PELAKITA.ID -Setelah melewati fase grup yang kompetitif, turnamen kini memasuki babak gugur (knockout stage) yang akan menentukan tim terbaik hingga partai final.
Sebanyak 32 negara akan saling berhadapan dalam sistem eliminasi langsung, di mana setiap pertandingan menjadi penentu nasib. Tim yang kalah harus mengakhiri perjalanan, sementara pemenang terus melangkah menuju perebutan gelar juara.
Babak 32 besar akan berlangsung mulai 30 Juni hingga 3 Juli 2026.
Sejumlah pertandingan menarik langsung tersaji sejak hari pertama. Jerman menghadapi Paraguay, Prancis bertemu Swiss, Belanda melawan Kanada, serta Portugal berhadapan dengan Kroasia.
Di sisi lain bagan, Brasil akan menantang Jepang, Kroasia menghadapi Norwegia, Meksiko bertemu Ekuador, dan Inggris menghadapi Kolombia.
Laga lainnya juga diprediksi berlangsung sengit. Spanyol akan menghadapi Austria, Amerika Serikat berjumpa Slovakia, Belgia melawan Senegal, Argentina menghadapi Pantai Gading, Australia bertemu Mesir, Selandia Baru menghadapi Aljazair, serta Kolombia akan menghadapi Ghana.
Dengan kualitas peserta yang relatif merata, hampir seluruh pertandingan diperkirakan berlangsung ketat.
Pemenang babak 32 besar akan melaju ke babak 16 besar yang dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 5 Juli 2026. Delapan tim terbaik kemudian akan bertanding di perempat final pada 6 hingga 7 Juli, sebelum empat tim tersisa memperebutkan tiket ke final melalui laga semifinal pada 10 Juli 2026.

Puncak turnamen akan berlangsung pada 12 Juli 2026, ketika dua tim terbaik dunia bertemu di partai final untuk memperebutkan trofi juara.
Sementara itu, dua tim yang kalah di semifinal masih memiliki kesempatan mengakhiri turnamen dengan prestasi melalui pertandingan perebutan tempat ketiga yang digelar sehari sebelumnya, 11 Juli 2026.
Dengan sistem gugur, setiap kesalahan akan sangat mahal. Tidak ada kesempatan kedua bagi peserta, sehingga konsistensi, strategi pelatih, kedalaman skuad, hingga mental bertanding dipastikan menjadi faktor pembeda.
Di atas kertas, negara-negara unggulan seperti Brasil, Jerman, Prancis, Inggris, Belanda, Portugal, Argentina, dan Spanyol masih difavoritkan melangkah jauh.
Sejarah Piala Dunia berkali-kali menunjukkan bahwa fase knockout kerap melahirkan kejutan, ketika tim yang tidak diunggulkan mampu menyingkirkan raksasa sepak bola dunia.
Babak gugur inilah yang sesungguhnya menjadi panggung utama turnamen. Setiap pertandingan adalah final bagi para peserta, dan hanya satu tim yang akan bertahan hingga akhir untuk dinobatkan sebagai juara dunia 2026.









