Oleh Mohammad Zamrud, Anggota IKA FIKP Unhas
PELAKITA.ID – Turnamen Mini Soccer Andi Amran Sulaiman Cup (AAS Cup) 2026 menjadi salah satu momentum kebersamaan alumni Universitas Hasanuddin yang penuh semangat dan antusiasme.
Selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Mei 2026, Lapangan Karsa Tamalanrea dipenuhi riuh dukungan, canda persaudaraan, dan semangat kompetisi dari para alumni yang datang dari berbagai fakultas dan wilayah.
Ajang olahraga ini diikuti oleh partisipan yang luar biasa.
Mulai dari Ikatan Alumni (IKA) fakultas hingga IKA wilayah turut ambil bagian dalam turnamen yang terbagi ke dalam tiga kategori usia, yakni usia 45 tahun ke bawah, usia 46–55 tahun, dan usia 56 tahun ke atas.
Secara keseluruhan, terdapat 29 tim yang berlaga dalam turnamen tersebut, menjadikan AAS Cup bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga pertemuan besar alumni lintas generasi.
Seremoni pembukaan berlangsung meriah dan penuh nuansa kekeluargaan.
Turnamen dibuka langsung oleh Ketua Umum IKA Unhas yang juga Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Dr. Andi Amran Sulaiman.
Kehadirannya menambah semangat para peserta dan memperlihatkan besarnya perhatian terhadap pentingnya menjaga silaturahmi alumni melalui kegiatan positif seperti olahraga.
Momentum pembukaan juga semakin istimewa dengan hadirnya sejumlah mantan pemain PSM Makassar yang pernah berjaya pada masanya. Kehadiran mereka membangkitkan nostalgia sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta dan penonton.
Di antara tamu undangan, tampak pula Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik angkatan 1986, yang turut memeriahkan suasana.
Penulis sendiri ikut membersamai tim IKA Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) pada kategori usia 46–55 tahun.
Persaingan di kelompok ini berlangsung cukup ketat karena dihuni tim-tim kuat seperti IKA Teknik, IKA Sospol, IKA Hukum, IKA Pertanian, dan IKA Wilayah Sulsel.
Namun dalam sepak bola, pertandingan belum benar-benar selesai sebelum peluit akhir dibunyikan. Di lapangan sintetis, segala kemungkinan dapat terjadi.
Dalam tim IKA FIKP, ban kapten disematkan kepada Ketua Umum IKA FIKP yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan, Dr. Muh. Ilyas, dengan nomor punggung 10.
Kehadirannya di lapangan bukan hanya sebagai simbol kepemimpinan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi rekan-rekan satu tim untuk tetap bermain sportif dan solid.
Lebih dari sekadar ajang perebutan gelar juara, AAS Cup 2026 menjadi ruang mempererat hubungan antarsesama alumni. Turnamen ini menghadirkan kembali semangat solidaritas, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap almamater.
Di tengah kesibukan profesi dan tanggung jawab masing-masing, olahraga menjadi media yang efektif untuk kembali menautkan hubungan emosional yang mungkin lama tak terjalin.
Selain itu, turnamen ini juga menunjukkan bahwa sportivitas dan gengsi fakultas dapat berjalan beriringan dalam suasana yang sehat dan penuh persaudaraan.
Rivalitas di lapangan tetap dibingkai dengan rasa hormat dan kekeluargaan di luar pertandingan. Nilai-nilai inilah yang membuat AAS Cup menjadi lebih bermakna daripada sekadar kompetisi olahraga biasa.
Pada akhirnya, AAS Cup 2026 mengingatkan bahwa tubuh yang sehat akan melahirkan jiwa yang kuat. *Mens sana in corpore sano*—di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Semangat itulah yang terasa hidup sepanjang turnamen, menghubungkan para alumni dalam energi positif, kebersamaan, dan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Hasanuddin.
___
Editor Denun









