Pujian dan Harapan Selle KS Dalle untuk HBH Kerukunan Keluarga Soppeng

  • Whatsapp
Selle K S Dalle, ketiga depan, dari kanan pada HBH KKS Soppeng di Four Points Makassar, 15/4/2024 (dok: Pelakita.ID)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Pelaksanaan Halal Bi Halal Kerukunan Keluarga Soppeng atau KKS berlangsung meriah, hikmat dan menginspirasi banyak peserta.

Pantauan Pelakita.ID, tidak kurang 500 orang peserta dan undangan hadir di ballroom Four Points.

Anggota DPRD Sulawesi Selatan asal Soppeng Selle K.S Dalle tidak menampik saat ditanyakan pandangannya tentang jalannya acara yang dihadiri anggota KKS dari berbagai wilayah di Nusantara ini.

Read More

Dia yang duduk semeja Prof Syarifuddin Wahid, anggota DPR RI Supriansa, Muhammad Aras, Ilham Arief Sirajuddin itu menyebut acara berlangsung luar biasa dan sukses.

“Luar biasa, acara berlangsung sukses, pujian untuk ketua panitia dan anggota timnya,” katanya saat dikonfirmasi Pelakita.ID, Selasa, 16/4/2024.

Di meja sebelah ada Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, Ketua KKS Soppeng Irjen Pol (Purn) Burhanuddin Andi, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dan Tenaga Ahli Gubernur Sulsel, dr Mappatoba yang mewakili Pj Bahtiar Baharuddin.

Tema HBH KKS kali ini adalah ‘Yassisoppengi Sirui Menre Tessirui No’.

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) KKS, Irjen Pol (Purn) Burhanudin Andi, saat memberikan sambutan menyebut kehadiran pengurus dan anggota KKS dalam acara Halal bihalal ini merupakan bentuk eksistensi keluarga Soppeng.

“Kita tidak butuh pengakuan, tapi kita butuh esensi. Esensi itulah kita perlihatkan malam ini dan saya bangga jadi ketua pengurus KKS,” sebutnya.

Pujian dan Harapan

Selle K S Dalle menyebut banyak teman terutama semasa sekolah di Soppeng yang juga hadir di acara HBH yang digelar di Four Points Makassar ini.

“Selalu tidak cukup waktu untuk bisa menyapa dan mengobrol dengan teman atau keluarga yang punya hubungan dengan Soppeng. Pada HBH selalu saja waktu dirasa sempit. Padahal kalau orang punya ikatan semosial, memberi sapaan halo saja tidak enak,” tambahnya.

Dia menyebut dibutuhkan saling pengertian, jika memang tak disebut namanya oleh pemberi sambutan atau tuan rumah. Perlu pengertian.

Selle K S Dalle, saat mendengarkan tausiah Ustaz Muhammad Yusuf pada HBH KKS Soppeng (dok: Pelakita.ID)

“Mesti memang begitu, namanya halal bi halal, menghalalkan jika ada keliru atau silap,” kata dia.

“Kayak saya, menyapa Kak Prof Arsunan Arsin di awal tapi karena masih ingin mengobrol lama, setelah acara HBH saya cari sudah tidak ada,” ucapnya.

Selle menyebut pelaksanaan HBH telah berlangsung dengan meriah selama beberapa tahun, sejak kepemimpinan Prof Syarifuddin Wahid hingga kepemimpinan Puang Bur – Irjen Pol (Pur) Burhanuddin Andi.

“Saya juga berbicara dengan Bapak Andi Jaya Sose, dengan Prof Syarifuddin Wahid, ke depan bisa juga dicoba untuk Halal bi Halal di Kampung Halaman, di Soppeng,” harapnya.

Pertimbangannya, lanjut Selle, supaya keluarga atau kolega yang datang dari jauh bisa mengenal kampung halamannya, bisa melihat suasana dan kemajuannya.

“Kan mudah sekali diurus jika halal bi halal di kampung, semua ada nenek, ada saudara, tempat menginap bisa di rumah keluarga,” ucapnya.

“Juga jika mereka ke kampung, bisa senang-senang dengan keluarga, kalau bawa uang bisa belanja di kampung, menikmatinya bersama sanak saudara, dengan cucu-cucu,” kata dia.

Dia menyebut jika digelar di Soppeng tidak akan sulit.

“Tidak akan sesulit misalnya kegiatan PGRI yang menghadirkan orang dari luar ke Soppeng, karena orang luar tidak tahu akan menginap di mana, kalau KKS bisa di rumah nenek, ada rumah saudara, dia bisa urus sendiri,” tambahnya.

“Bagi saya HBH adalah menjawab kerinduan, selalu ada kerinduan, dan itu bisa terpenuhi jika kembali ke kampung,” ucapnya lagi.

“Itu direkatkan dengan ikatan keluarga, kerabat, simpulolo, silessureng,” imbuhnya.

Bagi Selle, HBH adalah kesempatan yang berlaku sama untuk semua level, di sana ada perasaan yang sama, ada suasana emosional kekelurgaan.

“Yang sekolah, yang tidak ada sekolahnya, sama semua, suasana persaudaraan sangat terasa.”

“Biar orang tidak ada sekolah, yang sekolah S3, jika ada di acara HBH maka yang muncul adalah sama-sama rasa empati, pada persaudaraan, pada maaf memaafkan,” tambahnya.

Selle mengaku ada banyak koleganya dari Soppeng yang hadir di Makassar.

“Banyak sekali, saya ada dua sekolah, di SMA 2 Soppeng dan SMA Takkalala, sekarang berubah namanya menjadi SMA 5 dan SMA 4. Sementara SMP di SMP Negeri 2 Takkalala,” sebutnya.

“Semalam saya bertemu dengan teman sekolah, eh kau hadir juga kau di sini,” ungkapnya.

Pujian untuk penceramah agama

Selle memberi pujian atas kerja keras panitia sehingga HBH berjalan sukses.

“Selamat kepada ketua KKS Puang Bur, lebih khsuus, panitia yang sukses sekali, Ibu Sakka Pati dan teman-teman. Berhasil menghadirkan pemberi tausiah halal bi halal, sesuai dengan cita rasanya, ibarat makanan sangat sesuai selera,” kata Selle.

Penceramah yang dimaksud Selle adalah Ustaz Muhammad Yusuf, yang merupakan dai kondang asal Sidrap.

“Tausiah agamanya nikmat, semua daging, saya ingat sosok Kyai Nasaruddin Umar,” pujinya.

Dia menggarisbawahi peran penting dari tausiah itu adalah perlunya kembali menyelami pesan-pesan hikmah, manfaat dan hakikat ilmu agama.

“Banyak hal atau pesan-pesan keagamaan kita dulu yang dilupakan orang, pesan ustaz Muhammad Yusuf itu mengajak kita untuk menyelami kembali,” ujarnya.

“Ada Ilmu Hikmah, bahwa kita harus terus belajar, ilmu kita harus terus diarah, ditambah, diperdalam,” pungkasnya.

Acara HBH berlangsung sukses dengan sejumlah agenda seperti lantunan Irama Gambus, sambutan Ketua Panitia  Sakka Pati, sambutan Ketua KKS Burhanuddin Andi, Sambutan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin, dan aneka hiburan.


Editor: Denun

 

Related posts