pada tahun 2027 sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
Bagi masyarakat Wakatobi, khususnya nelayan dan pelaku usaha perikanan, program KNMP diharapkan mampu menjadi penggerak baru pembangunan ekonomi pesisir.
Kehadiran fasilitas dan dukungan yang terintegrasi melalui program tersebut diyakini dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat rantai usaha perikanan, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Wakatobi menaruh harapan besar agar seluruh lokasi yang telah diusulkan dapat memperoleh persetujuan dari KKP sehingga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat direalisasikan pada tahun 2026 di berbagai sentra aktivitas perikanan yang tersebar di empat pulau utama Wakatobi.
Jika terealisasi, program ini tidak hanya akan memperkuat sektor perikanan sebagai tulang punggung ekonomi daerah, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Wakatobi sebagai kawasan maritim yang maju, produktif, dan berkelanjutan.















