Bunga Doa dari WR V Unhas untuk Jurnalis dan Aktivis Perempuan Merah yang Sedang Berjuang Pulih

  • Whatsapp
Ucapan doa dan harapan kesembuhan untuk jurnalis dan aktivis perempuan Merah (dok: Hasbi Lodang)

PELAKITA.ID – Seikat bunga berwarna merah muda tiba membawa pesan sederhana, tetapi penuh makna. Bunga itu ditujukan kepada Humairah atau biasa disapa Merah, jurnalis perempuan Sulawesi Selatan yang kini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Grestelina, Makassar.

Di antara kuntum bunga terselip sebuah kartu ucapan dari Wakil Rektor V Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H. Pesannya singkat, berisi doa dan semangat untuk Merah agar segera pulih.

“Semoga lekas pulih, Kak Merah. Jaga selalu semangat juang perempuan Indonesia,” demikian pesan yang tertulis pada kartu tersebut yang mengatasnamakan Guru Besar Fakultas Hukum Unhas yang beberapa waktu lalu dilantik Prof Jamaluddin Jompa sebagai Wakil Rektor V Unhas.

Bunga dan doa itu menjadi bentuk perhatian Prof. Amir Ilyas kepada seorang jurnalis yang selama ini dikenal aktif membangun jejaring media dan pemberdayaan perempuan di Sulawesi Selatan. Merah sebelumnya adalah jurnalis radio KBR68H.

KBR merupakan kantor berita radio nasional independen pertama di Indonesia yang hadir untuk mendukung transisi demokrasi melalui ruang diskusi terbuka dan berbasis informasi.

Melalui jaringan radio lokal, jutaan pendengar dari berbagai latar belakang politik, ekonomi, dan sosial dapat mengikuti perdebatan publik serta menyampaikan pandangan mengenai berbagai isu penting yang memengaruhi kehidupan mereka.

KBR didirikan pada April 1999 dengan nama KBR68H atau Kantor Berita Radio 68H, tidak lama setelah berakhirnya tiga dekade pemerintahan otoriter dan dicabutnya pembatasan produksi berita radio.

Nama 68H berasal dari lokasi kantor pertamanya di Jalan Utan Kayu Nomor 68H, Jakarta Timur, yang kemudian menjadi titik awal perjalanan KBR dalam membangun jurnalisme radio independen di Indonesia.

Merah – di grup WAG Alumni Unhas menuliskan namanya sebagai ‘Red’ bukan sekadar bekerja mengumpulkan informasi dan menuliskan berita.

Dalam perjalanan profesionalnya, ia banyak terlibat dalam penguatan hubungan antarmedia, mempertemukan jejaring komunikasi, serta membantu menyebarluaskan berbagai cerita positif dari Sulawesi Selatan.

Dalam banyak kesempatan, Merah juga ikut memperkenalkan berbagai kiprah Universitas Hasanuddin kepada publik yang lebih luas.

Melalui kerja jurnalistik dan jejaring yang dibangunnya, banyak kabar baik tentang kampus dan Sulawesi Selatan memperoleh ruang di media.

Karena itu, perhatian dari WR 5 Unhas memiliki makna lebih dari sekadar kiriman bunga kepada seseorang yang sedang sakit. Ada penghargaan terhadap hubungan kemanusiaan yang tumbuh melalui kerja, komunikasi, dan perjalanan panjang membangun jejaring.

Hasbi Lodang, aktivis Reformasi 98 dan alumni Sastra Unhas membenarkan ucapan melalui bunga itu.

“Bagi dunia jurnalistik, relasi sering kali dimulai dari pertukaran informasi. Namun, dalam perjalanan waktu, hubungan profesional dapat berkembang menjadi persahabatan dan kepedulian yang melampaui urusan pemberitaan,” kata Hasbi yang merupakan kolega dekat Amir Ilyas.

Kini, ketika Merah sedang bergelut dengan sakit dan menjalani perawatan, doa serta dukungan datang dari berbagai sahabat dan jejaring yang pernah bersentuhan dengan kiprahnya.

Kiriman bunga dari Wakil Rektor V Unhas itu menjadi salah satunya. Tidak ada pidato panjang atau seremoni.

“Hanya bunga, beberapa kalimat, dan doa untuk kesembuhan namun, terkadang perhatian memang tidak membutuhkan banyak kata,” sebut Hasbi.

Founder Pelakita.ID, Kamaruddin Azis menyebut terakhir kali dalam satu forum pelatihan bersama Merah adalah pada acara yang digelar CNN Indonesia untuk tema perubahan iklim di Hotel Aston.

“Merah merepresentasi perempuan di Sulawesi Selatan yang punya atensi meningkatkan kapasitas kelompok rentan untuk memahami risiko perubahan iklim, terutama di wilayah pesisir,” ujar Kamaruddin.

“Beberapa waktu lalu, namanya sempat aktif di WAG Alumni Unhas sebelum dikabarkan sedang sakit,” imbuhnya.

Informasi ini juga dibenarkan oleh Abdurrahman Nur atau Ammang. “Betul kanda, saya dengar memang sedang sakit,” ucap Ammang saat dihubungi Pelakita.ID, Rabu, 15 Juli 2026.

Lekas pulih, Kak Merah. Masih banyak cerita baik tentang Sulawesi Selatan dan Unhas yang menunggu untuk dikabarkan. Masih banyak jejaring yang membutuhkan semangat dan tangan baikmu.

Redaksi