Tim Mahakarya AKKASENG Unhas Kolaborasi KWT Anggrek Perkuat Ketahanan Pangan Desa Kajaolaliddong

  • Whatsapp
Tim Mahakarya AKKASENG berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyerahan dan penanaman bibit. Pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan tanaman dapat dipelihara, dikembangkan, dan memberikan manfaat bagi anggota kelompok maupun masyarakat desa.

PELAKITA.ID  – Tim Mahakarya AKKASENG Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek dalam kegiatan penanaman bibit hortikultura di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Selasa, 14 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Mahakarya AKKASENG atau Optimalisasi Potensi Lokal melalui Diferensiasi Komoditas Cabai dan Selada.

Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengembangan pertanian hortikultura sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis potensi desa.

Penanaman bersama melibatkan mahasiswa Unhas dan anggota KWT Anggrek serta mendapat dukungan dari pemerintah dan sejumlah pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut menandai dimulainya rangkaian pemberdayaan dan pendampingan masyarakat yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa dan masyarakat tidak sekadar melakukan penanaman bibit secara simbolis.

Tim Mahakarya AKKASENG juga mendorong proses pembelajaran bersama mengenai budidaya dan pemeliharaan tanaman agar komoditas yang dikembangkan memberikan manfaat secara optimal.

KWT Anggrek ditetapkan sebagai mitra utama program karena dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan pertanian dan penguatan pangan keluarga di Desa Kajaolaliddong.

Penanaman bersama melibatkan mahasiswa Unhas dan anggota KWT Anggrek serta mendapat dukungan dari pemerintah dan sejumlah pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut menandai dimulainya rangkaian pemberdayaan dan pendampingan masyarakat yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Potensi dan keterlibatan aktif anggota kelompok menjadi dasar bagi Tim Mahakarya AKKASENG untuk menghadirkan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas.

Program tersebut mencakup penyerahan bibit, praktik budidaya tanaman, hingga pendampingan dalam proses pemeliharaan cabai dan selada.

Melalui pendekatan tersebut, anggota KWT Anggrek diharapkan semakin memahami teknik budidaya tanaman hortikultura serta mampu mengembangkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri dan berkelanjutan.

Program AKKASENG juga mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai ruang produksi pangan. Pemanfaatan lahan yang tersedia dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang pengembangan kegiatan ekonomi produktif.

Kolaborasi mahasiswa dan kelompok wanita tani tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman masyarakat dalam mengelola potensi lokal.

Tim Mahakarya AKKASENG berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyerahan dan penanaman bibit. Pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan tanaman dapat dipelihara, dikembangkan, dan memberikan manfaat bagi anggota kelompok maupun masyarakat desa.

Melalui program tersebut, kapasitas anggota KWT Anggrek dalam budidaya hortikultura diharapkan terus meningkat. Pada saat yang sama, kesadaran masyarakat untuk mengoptimalkan lahan pekarangan secara produktif juga semakin tumbuh.

Program Mahakarya AKKASENG diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong Desa Kajaolaliddong menjadi desa yang semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing melalui pengembangan potensi pangan lokal.