PELAKITA.ID – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) terus memperkuat sinergi dengan kalangan akademisi guna mendukung percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, 25 Juni 2026.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi antara BPPSDM KP dan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berlangsung di Kantor BPPSDM KP, Jakarta.
Audiensi dipimpin oleh Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta, didampingi Sekretaris BPPSDM KP Lilly Aprilya Pregiwati serta Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan (Pusdik KP) Alan Frendy Koropitan.
Dari pihak ITB hadir Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Dudy D. Wijaya beserta jajaran.
Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional yang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sejumlah program strategis yang menjadi fokus pembahasan antara lain Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), modernisasi kapal perikanan, pengembangan budi daya tematik, pengembangan budi daya udang terintegrasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur, pengembangan sektor pergaraman, hingga revitalisasi tambak.
Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara KKP dan ITB mengenai sinergi pembangunan sektor kelautan dan perikanan berbasis ekonomi biru melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Tak hanya itu, kerja sama juga mengacu pada Perjanjian Kerja Sama antara BPPSDM KP dan ITB mengenai pengembangan kapasitas sumber daya manusia serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Melalui sinergi tersebut, kedua institusi berkomitmen mengintegrasikan keunggulan akademik dan riset ITB dengan pengalaman serta kebutuhan implementasi di lapangan yang dimiliki BPPSDM KP. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi yang aplikatif, memperkuat kualitas pendidikan dan pelatihan SDM kelautan dan perikanan, serta mendorong lahirnya solusi berbasis sains untuk menjawab tantangan pembangunan sektor kelautan.
Selain pengembangan inovasi, kerja sama juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan, pelatihan, penelitian, serta pemanfaatan teknologi yang mampu mendukung implementasi program-program strategis KKP.
Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat transformasi sektor kelautan dan perikanan menuju tata kelola yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
Kepala BPPSDM KP menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan visi ekonomi biru Indonesia.
Oleh karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas SDM sekaligus mempercepat adopsi inovasi dan teknologi di berbagai subsektor kelautan dan perikanan.
Melalui kemitraan yang semakin erat antara BPPSDM KP dan ITB, diharapkan lahir berbagai terobosan yang mampu mendukung keberhasilan program prioritas KKP sekaligus mempercepat terwujudnya pembangunan kelautan dan perikanan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.









